Oleh: Danny Prijadi | Rabu, 3 Februari 2010

Pelajaran Level 3 di John Robert Powers

Akhirnya selesai juga level 3 yang saya jalani di JRP, meskipun masih ada 2 mata pelajaran yang belum saya ikutin, sehingga waktu ujian teori kemarin ada 2 pertanyaan yang tak terjawab, setelah tanya teman sebelah, ternyata pertanyaan itu ada di pelajaran ‘acting communication’ yg belum saya ikutin. Ntar deh kalau ada waktu saya replace pelajaran itu, masih bisa kok diikutin.

Selama 30x lebih pertemuan belajar di JRP, apa sih yang saya dapatkan dari situ? apakah dengan sebanyak pertemuan tersebut bisa merubah kehidupan, karakter, maupun pribadi saya? Semua ini tergantung dari individu masing2. Saya masih mengingat perkataan dari Indayati Oetomo yang mengatakan apa yang ada dapatkan di John Robert Powers, tidak menjamin setelah lulus anda bakal mempunyai pribadi yang matang. Semua itu tergantung dari diri kita sendiri mau mempelajari dan mau menerapkannya, tetapi dia juga bilang ” PALING TIDAK setelah keluar dari JRP, pribadi anda pasti ada sedikit perubahan” Karena pada awal2 masuk JRP anda akan diajarkan teori yang paling mendasar seperti bagaimana cara komunikasi, mengembangkan pribadi yg baik, cara berhubungan dengan relasi, cara hidup yang sehat, table manner, penampilan yang baik, dan masih banyak banget, yang semua itu kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dimana kita tidak pernah meyadari bahwa kehidupan yang selama kita jalani ini bisa dikembangakan jauh lebih baik. mmm…..bingung ya, lebih enak saya kasih contoh aja yah.

Pada waktu usia kita masih kecil hingga belasan tahun, 80% yang mendidik kita adalah orang tua  dengan catatan orang tua peduli terhadap anak, sedangkan yang kurang peduli, bisa jadi karena orang tua bekerja keras sehingga anak terdidik bisa dari pengaruh lingkungan. Akibatnya dari berbagai macam cara mendidik, menjadikan anak tersebut mempunyai sifat yang berbeda-beda juga meskipun anak dilahirkan juga mempunyai sifat bawaan yang bebeda-beda pula.

Lalu setelah mulai dewasa, sekolah dan mulai bersosialisasi dengan teman, guru, tetangga, organisasi, dsb. Kepribadian itu semakin mencetak anda menjadi suatu pribadi yang tidak memiliki standart dalam hidup….sampai disini mengerti kan kalimat saya? jadi dipikiran kita dulu, asalkan saya tidak berbuat jelek, tidak merugikan orang lain, tahu sopan santun, dsb sudah cukup, tetapi yang namanya manusia pasti juga memiliki kekurangan, entah tidak bisa bersosialisasi, selalu minder, kurang percaya diri, dsb. Atau mungkin juga ada yang over PD, merasa dirinya paling benar, semua harus nuruti apa kata dia, dsb.

Memang dari semua sifat diatas semua ada baiknya juga ada kekurangannya. Semua itu bisa diatur dan dipelajari di lembaga yang sudah puluhan tahun berdirinya yaitu John Robert Powers.

Saya menuliskan pengalaman diatas ini bukan bermaksud untuk promosi JRP, tetapi hanya sekedar ingin sharing dan membantu teman2 bagi yang ingin dibentuk kepribadiannya. Kali ini saya akan membahas apa saja yang saya dapatkan di level 3.

Pelajaran di Level 3, progam Business Executive

Sebenarnya di level 3 ini, pelajarannya cenderung lebih banyak di communication dan juga diajarkan cara berpresentasi yang baik. Salah satu pelajaran yang cukup menarik menurut saya adalah pelajaran kemampuan untuk menganalisa suatu masalah. Pelajaran ini sungguh benar2 membuat saya geleng2 kepala dalam artian benar2 tidak menyangka, sesulit masalah apapun bisa ditangani secara teroganize. Misalnya saja ada sebuah kasus ‘Bapak perokok berat’ tugas kita gimana sebagai anggota keluarga menginginkan Bapak itu tidak merokok lagi. Mungkin ini keluhatannya masalah sepele, tapi kalau kita bisa menganalisa dgn baik dan tersusun, masalah ini bisa terselesaikan dgn mudah. Ini hanya salah satu kasus yg mudah, semua ini bisa dipelajari di level 3 JRP untuk kelas business executive.

Ada juga pelajaran Public Relation, dimana jika anda menjadi seorang PR dan dihadapi suatu masalah, apa yang harus anda lakukan. Dan disitu akan dijelaskan bagaimana mulai dari sikap kita, cara komunikasi kita, perlakuan kita. Semuanya sangat berhubungan dari materi 1 ke materi lain yang ada di level 3, tentunnya juga ada dukungan dari materi yang dipelajari di level 1 dan 2.

Saya ingin sih menceritakan lebih banyak lagi, cuma kalau saya jabarkan semua, ntar saya bisa di kenain penalty oleh JRP. Jadi sekian dulu aja yah, ntar kalau level 4 sudah selesai, saya akan sharing lebih banyak lagi.

Semoga membantu.

Oleh: Danny Prijadi | Senin, 11 Januari 2010

Memahami Lensa Canon 70-200 f/2.8L IS

Tgl 9 January 2009, hari dimana saya membeli lensa L yang ke 2 kalinya dgn type Canon 70-200 f/2.8L IS, kalau ngomongin harga sih, rasanya bisa dibeliin 1 buah motor, cuma gimana lagi, itu sudah keinginan saya dari tahun2 yang lalu, puji Tuhan tahun 2010 ini bisa dapat berkat.

Dulu sekitar tahun 2005, saya juga pernah beli lensa Tamron 70-300 f/3.5 – 5.6, yang harganya sekitar 1.1 juta. Sebenarnya kalau dibandingkan dengan yang saya beli sekarang hampir sama, cuma berbeda di f-nya saja yang fixed 2.8, yang maksudnya dengan focal length 70 – 200 bisa 2.8 (kalau punya saya sekarang). Apakah hasil fotonya bisa jauh lebih bagus dari yg lama, kok harganya terlampau jauh, apalagi skg jaman era digital, pakai lensa murah aja bisa di edit di photoshop dan hasilnya bisa bagus.

Memang alasan diatas ada betulnya, tapi sebenarnya lensa baru yang umurnya baru secuil ini, kehebatannya bukan cuma dari situ saja, tapi dari segi kecepatan, lalu focus tidaknya, hasil kualitas, jauh lebih bagus dan tajam, sehingga yang membuat kita tidak akan ketinggalan moment2 penting waktu pemotretan.

KECEPATAN FOCUS

Semua lensa pasti bisa focus, cuma kecepatan untuk bisa focus itu yang beragam, kalau pengalaman dari lensa saya dulu, untuk didalam ruangan yang cenderung under (gelap mendung), focusnya cenderung lambat, jadi perputaran motor yang ada didalam lensa itu seperti mencari-cari focus yang diinginkan (muter2 terus) sampai dia dapatkan dan itu butuh waktu, terkadang bisa cepat dan terkadang bisa sampai 2 detik, juga terkadang malah tidak dapat focus sama sekali, jadi seharusnya bisa jepret moment yang bagus, tapi karena focusnya yang lambat, moment itu hilang.

Beda dengan lensa yang beratnya hampir 2 kg ini, ngga peduli ruanganmu seperti apa, begitu ada objek dan tekan tombol rananya 1/2, dia bisa langsung focus dan jepret, tapi perlu diingat, minimal jarak camera dengan objek 1.4 m, kalau kurang dari itu tidak bisa focus.

KUALITAS

Kalau masalah kualitas, bisa pakai RAW (jangan JPG), lalu diedit di software2 seperti photoshop CS, cuma yang membuat beda dari lensa saya dulu, lensa yang sekarang ini bokehnya bisa kelihatan jelas dan objeknya bisa kelihatan detail banget

KEKURANGANNYA

  • Berat banget
    • terus terang, sebelum beli lensa ini saya sudah bisa menebak kalau lensa ini beratnya bukan main, tapi memang kalau lensa itu berat berarti isi lensnya pasti banyak banget dan apalagi yang membuat berat itu IS nya, pokoknya di total kamera saya body+lensa+flash = 2.9 kg, kelihatannya ringan, tapi kalau 1 jam saja membawa itu, tangan ini terasa mau cuklek. Waktu kemarin aja pakai ya ngga ada 1 jam, besoknya pergelangan tangan kanan saya langsung njarem2 semua, kalau kiri sih ok2 aja, kan cuma nahan lensanya aja.
  • Jarak focusnya
    • Sebenarnya sih mungkin saya kurang terbiasa aja, kalau sudah terbiasa saya rasa ngga ada masalah dengan jaraknya ini. kalau memang diruangan kecil lebih baik pakai lensa standart aja. Ini karena saya ingin coba2 aja jadi agak bermasalah di awal2nya.

Saya rasa sementara cukup disini, ntar kalau ada perkembangan lain dari lensa ini saya akan sharing lagi, mungkin kalau anda punya pengalaman dengan lensa Canon 70-200 f/2.8L IS, bisa berbagi pengalamannya.

Thanks ya sudah membacanya :)

Oleh: Danny Prijadi | Senin, 4 Januari 2010

Beberapa cara memotret kembang api (fireworks)

Sebenarnya apa bisa sih saya memotret fireworks seperti diatas? Apakah mungkin didaerah perumahan bisa ada fireworks seramai itu? Jawabannya pasti bisa kalau semua itu sudah direncanakan dengan baik dan hubungan sesama tetangga harus syncron supaya waktu nyalainnya bisa tepat waktu.

Mungkin kalau saya standby di kota atau di luar negri seperti Australia Sydney atau Prancis, hasilnya bisa bagus fireworksnya karena memang sudah direncanakan. Tapi hal ini tidak akan terjadi di perumahan saya, yang sesama tetangga tidak mungkin bergabung untuk merencanakan seperti itu. Yang ada ya satu2 fireworksnya, mungkin bisa terjadi di satu rumah tangga tetapi tidak mungkin bisa syncron dengan tentangga lain yang lebih jauh.

Jadi foto diatas kok bisa pas waktunya itu karena saya gabungkan dari hasil beberapa fireworks ke dalam 1 foto/background. Jadi seharusnya hasilnya seperti dibawah ini:

ISO 200 - f/1415s

Kalau foto diatas diperhatikan ada 3 titik dipusat kembang apinya, itu berarti selama 15 detik dengan diafragma f14 (bukaan kecil banget) ada 3 kembang api yang diluncurkan. Seandainya kalau tahu hanya 3 kembang api yg diluncurkan secara berurutan, saya tidak akan menggunakan 15 detik, mungkin aja dgn 6-8 detik dgn bukaan yang lebih lebar misal f 5.6 hasilnya bisa lebih halus.

ISO 200 - f/4.51.3s

Ini salah satu contoh fireworks yang kembangnya bewarna hijau, satu2nya loh waktu itu, soalnya rata2 warnanya merah atau kuning. Dan meletusnya juga lumayan besar cuma sayangnya sekali aja meletusnya, tapi untung juga pakai 1.3 detik, kalau terlalu lama jadinya ngga bisa halus kembangnya.

ISO 200 - f/1514s

Nah tuh kan, kalau pakai f/15 jadinya kurang meriah kembangnya, tapi memang sih rasanya waktu itu kembang apinya sendiri tidak begitu besar, cuma sayangnya saya ambil waktunya agak lama, kalau saya ambil 4 detik saya rasa terlalu cepat, sebab foto diatas ini lebih dari 4 luncuran secara berturutan langsung, tapi kalau 15s juga terlalu lama. yah, ntar deh tahun 2010 ini saya perhatikan lagi.

ISO 200 - f/1030s

nah kalau ini terlalu terang yah, f nya yang kurang tinggi atau bisa juga waktunya yang terlalu panjang, sehingga kembang apinya kelihatan pecah2 padahal cuma 5 shot kalau dilihat dari foto. Tapi memang sih, kembang api yang ini agak kecil kembangannya apalagi lihatnya juga agak jauh.

ISO 100 - f/1030s

Yang ini hampir sama seperti diatas, cuma bedanya saya memakai ISO 100 (yg berarti kepekaan thd cahayanya semakin berkurang). Sayang yah lihatnya juga dari jauh juga kembang apinya kecil, kalau besar bisa kelihatan bagus itu.

ISO 100 - f/48s

Nah pada saat detik2 terakhir, banyak sekali yang meluncurkan kembang api besar seperti diatas. Ada juga tetangga lain yang meluncurkan seperti itu dan terlihat lebih dekat, jadi kelihatan juga lebih besar. Cuma hasilnya tidak saya upload, jadi foto2 diatas hanya contoh sebagian saja yang saya ambil.

Tapi rata2 tipe2 fireworksnya ya seperti itu aja kalau di rumah2, ada sih model lain seperti bintang2, tapi tidak bagus kalau difoto, yang paling bagus menurut saya ya seperti foto diatas yang terakhir, itu suaranya waktu meluncur seperti bom yg meluncur, dan waktu meledak diataspun suaranya juga mengelegar, kalau org tidur pasti bisa bangun dengar kayak gitu, bener2 kayak perang perangan hehehe…Cuma sayangnya paling cepat 2 kali luncuran, mungkin karena harganya yang mahal jadi disimpan dulu, setelah meluncurkan 1 selesai baru meluncurkan lagi. Kalau seandainya punya 5 batang, dan tiap batang bisa keluar 2, berarti total bisa 10, lalu diluncurkan bersamaan. Saya yakin hasilnya bisa jauh lebih bagus tapi jeleknya ya cuma sekali nikmatinnya, kalau ada dana lebih baru bisa beli banyak.

OK deh sekian dari saya, yang terpenting lagi, semoga ditahun 2010 ini tidak hanya kembang apinya yang bagus, tetapi hidup yg kita jalani bertambah lebih baik.

Oleh: Danny Prijadi | Senin, 4 Januari 2010

Happy New Year 2010

Saya ucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2010 dulu yah, ini baru aja selesai memotret adegan fireworks dirumah lagi. Memang tahun ini masih sama seperti tahun kemarin, tahun barunya di rumah aja sambi nonton fireworks.

Pertamanya sempat hopeless kalau hari ini bakal ada fireworks atau tidak, sebab kemarin dikabarkan bahwa mantan presiden Gus Dur telah wafat, lagipula tadi mulai jam 9 sudah mulai hujan rintik2 sampai pukul 11, itupun selama itu di daerah rumah saya tidak ada yang nyalain fireworks, tapi kalau di kota rasanya sudah mulai ramai, sebab kalau dilihat banyak yang sudah nyalain fireworks.

Akhirnya dengan penuh ketabahan, saya duduk termenung terkadang juga berdiri sambil menunggu fireworks dating,  begitu ada, saya langsung ambil ancang2 untuk menjepret, ngga tanggung2 2 jamman loh aku berdiri di balkon, terkadang memang duduk, tapi banyak berdirinya sih aku rasa.

Dan tahun ini tidak seperti tahun kemarin yg jam 22.30 sudah banyak yang pasang fireworks besar2, sedangkan sekarang, sampai jam 23.45 baru mulai pasang fireworks yang besar, dan puncak2nya di jam 00.00 sampai 00.10am, setelah itu mulai melemah sampai 00.30 dan akhirnya berakhir juga pada jam 00.50. Sampai artikel ini ditulis sudah tidak kedengeran lagi suara fireworks.

Nah sekarang yang jadi pertanyaan, apakah fireworks di tahun ini lebih mengesankan daripada tahun lalu? Bisa saja saya katakana lebih berkesan yang sekarang, sebab ada beberapa org yang berani membeli yang besar suaranya, lalu kembangannya juga besar banget waktu meletus.

Hasilnya kira2 seperti ini bentuk fireworks rumahan hehehe

Cukup bagus yah untuk ukuran fireworks rumahan….Mau tahu latar belakang pembuatannya? Ok klik aja artikel berikutnya, saya akan bahas tuntas cara pengambilannya.

Oleh: Danny Prijadi | Selasa, 29 Desember 2009

LCD Windows VS LCD Machintosh

Saya dulu adalah penggemar windows, terutama yang paling saya suka di bidang fotografi, meskipun saya bukan lulusan desain grafis, jadi ya ngga hebat2 amat lah. Monitor saya dulu pakai Dell, trus pernah ganti LG, semuanya yang monitor tabung. Memang dibuat untuk edit2 foto sih lumayan ok, cuma kalau dicetak di lab biasanya cenderung lebih gelap dikit daripada dilihat di monitor. Nggak mungkin bisa sama.

Kemudian karena LCD waktu itu juga semakin murah, saya lihat di pameran waktu itu 19″ Samsung, harganya sekitar 2 jutaan, sekarang rasanya lebih murah lagi. Memang kalau dilihat di pameran gambarnya cukup terang, tapi begitu saya edit foto memakai monitor itu, rasanya hasilnya ngga bisa muasin banget, apalagi dicetak, juga ngga bisa sama persis spt yang ada di monitor, malah lebih mengecewakan daripada monitor tabung saya dulu

Akhirnya singkat cerita saya beralih ke kompetitor PC yaitu MAC yang jauh lebih canggih pada waktu itu, apalagi dengernya MAC tidak bisa terserang virus, karena systemnya yang memakai UNIX dan juga untuk foto katanya warnanya jauh lebih baik. Dan kenyataannya memang terbukti, sudah 3 tahun sampai artikel ini ditulis MAC saya sama sekali ngga pernah kena virus, juga ngga pernah crash, bahasa kerennya ngeheng, dan foto2 koleksi saya disini semua warnanya benar2 membuat saya ngga bisa ngomong lagi.

Dan yang paling membuat saya tercengang, kalau saya masukin hasil jepretan camera ke dalam MAC, hasilnya jauh lebih bagus daripada di PC. Kalau boleh saya tambahkan hasilnya tidak hanya sekedar beda, tapi benar2 ruuuuuarrr biasa bagusnya, terang, detail, contrast, semua bagus deh, makanya saya ngga heran banyak orang desain grafis lebih memilih ke MAC.

Dan satu lagi, kalau saya mencetak foto di LAB, biasanya hasil cetakan itu lebih gelap sedikit daripada yang ada di komputer. Tapi setelah saya menemukan 1 Lab yang menurut saya bisa membuat sama persis hasil cetakannya seperti di layar MAC saya, setiap kali kalau saya ada yg mau dicetakin, saya selalu cuciin disana. Kalau misalnya anda mau tau nama LABnya bisa email kesaya, ntar saya kasih tahu, karena kalau bilang disini dipikir saya promosi kan :) , dan Lab ini sering sekali dipakai para fotografer yang ada Surabaya.

Jadi kesimpulan saya, kalau memang anda suka desain atau photography, pokoknya menggunakan komputer yang berbau-bau gambar, saya sarankan pakai MAC deh, tapi kalau kebutuhannya hanya kerja kantoran, seperti input data, finance, accounting, sangat disarankan pakai PC, soalnya PC cenderung lebih merakyat sih hehehe

Lalu saran saya lagi, kalau memang mau membeli monitor, mungkin anda bisa membawa foto2 anda sukai dan warnanya sudah bagus, lalu masukkan ke flashdisk dan lihat kembali di toko tempat jual monitor tsb. Bandingkan gimana hasilnya, bisa lebih bagus dari yang anda lihat sebelumnya atau malah kacau, lalu bandingkan dengan monitor LCD merek2 lain gimana. Karena anda jangan tertipu dengan gambar yang ada dimonitor tsb, mungkin saja gambar itu memang sudah disesuaikan dengan monitornya.

Sekian tips dari saya, semoga aja dapat membantu, atau mungkin kalau anda punya pengalaman tersendiri bisa dibicarakan disini.

Oleh: Danny Prijadi | Selasa, 29 Desember 2009

Mengapa motret didalam ruangan, backgroundnya terkadang gelap?

Coba deh perhatikan foto dibawah ini. Jangan perhatikan orangnya yah.

  • Foto yang atas (diambil tahun lalu), backgroundnya agak gelap (dilihat di MAC), kalau pakai PC pasti hitam banget.
  • sedangkan yang dibawahnya, jauh lebih terang backgroundnya, meskipun saya rasa agak kurang terang.

Mengapa demikian, apa settingan kameranya yang lain?

Foto diatas, memakai flash external 580EX, bouncing atap, kekuatan penuh 1/1

Foto yg kedua, memakai flash 580EX, bouncing atap juga, kekuatan 1/2, makanya agak gelap ya, soalnya takut recharge-nya terlalu lama, lalu dibelakang juga diberi flash external merek yongnuo, kekuatan flashnya full kurang 1

Saya jelaskan dulu ya kondisi ruangan tersebut. Jarak antara sofa hijau yang mereka duduki sampai ke pintu belakang atau tangga meliuk ada kira2 10 meter, tinggi ruangan hampir 4 meter. Jadi bayangkan dengan ruangan yang cukup besar tapi cahaya bisa memenuhi semua ruangan, sedangkan yang pertama hanya menerangi daerah yang depannya saja.

Mungkin anda sendiri pernah mengalami seperti hal yang pertama diatas, misalnya potret di dalam ruangan dengan ambient cahaya minim, lalu dengan sendirinya kamera memakai flash built up, apa yang terjadi? backgnya gelap, mungkin sangat gelap hampir tidak kelihatan, sedangkan objek sih ok.

  • faktor pertama yang paling mempengaruhi ialah jarak antara objek dengan background. Semakin jarak objek dengan background semakin jauh, kalau tidak diimbangi dengan power flash yang memadahi, maka gambar yang dihasilkan bakal gelap, seperti contoh diatas yang pertama. Jadi salah satu solusi saya, tambahkan external flash yang kedua, saya taruh dibelakang orang2 tersebut, saya set kekuatan penuh (kurang satu), mestinya pakai penuh bisa lebih bagus, cuma masalahnya kendala battery yang rechargenya agak makan waktu (kira2 bisa 5 detik, tergantung batterynya), apalagi motret anak2 butuh cepat, lain misalnya kalau menggunakan lampu foto studio, kan pakai power.

Bagaimana bila punya lebih dari 2 flash? itu malah lebih baik menurut saya, mengapa?

  1. lebih mudah untuk mengatur arah datangnya cahaya
  2. kekuatan flash tidak perlu terlalu besar, sehingga rechargenya bisa jauh lebih cepat, yang terpenting flash yang diarahkan ke objek keuatannya harus paling besar daripada flash2 yang lain

Jadi semakin banyak flash, maka hasil foto akan jauh lebih sempurna, mungkin bisa saja kalau lebih bisa dijadikan efek2 yang lain. Lalu bagaimana cara masangnya? Belilah lampu flash yang bisa syncronize ke flash lain. misalnya saja canon, untuk type 430 dan 580 sudah bisa sync, lalu yang flash lainnya bisa dibelikan yang murah2 aja, biar ngurangi ongkos, asalkan bisa sync dgn merek kamera yang anda punya. kalau punya dana lebih sih boleh aja beli canon lagi, karena flash yang bermerek dgn yang biasa hasilnya beda sih menurut saya, rasanya kalau yang merek2 china itu warnanya agak cenderung kasar, tapi kalau untuk fill in sih saya rasa ngga pa2, asal jangan dibuat main light (flash yg mengarah ke objek)

Tapi bagaimana seandainya saya hanya punya 1 flash atau cuma dari flash built in?

  1. kalau memang motret didalam ruangan, apalagi agak gelap, usahakan waktu motret jangan terlalu jauh dengan background, kalau memang backgroundnya merasa diperlukan
  2. usahakan cari atap plafon yang bewarna putih, karena putih sifatnya memantulkan cahaya.

Yah, sementara segini dulu deh, sebenarnya masih banyak yang bisa dipelajari dengan menggunakan flash yg lebih dari 1. Cuma kalau saya jelaskan disini maka topiknya menyimpang jauh. Ntar deh kalau ada waktu, lagipula saya juga baru2 belajar, pingin sih beli lagi, soalnya kalau cuma 2 terlalu minim sekali.

Semoga aja artikel saya dapat membantu.

Oleh: Danny Prijadi | Senin, 28 Desember 2009

Tips sebelum ke Ciputra Waterpark

Ciputra Waterpark adalah tempat wisata bermain air yang saya rasa terbesar di Surabaya.

Tapi waktu pergi kesana, saya sarankan untuk membeli tiketnya lebih baik beli yang ada di pinggir jalan (menggunakan mobil). Biasanya di daerah Jl HR Muhammad, Surabaya,  jangan kuatir kalau itu palsu, pokoknya kelihatan kok kalau itu mobilnya ciputra waterpark sendiri, harganya bisa lebih murah 5000, yang aslinya bisa Rp60000/org, sedangkan justin masih dibawah 80cm jadi masih dianggap free. Dan untuk usia 60 keatas katanya juga free.

Berikut ini tips dari saya kalau mau pergi ke Ciputra Waterpark:

  1. jangan membawa makanan dari luar, karena sebelum masuk ke pintu loket beli karcis ada petugas yang memeriksa barang bawaan (bukan asal periksa), lalu anak2 selalu diukur dan yang kelihatan sudah ada umur bakal ditanyain umur berapa, kalau memang dia menjawab 61, harus serahin KTP (jadi ngga bisa bohong loh), lalu untuk makanan diharuskan beli di dalam, harganya sih rata seperti di food court mal sih, cuma enaknya sih relatif.
  2. Nanti setelah masuk bakal diberi kartu kecil yang bisa di top up (diisi uang), jadi kalau beli2 tinggal tunjukin kartu itu saja, tapi harus diisi dulu, ntar kalau sudah melewati pintu keluar langsung bisa dikembalikan kartunya, uang anda pun meski sisa 1000 rupiah juga dikembalikan kok.
  3. Trus promosinya ciputra itu kan dapat free makanan + minuman, saya sempat mikir ‘wah enak dong dapat minum, jadi ngga usah bawa minum’. Ternyata sampai sana dapatnya cuma 1 MINI pop mie + 1 GELAS air minum (220ml). Bener2 mengecewakan :( , jadi kalau memang kurang terpaksa beli lagi disana.
  4. Sudah tersedia pelampung (rompi buat anak2),  mestinya gratis, tp kalau mau pinjam harus deposit 25 ribu ditempat top up kartu. Kalau untuk ban besar sih ada banyak, jangan kuatir kehabisan, tapi ngga tau lagi kalau rame banget yah. Soalnya bannya tidak disatu tempat aja, di tiap2 sudut selalu ada, ada ban yang buat 1 orang, ada yang bisa 2 org sekaligus (cukup besar bannya), saya rasa untuk anak 4 tahun keatas, itupun badannya yg agak besar
  5. Kalau bisa perginya pagi, jam 10 (baru buka) sudah sampai sana, karena kalau siang panas banget, itupun saya rasa sudah cukup panas. Kalau sore sih boleh,  tapi sayang juga mainnya cuman sebentar trus rame juga disana.
  6. Jangan lupa pakai SUNBLOCK, untuk menghindari iritasi kulit.

Pikiran saya itu kolam renangnya cuma disatu tempat lalu saya bisa motret2 dulu baru ikutan renang, ternyata benar2 diluar dugaan, kalau kolamnya besar banget sampai ngga kelihatan, jadi terpaksa saya langsung turun ikutan renang. Saya dengan kimberly ke kolam arus, sedangkan mama dengan Justin di kolam anak

Kolam arusnya sih cukup panjang, kalau ngga pakai ban pasti capek renangnya, trus kedalamannya kira2 1 meter saja, disana semua kolam dibuat hanya untuk bermain, bukan untuk berenang, jadi kedalamannya yang paling dalam yang kolam arus, jadi orang yang ngga bisa renangpun bisa kesana main air. Mau pakai baju sambil renang ngga pa2, asalkan tidak main slide (plurutan), dikawatirkan bisa merusak alatnya.

Foto diatas dimana saya dan kimberly bermain di kolam bagian anak2 batita atau mungkin balita, nama kolamnya kalau ngga salah bagian west (barat) pool, karena anak saya kalau bermain yang di plurutan besar dia ngga berani, jadi saya ajak kesini dan photo2 sebentar disana.

Permainannya cukup asyik untuk anak yg suka bermain air, cuma sayangnya kalau mau naik2 ke permainannya TIDAK BOLEH didampingi orang dewasa, jadi mungkin kalau batita ngga bisa main sih, cuma bisanya main kecek2 aja, makanya itu kenapa anak dibawah 80cm gratis, saya rasa anak yg dibawah 80 cm ngga mungkin bisa menikmati permainan itu.

Foto diatas juga masih sama tempatnya, hanya backgroundnya aja yang ambilnya beda

Ini contoh pelampung rompinya yg kecil, saya rasa pakai pelampung disini cukup perlu untuk yg jarang berenang atau yg sering dilepas, sebab kadang bisa terjatuh, tengelam sih tidak cuma muka kadang bisa masuk air akhir terminum dan nangis jerit2.

Yah mungkin sekian dari pengalaman saya yang baru pertama kali ke Ciputra Waterpark, semoga artikel ini bermanfaat. Kalau mau lihat lebih foto2nya anak saya bisa dilihat di blognya Kimberly

Oleh: Danny Prijadi | Rabu, 2 Desember 2009

Liburan di Jakarta (Dufan, Seaworld) dengan anak2

Hari Kamis, 26 November, 1 hari sebelum Idul Adha, sebulan sebelumnya kita sudah berencana untuk liburan ke Jakarta sampai dengan 29 november kemarin. Karena anak kami baru 3 tahun lebih dan satunya masih 1 tahun lebih, harapan kami smoga saja tidak ada masalah (umumnya sakit) waktu mendekati hari H-nya.

Tidak terasa waktu tinggal 1 minggu, setiap kali baca status teman2 di facebook, katanya jakarta hujan melulu, banjir dimana-mana. Tiap hari selalu ada status yg mengatakan kalau jakarta hujan, kita sempat bimbang mau pergi atau tidak, kami cuma bisa berdoa saja supaya pada waktu itu cuaca baik dan tidak ada yang sakit.

Tiap malam saya hanya bisa berdoa, berharap agar mulai 26-29 nov cuaca di Jakarta tidak hujan dan smoga tidak ada yang sakit, karena tidak ada yang bisa memastikan kapan adanya hujan, kapan datangnya penyakit, jadi semua rencana ini saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan.

Kenyataannya 3 hari sebelum keberangkatan, dimulai dari Justin (anak ke 2) mendadak flu, hidung terus mbeler, lalu besoknya kimberly batuk2 semalaman (untung tidak panas) dan pengasuhnya yg mau diajak tiba2 sakit mual2, demam, padahal besoknya sudah mau pergi, tiket sudah dipesan, hotel juga sudah bayar. Istri juga sempat pusing, hampir saja mau dibatalkan rencananya, saya sendiri juga pusing mikirin ini sampai asam lambung kumat.

Akhirnya, mau tidak mau, saya langsung antar susternya ke UGD untuk berobat. Setelah itu agak enakan, eh besok paginya sekitar jam 5 saya dibangunin sama istri kalau pengasuhnya masih muntah2, langsung aja tanpa pikir panjang segera saya beli obat anti muntah, untung aja habis minum itu sudah enakan dan kimberly sendiri juga agak enakan, meski ada batuknya sedikit2. Justin juga sama.

Pengalaman naik pesawat bersama Lion Air 737-900ER (Surabaya – Jakarta)

Karena ini pertama kali kimberly dan justin menaiki pesawat, dia kelihatan begitu excited, tiap kali bilangnya mau naik aeroplane…. sedangkan yang kecil sengaja ditidurkan lagipula memang waktunya tidur siang, takutnya nanti di pesawat rewel.

Saya tidak tahu mengapa, untuk berangkat dan pulang, jadwal penerbangannya selalu di delay sekitar 1 jam, alasannya selalu karena operasional, mungkin kalau saya kira, alasan mengapa Lion Air selalu didelay, penumpangnya tidak penuh sehingga digabungkan dgn penerbangan berikutnya, supaya selalu full flight (kenyataannya memang full flight). Kami dapat tempat duduk yang paling belakang sendiri no 37 (minta depan dibilang full flight), jumlah tempat duduknya dikanan 3, dikiri juga 3. pewatnya tipe boeing 737-900ER yang dibilang katanya pesawat baru.

Menurut saya ya standart aja pesawatnya, dibilang jelek juga tidak, bagus juga ngga, kalau saya sarankan minta tempat duduk jangan dibelakang, karena suaranya bising banget lalu sandaran kursi tidak bisa disandarkan dan juga kalau pesawatnya masuk awan dan goyang, dibelakang lebih terasa keras goyang, sampai2 kimberly mukanya pucat, untung aja tidak muntah, org dewasa spt saya gini aja sudah pusing.

Untung aja waktu pulang dapat tempat duduk yang tengah no 17 (dibagian sayap), suara bisingnya tidak terlalu berisik, dan goyangnya juga tidak terlalu keras.

Hari pertama, setelah sampai jakarta

Kami dijemput oleh saudara disana, tapi cuma sopir saja sih, memang disengaja sebab kita ber 5, belum lagi barangnya pasti banyak, jadi kalau ada yang jemput pasti cukup tempatnya :)
Perjalanan dari bandara sukarno Hatta ke Hotel Mercure-Ancol (letaknya dikawasan Ancol) tidak terlalu jauh sih, sekitar 20km dari bandara, untungnya ya ngga terlalu macet juga, juga tidak hujan, padahal kata supirnya sebelum saya datang tadi sudah hujan deras, dan kemarin2nya juga hujan terus di jakarta.

Setelah sampai hotel (sekitar jam 2 pm lebih), anak-anak langsung ditidurkan, sedangkan saya hunting dulu dari mercure ke dufan dan ke seaworld (jalan kaki oei), karena takutnya kalau tidak dihunting dulu bisa nyasar2, tambah cepat capek.

Setelah hunting kira 1 jamman, pertama dari mercure sampai ke pintu masuk dufan ditempuh 8 menit (jalan biasa ukuran org dewasa) kalau sama anak2 bisa 10 menit. Foto kiri diatas itu adalah view dibelakang mercure atau bisa juga dibelakang dufan, kalau mau naik kapalnya, perkapal 80ribu belum dinego, katanya 1 kapal bisa 8 orang an, bakal diajak keliling ke pantai marina yang kelihatan gedung tinggi dibelakangnnya (20 menitan lah perjalanan), kami ngga naik sih, cuma tanya2 doang, lalu saya sharing disini.

Lalu dari mercure ke seaworld, kira2 11 menit jalan org dewasa, kalau sama anak2 bisa 15 menit, kelihatannya cepat yah, tapi kalau hawanya panas terasa lama seperti ngga sampai2 loh, apalagi kalau ngga tau jalan bisa terasa capek. Foto kanan diatas itu foto seaworld sekitar mau jam 6 sore, sudah tutup, ini tampak samping, masuknya mesti mengelilingi lagi sebentar, ntar fotonya ada dibawah. lanjutin aja bacanya.

Saya sarankan kalau mau berpergian di kawasan ancol, download petanya dulu di websitenya ancol lalu print, biar nanti ngga kesasar dan bisa direncanakan mau kemana dulu.

waktu malamnya ini yang susah, terutama cari tempat makan, kalau org dewasa sih masih gampang, tapi kalau buat anak2 ini yang agak repot. Di hotel ada sih, tapi harga soto ayam bisa Rp 60 ribu hehehe, dapat 10 porsi disini :) , tapi disekitarnya ancol ada kok, cuma pilihannya ngga banyak

Untungnya di hotel juga ada playground, jadi anak2 juga bisa bermain disana dan tidak bosen di hotel, jadi setelah bangung tidur, kami cari makan di dekat sana lalu pulang hotel mainan di playground, berikut ini foto2nya

Hari kedua 27 nov, pergi seaworld

Karena saya sudah hunting dan sudah tahu jalannya, kami pastikan untuk jalan kaki dari hotel ke seaworld, tapi anak2nya naik kereta dorong (stoller), untungnya saya bawa 2, bener2 berguna loh stoller, kalau ngga mau pakai bisa ditaruh barang2.

Setelah sampai disana ternyata masih tutup, karena hari idul adha maka bukanya jam 11 am, saya datangnya jam 10.30 am, jadi sambil nunggu saya fotoin kimberly, ini nih fotonya:

Foto diatas adalah pintu utama seaworld dan foto sebelahnya adalah tempat pembelian tiket dan foodcourt, yang ada lampu hijaunya itu pintu masuknya yg menggunakan tiket.

Setelah sudah boleh masuk, ternyata ramai juga loh seaworld, padahal cuma lihat ikan2 doang hahaha…mungkin yang membuat tertarik adalah eskalator berjalannya itu sambil lihat ikan2 diatasnya, tapi kalau saya bilang seaworldnya jakarta ini ngga besar2 amat loh, didalam cuma ada beberapa aquarium, foto diatas yang bersama saya itu aquarium terbesar dan kirinya adalah kolam sentuh “touch pool” disitu banyak kura2 besar, lalu masuk terowongan, dah gitu aja, mungkin 10 menit sudah tuntas semua lihatnya.

Setelah dari seaworld, kembali ke hotel untuk tidur siang, memang kita sengaja gituin biar tidak terlalu capek dan bisa bener2 enjoy liburan. Setelah bangun tidur kita rencana masuk kota ke Plaza Indonesia lalu kalau sempat ke Grand Indonesia juga.

O yah sekedar info, kalau mau menginap di mercure, karena itu kawasan ancol jadi tiap masuk harus bayar, untuk tamu hotel mercure, setiap hari karena saya tinggalnya 1 kamar untuk 2 org, diberi 2 tiket free pass masuk (untuk orang) dan 1 tiket untuk kendaraan (bisa ditukar yg untuk orang), selebihnya harus bayar rp 13000/org, anak 2 tahun ngga dihitung sih.

Nah selama perjalanan ke Plaza Indonesia, kami menggunakan taxi blue bird (yang memang didominasi di kawasan mercure) dan lewat jalan tol (biaya masuk tolnya Rp6500), buka pintu taxi, start awal Rp6000 dan kalau saya perhatikan kira2 100meter = rp300, waktu itu saya ke plaza indonesia habisnya rp80000 termasuk tol, untungnya tidak macet sama sekali, perjalanan ditempuh kira2 25 menit.

Saya lihat Surabaya tidak ada apa2nya dengan Jakarta, bedanya seperti bumi dan langit….bukannya jelekin kota sendiri loh. Tapi saya akui kota pusat Jakarta sudah hampir menyamai Singapore, bedanya kalau di Singapore selain banyak malnya, jalanannya bersih, udara bersih, tidak panas, tidak kotor, bisa santai2, pemandangan juga bagus, tapi barangnya lebih mahal dan masalah komplit saya rasa jakarta lebih komplit.

Kalau jakarta pusat, saya lihat mall sudah banyak, cuma kalau dibuat jalan2 disekitarnya rasanya masih ngga bisa deh, masih terasa kotor, panas, banyak asap, debu, tapi kalau sudah di mall sudah terasa nyaman, barang2 komplit.

Makanan di Jakarta juga termasuk mahal, kami makan difood court, rata2 harganya diatas Rp25000, padahal kalau disurabaya untuk kelas foodcourt sekitar Rp15 ribuan.

Foto diatas kiri diambil di Plaza Indonesia, karena mendekati natal maka dihias seperti ini, mestinya ada santa clausenya, ngga tahu bayar berapa, saya ambil foto dari pinggirnya aja :) , sedangkan miniapolis itu juga ada di Plaza Indonesia, permainannya lumayan bagus tapi harganya not OK, 70 ribu sepuasnya, plus kartu 10 ribu, dan kalau pakai pendamping bisa tambah 30 ribu, itu untuk bermain yang hideout (foto bawah), ada juga yang naik kereta, keretanya keliling miniapolis, relnya ya yang di ubin itu, jadi keretanya jalan disitu, ini aku lupa harganya berapa, 40rb kalau ngga salah, masih ada yang lain, kira2 4 macam lagi deh kalau ngga salah.

Hari ke tiga 28 nov, pergi Dufan

Selama 2 hari tidur di jkt, kami tidak merasakan adanya hujan sedikit pun, mungkin memang sudah diatur sama Tuhan yah…Tuhan memberkati keluarga kami.
Sekitar jam 10 pagi kami berangkat jalan kaki ke dufan, dibilang capek juga ngga sih, untungnya masih ada pohon2 rindang. Tiket masuk dufan waktu itu rp 120 ribu, tapi karena saya punya free pass discount 50%yang saya download dari internet, waktu itu dufan memang lagi promosi, jadi lumayan murah cuma 60 rb x 3 orang, anak kami tidak dihitung karena masih dibawah 1 meter. Berikut ini foto2 waktu mama antriin tiketnya:

Foto diatas ini adalah foto sudah di area dufan tapi belum masuk, foto kanan bawah itu pintu masuknya kalau sudah membeli tiket.

Waktu didalamnya dufan, pertama kali yang dimainkan adalah naik kuda

Saya pikir kalau cuma naik kuda, untuk anak2 umur 3 tahun kan sudah bisa, tapi ternyata bagi saya pusing juga muter2, padahal itu baru pelan, belum lagi seperti tornado, poci2, dll bisa muntah2 pasti, kimberly ini aja naik itu sudah pucat semua mukanya. Jadi begitu selesai naik itu, kami langsung makan yang didekat situ, kebetulan dekat super bento (makanan masakan jepang), lumayan sih rasanya….pokoknya masih bisa dimakan.

setelah makan langsung main yang di danau naik kapal, saya yg setir, kimberly disebelah bawa tembaknya, dan justin saya pangku, naik ini harus bayar lagi 20 ribu, jadinya ngga perlu antri panjang2.

Setelah itu jalan lagi ada sepeda roda 3, tapi sumbu ash yg depan tidak center, jadi jalannya tidak bisa mulus rata gitu, naik ini juga mesti bayar 10 ribu.

Mestinya mau naik bombom car, tapi ada minimum tingginya 125 cm, jadi kimberly tidak bisa. Akhirnya kita jalan lagi foto2 bentar di area panggung dufan

Lalu foto lagi dengan iconnya dufan dan didepan istan boneka, kalau ngga salah iconnya dufan itu monyet laki dan perempuan ya? Sayangnya waktu itu istana boneka tidak beroperasi karena lagi direnovasi.

Setelah itu lanjut jalan lagi, cari yang bisa dimainin, kita coba rumah kaca dan rumah miring

Foto diatas kiri yang ada gambar 2 rumah itu adalah rumah miring, jadi kalau masuk situ semua serba miring, hati2 terpeleset, kadang pusing juga kalau masuk situ, masuknya dari rumah merah keluarnya rumah hijau.

Foto sebelah kanan itu semestinya view lumayan bagus, cuma motonya agak sulit, atapnya kayu coklat gelap juga banyak orang lewat lalu lalang

Sedangkan foto dibawah itu adalah foto terakhir di dufan, sebelum keluar kami makan hotdog dulu, tuh yg warna kuning tmptnya, lumayan sih buat ganjel perut, kalau mau beli minum disebelahnya ada jual, tapi ingat tiap tokok ngga sama harganya, saya beli botol besar yang 1 Lt cuma 4 ribu, ada tokok yang jual 4 ribu botol 500 ml, sedangkan 1 Lt nya 6 ribu.

Setelah itu kami pulang hotel lalu mandi2 bentar, pikirnya mau tidur siang, tapi nyatanya kimberly ngga bisa tidur, akhirnya kita naik taxi lagi pergi ke Senayan City, karena di hotel ada fasilitas internet, kita searching di internet cari mal yang ada fasilitas mainan anak2, ternyata senayan city merupakan pilihan kami.

karena sudah pengalaman sehari naik taxi blue bird, maka kita naik lagi pakai taxi itu, ternyata tidak semua taxi blue bird itu punya sopir yang pengalaman. ceritanya begini:

Pengalaman yang tidak mengenakkan menggunakan Taxi Blue Bird di Jakarta

Pertama masuk, saya disambut ramah oleh supir taxi, saya lihat foto dengan orangnya sama, taxinya bersih type toyota vios yang baru. Ternyata mau keluar dari ancol saja dia muter2, dia bilang katanya disitu ada jalan keluarnya karena kalau lewat yang satunya mau masuk tol harus muter…..kenyataannya jalan keluarnya tidak ada sama sekali, jadi terpaksa muter lagi sampai saya dan istri saya marah. akhirnya dia akui kalau dia salah dan argonya distop begitu ketemu pintu keluarnya ancol (balik Rp 6000)

Lalu kita lewat tol, jalanan tol tidak macet sama sekali, kita pergi hari sabtu, macetnya cuma waktu masuk tol saja, kira 15 menittan, ya anggap saja menikmati macetnya jakarta. setelah masuk tol jalanan lancar sekali sampai sudah ditengah kota, akhirnya begitu dikota, taxi ini kelihatannya kayak ragu2, mau menggok atau tidak….pokoknya kelihatan kalau ngga tau jalan, sampai masuk ke perumahan segala, wah saya sampai marahin bolak balek, akhirnya saya juga buka peta, saya tanya ini jalan apa, dia jawab tidak tahu….

Akhirnya singkat cerita setelah sampai gelora bung karno, sopir itu juga masih bingung, padahal kalau saya lihat peta harusnya sudah dekat jalan Asia Afrika, dan argonya sudah mencapai 97 ribu, akhirnya waktu pembayaran saya bilang, tidak mau kalau suruh bayar full, dia bilang bayarnya terserah saya, karena dia bilang kalau dia tidak berniat bohongi, memang dia yang tidak tahu jalan. akhirnya saya cuma kasih dia 60 ribu, waktu saya sudah tersita 1.5 jam padahal seharusnya bisa cuma 40 menit (termasuk macet mau masuk tol). Soalnya waktu pulangnya cuma 25 menit.

Hari ke tiga 29 nov, hari terakhir

Hari ke 3 kita sudah tidak ada rencana, jadi sebelum pulang malemnya kita foto2 di hotel, inilah suasana kamar kami hehehe, acak2kan, maklumi soalnya bawa anak2

Kamarnya sih cukup besar, ini type kamar yang deluxe 2 ranjang, 1 ranjang ada 2 susun, saya beber semua jadi bisa 4 ranjang, cukup besar loh sampai sisa2, saya kira untuk 8 orang bisa loh masuk, depannya ranjang masih ada jalan luas buat lari2. lemari bajunya yang disbelah lorong itu, dan dibelakangnya langsung wastafel, lemari baju juga bisa dibuka dari belakang, lalu kamar mandinya cukupan, cuma closet dan bathtub.

Ini pemandangan dari gedung lantai 5, bukan dari kamar loh,  kalau dari kamar bisa sih kelihatan gini tapi ngga semuanya. saya rasa kolamnya cukup bagus, ada mainan slidenya yang cukup panjang.

Sudah yah, sampai sini dulu, kalau ada pengalaman lain ntar bisa disharing lagi.

Oleh: Danny Prijadi | Rabu, 18 November 2009

Jocelyn Prijadi lahir 4 bulan lagi

Hari Senin kemarin, istri saya memasuki bulan ke 5 di masa kehamilannya yang ke-3. Sebelum itu tiap kali kami ke dokter, saya selalu tanyakan jenis kelaminnya apa dan sehatkah bayinya, sang dokter cuma bilang kalau ini jantungnya, tangannya, kakinya, sambil menunjukkan di layar TV USGnya. Tapi masih belum mau bicarakan jenis kelaminnya.

selengkapnya lihat di blog barunya The House of Jocelyn

Oleh: Danny Prijadi | Rabu, 18 November 2009

Akhir 2009 emas LM tembus 1200/troy ounce

Waktu tgl 19 june 2009 saya baca artikel dari kompas, sudah bisa diprediksi emas bakal tembus 1200 yang pada waktu itu berkisar 930/troy ounce.

Baru2 ini saya baca artikel lagi dari kompas yang mengatakan bakal menembus 1200 di akhir tahun 2009, berikut artikelnya:

Sejak krisis finansial meletup tahun lalu, harga emas terus bersinar dan rajin mengukir rekor-rekor baru. Melihat pemulihan ekonomi global yang belum menunjukkan titik terang, para analis memperkirakan harga emas bakal menembus 1.200 dollar AS per troy ounce di akhir 2009.

Bukan cuma investor ritel yang terpikat cahaya kemilau si kuning. Bank sentral di sejumlah negara pun ikut memburu emas dan menjadikannya sebagai cadangan devisa. Setelah India memborong emas 200 ton, kini giliran Mauritius yang akan membeli 2 ton emas dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Pemicunya adalah, nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) yang terus melempem. Dua hari lalu (16/11), indeks dollar AS menyentuh titik terendahnya tahun ini di 74,89.

Herry Setyawan, Analis Indosukses Futures bilang, pelemahan the green back membuat investor panik dan cepat-cepat menukar dollar mereka ke aset lain. “Makanya bank sentral sejumlah negara mengalihkan cadangan devisa mereka dari dollar AS ke emas,” kata Herry, kemarin (17/11).

Penguatan harga emas juga didorong naiknya harga komoditas lain, seperti minyak dunia dan minyak sawit mentah. Dengan berbagai faktor pendorong itu, Analis Asia Kapitalindo Ibrahim,memperkirakan, dalam waktu dekat harga emas bisa menyentuh 1.150 dollar AS per troy ounce.

Apalagi, lanjut dia, krisis ekonomi belum segera pulih. “Di AS ada 480 bank yang tak sehat. Dari jumlah itu, baru 49 bank yang dilikuidasi. Sehingga memicu kekhawatiran pasar,” kata Ibrahim.

Herry meramal, harga emas bisa menjejak 1.200 dollar AS per troy ounce. “Cadangan emas dunia juga perlu diperhatikan mengingat permintaan emas terus mengalir,” kata dia.

Sampai pukul 21.00 WIB kemarin, harga emas pengiriman Desember 2009 di Divisi Comex NYMEX mencapai 1.132 dollar AS. Sejak awal tahun harganya sudah naik 27,16 persen. (Sandy Baskoro/Kontan)

Tulisan Sebelumnya »

Kategori