Oleh: Danny Prijadi | Sabtu, 20 Desember 2008

Perlukah mengenalkan huruf pada usia anak dibawah 2 thn


Sebelum usia 2 tahun, perlukah anak diajarin untuk mengenal huruf. Sebelum saya menjelaskannya, mari kita tanya pada diri kita sendiri, apa tujuan kita mengajari anak untuk mengenal huruf, apakah supaya cepat belajar membaca atau untuk dipamerkan pada saudara/teman/tetangga.

Sebenarnya anak usia 2 tahun tidak hanya bisa membaca huruf tapi juga bisa membaca kata-kata apalagi sekarang banyak metode yang mengajarkan anak membaca di usia dini. Tetapi menurut penjelasan Kathy H Passeks, dalam bukunya yg berjudul “Even Einstein did not learn a flash card” menjelaskan bahwa otak pada anak usia dini itu berkembang sangat pesat, jika anak dapat mengembangkan kreatifitasnya maka syaraf kreatifitasnya yang akan berkembang dan rasa ingin tahunya tinggi, kalau syaraf kreafitasnya lemah maka rasa ingin tahunya juga lemah. Oleh sebab itu, mengajarkan anak berkreatifitas jauh lebih penting agar syaraf-syaraf kreatifnya bisa tumbuh sempurna, hal ini ditandai dengan rasa ingin tahunya si anak semakin besar, setelah itu baru anak diajarin ‘membaca’ untuk memenuhi rasa ingin tahunya itu. 

Oleh sebab itu kalau kita perhatikan pendidikan di negara-negara maju, yang lebih diutamakan adalah kratifitasnya melalui kegiatan bermain dan berkomunikasi, baru setelah itu diperkenalkan membaca, menulis dan berhitung di usia 7 atau 8 tahun.

Belajar tidak harus dihubungkan yang bersifat akademis, tapi bisa belajar mengenal siapa dirinya dan mengenal apa yang ada disekitarnya melalui panca inderanya. Begitupun juga menulis, anak perlu melalui  tahapan untuk  mengembangkan ketrampilan jemarinya. Karena itu kegiatan seperti mencoret-coret, merobek/meremas kertas, menuang air/pasir, menempel, menggunting, mewarnai, merakit mainan, menyusun puzzle, menggambar garis lurus/lengkung/lingkaran/segiempat/segitiga dll sangatlah penting untuk sampai ke tahap ‘menulis’.

Jadi kesimpulannya, anak seusia 2 tahun tidak harus mengerti huruf ataupun membaca, gunakanlah waktu ini untuk bermain dan interaksi dengan orang, kalau memang ingin mengjarkan anak untuk mengenal huruf juga tidak ada salahnya asalkan jangan dipaksakan, usahakan cara mengajarnya sambil bermain, jangan terlalu serius seperti kalau kita di sekolah dulu. Saya akan menjelaskan pengalaman saya cara mengenalkan huruf pada anak usia dibawah 2 tahun di artikel selanjutnya.

Sekedar informasi yang bisa ditambahkan

Bsiakah adna mebmaca tluisan ini? Menruut pneeliitan di seujlmah unveirstias Igngris, mnausia msaih dpaat mebmaca klamiat msekpiun susnuan ktaa di orbak-abirk tdiak krauan. Inityna aldaah huurf pretmaa dan hruuf treahikr hraus bnear. Hal ini kraena oatk mnausia sebnearnya tdiak mebmaca hruuf per hruuf mleanikan per ktaa. Ktaa yagn dibcaa aakn ditrejmeahkan seacra golabl, sehnignga msaih dpaat diabca.

Hal ini sudah diuji kepada beberapa orang dan keakuratannya sekitar 98% dimana orang masih bisa membaca walaupun susunan huruf diobrak-abrik tidak karuan.

Akan tetapi jika anda kesulitan dalam membaca kalimat diatas, kemungkinan kinerja otak-kiri dan otak-kanan anda kurang seimbang. Untuk bisa membaca tulisan tersebut diperlukan kemampuan otak kanan yang dominan.

About these ads

Responses

  1. Terima kasih atas komentarnya agungndaru, salam kenal juga

  2. nice article i love it. salam kenal.

  3. hi dan, cek telaten e km nulis diary nya anak2 :) seneng bacanya.. kl belajari anak huruf di usia dini perlu juga ya, meskipun keliatannya blm ngerti tp mereka ternyata bisa menyerap. kl aq ga set goal harus umur brp da bisa mengenal huruf. kl mereka kayaknya ready ya baru kita ajarin, ga intense, kadang2 kl mereka mood, lg bermain, dll krn tiap anak beda &v nanti mereka pasti bisa2 sendiri :)

    • betul, memang anak ngga boleh dipaksa apalagi tiap anak karakternya beda2, lagian kalau si anak sudah sekolah pasti bisa dengan sendirinya, yang terpenting di usia balita adalah bermain dan interaksi dengan orang. cuma kadang bingung juga nih mau bermain apa, soalnya kalau mainnannya sudah habisdan bosen larinya pasti nonton tv, jadi aku pikir daripada nonton lebih baik bermain huruf secara tidak lsg juga belajar huruf.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: