Oleh: Danny Prijadi | Senin, 19 Januari 2009

Gangguan Komunikasi pada Anak


Gangguan Komunikasi pada Anak

Adi berusia 2 tahun dan masih belum bisa berbicara. Dia dapat mengatakan beberapa kata, namun dibandingkan teman sebayanya , menurut anda adi jauh ketinggalan. Anda mengingat bahwa kakaknya dapat merangkai kalimat yang benar pada usia yang sama. Beberapa anak memang ada yang lebih cepat berjalan atau lebih cepat berbicara, berharap bahwa adi akan bisa berbicara lancar apabila terus dilatih maka anda menunda untuk meminta bantuan profesional.

Kasus ini adalah kasus yang umum kita temukan di kalangan orangtua yaitu kasus anak terlambat berbicara. Banyak orang tua ragu untuk mencari bantuan karena mereka berusaha meyakinkan diri mereka bahwa anak nanti juga akan bisa berbicara. Mengetahui apa itu normal dan yang tidak di dalam perkembangan berbicara dan bahasa anak dapat membantu anda untuk lebih teliti memperhatikan apakah anak berada dalam jalur yang benar.

Perkembangan Bicara dan Bahasa yang Normal

Sangat penting untuk mengerti perkembangan bicara dan bahasa pada anak anda. Terkadang sulit untuk membedakan apakah anak hanya imatur di dalam kemampuannya berkomunikasi atau anak memiliki gangguan yang membutuhkan bantuan profesional.

Perkembangan berbicara dan bahasa anak adalah:

  • Sebelum 12 bulan : Mengoceh atau ‘babbling’ adalah tahap awal dari perkembangan berbicara. Apabila bayi beranjak besar (sekitar 9 bulan), mereka mulai untuk menggunakan nada yang berbeda-beda untuk berbicara, berkata ‘mama’ dan ‘dada’ (tanpa mengerti artinya). Sebelum usia 12 bulan, anak mulai tertarik pada suara.
  • Usia 12-15 bulan : Anak pada usia ini memiliki variasi babbling mereka dan minimal 1-2 kata yang dimengerti sudah dikeluarkan (tidak termasuk ‘mama’ dan ‘dada’) . Anak usia ini sudah dapat mengerti dan mengikuti petunjuk tunggal (seperti: “Tolong berikan saya mainan itu”) atau mengerti perintah dan sedikit pertanyaan (contoh : Mana hidungmu?)
  • Usia 18-24 bulan : Anak sudah memiliki sekitar 20 kata pada usia 18 bulan, dan sekitar 50 kata atau penggalan kata pada usia 24 bulan. Pada usia 24 bulan, anak harus belajar mengkombinasikan 2 kata seperti “Susu sapi”. Usia 2 tahun seharusnya juga sudah dapat mengikuti 2 macam perintah (seperti : “Tolong ambilkan mainan itu dan bawakan saya gelasmu”)
  • Usia 2-3 tahun : Koleksi kata-kata anak sudah meningkat, dapat mengkombinasikan 3 atau lebih kata menjadi kalimat, mengerti berbagai macam perintah, dapat mengidentifikasikan warna dan mengerti konsep deskriptif (contoh : besar vs kecil)

Apa yang dimaksud dengan gangguan komunikasi?

Yang dimaksud dengan gangguan komunikasi meliputi berbagai lingkup masalah yaitu gangguan bicara, bahasa, dan mendengar. Gangguan bahasa dan bicara melingkupi gangguan artikulasi, gangguan mengeluarkan suara, afasia (kesulitan menggunakan kata-kata, biasanya karena memar atau luka pada otak), dan keterlambatan di dalam berbicara atau berbahasa. Keterlambatan bicara dan bahasa tergantung dari beberapa penyebab, termasuk di dalamnya adalah faktor lingkungan atau gangguan pendengaran.

Berapa banyak anak memiliki gangguan komunikasi?

Gangguan bicara pada anak adalah salah satu kelainan yang sering dialami oleh anak-anak dan terjadi pada 1 dari 12 anak atau 5 – 8 % dari anak-anak presekolah. Hal ini mencakup gangguan berbicara (3%) dan gagap (1%). Konsekuensi yang diambil pada gangguan wicara yang terlambat ditangani adalah perubahan yang signifikan dalam hal tingkah laku, gangguan kejiwaan, kesulitan membaca, dan gangguan prestasi akademik termasuk penurunan prestasi di sekolah sampai drop-out. Sampai saat ini, gangguan bicara pada anak merupakan masalah yang sulit terdeteksi pada pusat pelayanan primer.

Gangguan pendengaran bervariasi sekitar 5% dari anak usia sekolah dengan level pendengaran di bawah normal. Dari jumlah ini, 10-20% memerlukan pendidikan khusus. Sekitar 1/3 dari anak yang memiliki gangguan pendengaran, bersekolah di sekolah biasa, 2/3 dari mereka memasuki pendidikan khusus atau sekolah luar biasa untuk tuna rungu.

Apa penyebab gangguan komunikasi?

Banyak gangguan komunikasi muncul dari kondisi lain seperti gangguan pembelajaran, cerebral palsy, retardasi mental, atau sumbing bibir dan palatum. Anak dengan keterlambatan bicara memiliki gangguan pengucapan, yang berarti terdapat komunikasi tidak efektif pada area otak yang bertanggungjawab untuk berbicara. Anak dapat mengalami kesulitan di dalam menggunakan bibir, lidah, dan rahang untuk memproduksi suara. Tidak mampu berbicara dapat merupakan masalah satu-satunya atau dapat diikuti dengan masalah lainnya seperti kesulitan menelan. Keterlambatan berbicara dapat mengindikasikan keterlambatan perkembangan.

Gangguan pendengaran umumnya berkaitan dengan keterlambatan berbicara, bila anak memiliki gangguan pendengaran, dia juga dapat memiliki gangguan mengerti pembicaraan dan gangguan menirukan dan menggunakan bahasa. Gangguan pendengaran terbagi atas gangguan pendengaran parsial dan ketulian total. Ketulian dapat didefinisikan sebagai kesulitan berkomunikasi secara auditori atau memerlukan alat bantuan berupa amplifikasi. Terdapat 4 tipe dari gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran konduktif yang disebabkan penyakit atau sumbatan pada liang telinga maupun telinga tengah, biasanya dapat dibantu dengan hearing aid. Gangguan pendengaran sensorineural terjadi Karena kerusakan pada sel rambut sensori dari telinga dalam atau kerusakan dari saraf telinga, umumnya tidak dapat dibantu dengan hearing aid. Gangguan pendengaran campuran yaitu kombinasi gangguan dari telinga luar atau telinga tengah, dan telinga dalam. Gangguan pendengaran sentral yang berasal dari kerusakan saraf atau otak.

Apa karakteristik dari anak-anak dengan gangguan komunikasi?

Bayi yang tidak berespon dengan suara atau tidak bisa’bubbling’ atau mengoceh merupakan hal yang perlu diperhatikan. Pada usia 12-24 bulan, perhatian lebih perlu diberikan pada anak dengan :

  • Tidak dapat menggunakan bahasa tubuh seperti menunjuk atau melambai pada usia 12 bulan
  • Memilih bahasa tubuh dibandingkan vokalisasi untuk berkomunikasi pada usia 18 bulan
  • Memiliki kesulitan menirukan suara atau kata pertama tidak muncul pada usia 18 bulan


Pada anak usia lebih dari 2 tahun, anda harus mencari bantuan apabila :

  • Hanya dapat mengulang kata atau suara tanpa mampu menghasilkan kata atau kalimat sendiri
  • Hanya mengucapkan beberapa kata atau suara berulang-ulang
  • Tidak dapat mengikuti petunjuk sederhana
  • Memiliki suara yang tidak biasa (suara hidung)
  • Lebih sulit dimengerti dibandingkan sebayanya, orangtua dan pengasuh sebaiknya mengerti separuh dari yang diucapkan anak pada usia 2 tahun, sekitar ¾ dari yang diucapkan pada anak 3 tahun, dan pada usia 4 tahun, anak anda seharusnya sudah dapat dimengerti seluruh kata-kata yang dia keluarkan

Anak dengan keterlambatan bicara dan bahasa memiliki berbagai karakteristik termasuk ketidakmampuan untuk mengikuti petunjuk, lambat dalam berbicara, kesulitan artikulasi, dan kesulitan dalam membuat kalimat.

Gagap adalah gangguan dalam berbicara atau lambat di dalam berbicara, umumnya muncul antara usia 3-4 tahun dan dapat berkembang menjadi kasus yang kronik apabila tidak ditangani secara adekuat. Gagap dapat secara spontan menghilang pada usia remaja, namun terapi bicara dan bahasa sebaiknya dilakukan sebelumnya.

Anak dengan kemungkinan gangguan pendengaran dapat muncul dengan kurangnya kemampuan pendengaran, perlunya pengulangan pertanyaan sebelum dapat menjawab yang benar, berbicara dalam kata-kata yang kurang tepat, atau mengalami kebingungan dalam diskusi. Deteksi dan diagnosis dini gangguan pendengaran sebaiknya segera dilakukan dan ditangani dengan segera.

Apa yang harus dilakukan pada anak dengan gangguan komunikasi?

Apabila anda atau dokter anak anda mencurigai adanya gangguan komunikasi, maka evaluasi dini oleh profesional sebaiknya segera dilakukan. Suatu evaluasi yang dilakukan oleh ahli patologi bicara dan bahasa diantaranya adalah melihat kemampuan berbicara dan berbahasa anak anda menggunakan tes dan skala yang sudah distandarisasi. Ahli patologi tersebut juga akan mengamati apa yang anak mengerti, apa yang anak dapat katakan, komunikasi bahasa tubuh seperti menunjuk, menggeleng, dan status oral-motor anak (bagaimana bentuk bibir, lidah, langit-langit mulut, apakah mereka dapat bekerjasama di dalam berbicara, makan, dan menelan).

Apabila ahli tersebut menyatakan bahwa anak anda memerlukan terapi bicara maka keterlibatan orangtua sangat berperan. Suatu tim yang terdiri dari guru, terapis bicara dan bahasa, audiologis, dan orangtua diperlukan untuk menangani gangguan komunikasi pada anak. Amplifikasi mungkin dibutuhkan pada anak dengan gangguan pemdengaran. Anak yang tidak dapat dibantu dengan hearing aid memerlukan terapi yang dini, seperti penggunaan bahasa isyarat dan membaca bibir yang dapat membantu komunikasi mereka.

Orangtua dapat membantu untuk mengevaluasi dan mengamati perkembangan komunikasi anak dengan cara memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan anak, meskipun anak masih bayi, berbicara dan menyanyi pada anak dapat merangsang peniruan suara dan bahasa tubuh; bacalah buku untuk anak anda, dimulai pada usia anak 6 bulan dengan buku yang sesuai dengan usia anak; gunakan kehidupan sehari-hari untuk melatih bicara anak, yang berarti berbicaralah sepanjang hari seperti sebutkan nama-nama makanan di supermarket, jelaskan apa yang anda lakukan ketika anda memasak atau membersihkan ruangan, tunjuk benda-benda di sekitar rumah, dan yang terakhir adalah tanyakan kembali pengetahuan yang sudah anda berikan atau lihat respon anak anda.

About these ads

Responses

  1. Salam kenal, kami mohon informasi, cara menangani anak selective mutism. Anak saya perempuan usia 8 th. Sampai sekarang anak saya belum mau bicara bila berada di kelas. Bagaimana cara mengatasinya ?

  2. [...] Sumber : http://dannyprijadi.wordpress.com/2009/01/19/gangguan-komunikasi-pada-anak/ [...]

  3. slam knal dari saya…

    boleh tau ga, apa saja faktor2 yg m’pengaruhi komunikasi pada anak beserta penjelasan mngapa hal t’sbut dpat b’pengaruh?

    • thanks comentnya, mungkin bisa saya tambahkan sedikit mengenai faktor yang mempengaruhi komunikasi pada anak, baik di faktor psikologis maupun faktor gangguan perkembangan. Yang saya maksutkan dari gangguan perkembangan misalnya saja
      1. Kecacatan mental
      2. Sindrom berkaitan dengan masalah komunikasi (Down’s syndrome)
      3. Autisma
      4. Attention deficit hyperactivity disorders (atau lebih dikenali sebagai hyperactive)
      5. Neurological disorders (seperti cerebral palsy, Bell palsy)
      6. oral facial musculatures disorders
      7. kecacatan pendengaran
      8. Kelewatan perkembangan
      Bisa saja anak tidak mengalami semua diatas tetapi tetap mengalami kesulitan untuk berkomunikasi, yang saya sebut dar faktor psikologis:
      1. Kurang stimulasi dari = anak2 yang tidak mempunyai teman sepermainan, sedangkan orang tuanya bekerja sendiri2 menyebabkan anak2 tersebut kurang komunikasi antar sesama
      2. masalah emosi – anak2 yang menghadapi penceraian kedua orang tuannya
      3. Selective mutism – anak2 ini hanya memilih tempat dan orang tertentu saja untuk berkomunikasi.
      4. masalah emosi

      Semoga membantu

  4. salam kenal dari kami, maaf sebelumnya, kami berharap anda dapat membantu kami mencari kan cara terapi bicara pada anak usia 3 tahun yang dapat dilakukan sendiri oleh orang tua, karena keterbatasan biaya yang begitu mahal untuk mengikuti terapi pada ahlinya. itupun belum dapat jaminan 1 atau 6 bulan anak bisa berbicara. tima kasih

    • Terima kasih Bu sudah memberi komentar di blog saya.
      memang bu banyak sekali faktor yang membuat anak jadi telat bicara. Dan keputusan untuk mengikuti terapi tidak menjamin anak itu bisa bicara, karena kalau ikut terapi dlm seminggu kira2 cuma beberapa kali pertemuan dan itupun dibatasi jamnya lalu sisa waktunya pasti lebih banyak bersama orang tuanya. Jadi saya sarankan sering2lah ajak komunikasi, kalau bisa jangan terlalu banyak nonton tv terutama sinetron, kalau memang nonton kartun carilah yang mendidik dan ajarilah maksut dari film tersebut sambil menonton. tapi kalau segala cara sudah dicoba, mungkin memang ada foktor lain yang membuat telat bicara yang biasa disebut speech delay. Saya baru aja membaca-baca dari sumber lain mengenai speech delay, mungkin bisa dibaca disini


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: