Oleh: Danny Prijadi | Kamis, 5 Februari 2009

Dasar pemahaman HISTOGRAM pada camera


Apa itu Histogram? kegunaannya apa? kenapa kita harus memahami histogram? Yang penting hasil foto bagus dan fokus sudah cukup kan? OK, memang ada betulnya. Tapi saya ingin kasih contoh misalnya kita ingin memoto suatu pemandangan, yang pertama difoto oleh pemula seperti saya dan yang kedua oleh professional fotografer dengan kamera yg sama, tempat juga sama hanya settingannya yang beda. Kira2 hasilnya sama atau tidak?

jawabannya: TIDAK, mengapa?

Hasil foto yang pertama, mungkin menurut anda sudah bagus, padahal kalau dilihat di histogram hasilnya agak overexposed (terlalu terang). Setelah melihat hasil yg kedua ternyata lebih bagus dan enak dipandang lalu kalau dilihat histogramnya juga sudah memenuhi “syarat”.

Misalnya lagi, waktu tampilan gambar di LCD tidak terlihat disebabkan oleh sinar matahari yang terang, akibatnya mencari tempat yang teduh untuk melihat hasil gambar. Dalam situasi seperti ini, pemahaman histogram sangat diperlukan, tapi bukan berarti dijadikan acuan, ini hanya bisa membantu mengevaluasi warna tone yang anda potret. Karena histogram tidak memiliki standard yang harus diikuti, semua hasil karya foto adalah karya seni yang memang tidak ada standardnya.

Sebenarnya memahami histogram ini tidak susah, yang penting ada beberapa hal yang harus diingat, biasakan setiap kali selesai memotret selalu review histogramnya. Mari kita lihat illustrasi gambar yg simple di bawah;

MERAH (R=140   G=17   B=17) & PUTIH (R=255   G=255   B=255)

MERAH (R=140 G=17 B=17) & PUTIH (R=255 G=255 B=255)

Histogram (dari photoshop)

Histogram (dari photoshop)

note: RGB kependekan dari Red, Green, Blue (Merah, Hijau,Biru), setiap warna memiliki angka RGB yang berbeda-beda)

Gambar diatas, garis horisontal pada histogram menunjukkan angka RGB, dimulai dari 0 (paling kiri) yg berarti warna hitam pekat dan sampai 255 (paling kanan) yg berarti warna putih bersih. Dalam ilustrasi diatas, warna merahnya terdiri dari angka 140 dan 17, untuk warna putihnya 255.

Bagaimana dengan vertikalnya? Coba lihat ilustrasi dibawah ini

angka diatas menunjukkan nilai RGB

angka diatas menunjukkan nilai RGB

Gambar ini terdiri dari warna gradasi hitam ke putih (untuk lingkaran dan angka yg bewarna merah hanya sebagai panduan untuk menjelaskan). Kalau saya kroscek pakai photoshop, setiap pixel memiliki angka RGB yang berbeda-beda, saya ambil contoh dari yang tengah R:1 G:1 B:1, lalu pinggir2nya dgn R:137 G:137 B:137 dan putih R:255 G:255 B:255. Tentunya tidak saya sebutkan satu persatu, karena kalau gambar ini di zoom perbesar dan menggunakan eyedroper (alat untuk menentukan nilai RGB di photoshop), setiap pixelnya memiliki angka RGB yang beda-beda, dimulai dari 1 sampai 255 lengkap. Maka histogramnyapun juga lengkap seperti dibawah ini;

Mengapa Histogramnya semakin naik?

Mengapa Histogramnya semakin naik?

Angka RGB terkecil pada gambar diatas adalah 1 yang terdapat ditengah-tengah gambar dengan jumlah pixel paling sedikit, lalu sebelahnya saya ambil contoh 24 yg memilki jumlah pixel sedikit lebih banyak R:24 G:24 B:24, dan 214 yang memiliki jumlah pixel lebih banyak lagi, kira2 areanya disekitar lingkaran merah itu, dan terakhir 255 (warna putih) merupakan jumlah pixel yang terbanyak. Jadi vertikal histogram mengartikan banyaknya jumlah pixel pada nilai RGB tertentu.

Ada beberapa tipe histogram yg perlu anda ketahui:

I. Histogram yang overexposed, dalam kasus gambar dibawah menunjukkan banyak jumlah pixel dengan nilai 255 atau mendekati 255, yang berarti foto terlalu terang atau overexposed, sehingga banyak sekali detail yang hilang terutama di pakaiannya.

sekilas terlihat bagus, tapi ini over

sekilas terlihat bagus, tapi ini over

histogramnya semakin naik

histogramnya semakin naik

gambar skematis dari situasi yang sama, banyak pixel terang dan tidak ada yang gelap

gambar skematis dari situasi yang sama, banyak pixel terang dan gelapnya sedikit.

II Histogram yang underexposed, dalam kasus gambar dibawah menunjukan banyak jumlah pixel dengan nilai 0, yang berarti terlalu gelap atau underexposed, sehingga ada beberapa detail juga hilang. Kecuali ada kasus lain yang memang benar-benar ada warna hitam pekat, yg juga merupakan detail dari objek tersebut.

situasi seperti ini tidak cocok kalau underexposed

situasi seperti ini tidak cocok kalau underexposed

Histogramnya cenderung turun

Histogramnya cenderung turun

gambar skematis dari situasi yang sama, banyak pixel gelap dan terangnya sedikit sekali

gambar skematis dari situasi yang sama, banyak pixel gelap dan terangnya sedikit.

III Histogram yang contrast, dalam kasus dibawah ini warna yang overexposed dan underexposed bergabung jadi satu, biasanya histogram yang menunjukan contrast

juga tidak sesuai untuk situasi seperti ini

juga tidak sesuai untuk situasi seperti ini

jumlah pixel yang terbanyak di angka 0 dan 255

jumlah pixel yang terbanyak di angka 0 dan 255

IV Histogram yang warnanya suram (dull/haze), sebenarnya kalau diperhatikan dalam gambar dibawah tidak ada warna yang benar-benar hitam dan putih, meskipun memang rambutnya kelihatan hitam tapi kalau di ukur menggunakan eyedropper tidak akan mendapatkan nilai 0 (hitam pekat)

bisa dibetulkan dengan mudah dgn menggunakan aplikasi pengeditan gambar

bisa dibetulkan dengan mudah dgn menggunakan aplikasi pengeditan gambar

naiknya kurva tidak dimulai dari 0 dan turunnya tidak diakhiri 255

naiknya kurva tidak dimulai dari 0 dan turunnya tidak diakhiri 255

V Histogram yang sempurna, sebenarnya saya tidak berani bilang kalau ini foto yang sempurna, tapi kalau dibandingkan dari yang lain menurut saya ini yang terbagus dan juga histogramnya pun juga mengatakan tidak ada yang over, under, contrast ataupun suram.

start mulai 0 dan berakhir di 255

start incresing mulai 0 dan decresing di 255

warna dan histogram yg menurut saya sudah pas

warna dan histogram yg menurut saya sudah pas

Kalau saya rangkum dari tipe histogram yang pertama sampai ke lima, jadinya seperti dibawah ini,

Apakah harus selalu sempurna?

Apakah harus selalu sempurna? Tidak.

Bukan berarti setiap hasil karya foto harus memiliki histogram yang sempurna. Semua yang saya jelaskan diatas supaya anda dapat mengerti dan bisa membaca histogram dalam suatu karya. Banyak sekali kasus yang histogramnya tidak sempurna tapi bisa dikatakan lebih “bagus”.

  • TIPE CONTRAST

04bromo04bromoh

  • TIPE UNDEREXPOSED

07dark07darkh

  • TIPE UNDEREXPOSED

06dark06darkh

  • TIPE DULL

08dull08dullh

KESIMPULAN

Histogram hanyalah satu dari sekian banyak perangkat yang dapat (dan harus) digunakan untuk mengevaluasi kualitas data dalam foto Anda. Banyak kamera digital yang sudah dilengkapi histogram untuk membantu anda mengevaluasi warna tone yang anda potret. Dan jika mungkin, ulangi motret dengan pengaturan exposure yg berbeda untuk mendapatkan gambar yang lebih baik. Untuk¬† gambar landscape yang “ideal” adalah memiliki data/nilai RGB yang didistribusikan di seluruh panjang histogram. Hal ini menunjukkan berbagai macam warna tone. Jika Anda memiliki histogram yang menunjukkan rentang dinamis yang rendah atau kurangnya kontras, anda dapat menggunakan alat-alat dalam Photoshop untuk memperluas jangkauan nilai dalam gambar.

Terima kasih,  semoga artikel saya dapat membantu. Kalau ada kesalahan dalam penyampaian tolong dimaapkan dan dikoreksi, karena saya sendiri masih lagi memperdalam ilmu fotografi.

About these ads

Responses

  1. wah artikel yang saya cari-cari nih, di internet atau majalah sering saya baca cek histogramnya atau lihat histogramnya, tapi karena saya belum mengerti jadinya saya malah bingung apa maksudnya, sekarang berkat artikel bapak ini saya jadi sedikit mengerti mengenai histogram … trima kasih Pak Deni, artikelnya benar-benar bermanfaat bagi saya yang masih pemula…

  2. makasih

  3. ijin COPAS ya kawan … thanks :)

  4. […] http://dannyprijadi.wordpress.com/2009/02/05/dasar-pemahaman-histogram-pada-camera/ […]

  5. Dear Bung Danny,

    saya cb search di goole ttg histogram …. tnyt ktm salah 1 artikel ini … tks banget buat sharing nya … nnati aku sharing khan k temen2 di milis ku ….

    Wah … tnyt stay di Surabaya … ntar aku ksh tau temen2 milis yg di Sby kl misal nya mreka perlu tny2 ttg dunia jepret2 …. bs contact ya ??? aku add milis Bung Danny jg nh …

  6. makasi bnyak bang sharing ilmunya.
    sangat bermanfaat buat referensi TA saya.
    semoga membantu bnyak untuk pengerjaan TA saya.
    amin…

  7. ijin kopas ya om… :)

    • ya boleh, dicantumkan ya sumbernya, thanks

  8. terima kasih banyak atas artikelnya
    sangat jelas, apalagi ditambah foto2 dan histogramnya

    jadi lumayan ngerti sekarang cara baca histogram

    itu kalau yang histogramnya dull, di photoshop benerinnya gimana? panah di histogramnya digeser aja ya?

    • sama2, mungkin kalau ada tambahan bisa ditambahkan, karena saya sendiri juga masih belajar juga.
      betul, kalau mau benerin tinggal digeser aja panahnya (cara yg mudah)

  9. […] sih masih banyak lagi yang perlu dipelajari seperti metering mode, AWB, Histogram, cara membaca MTF-Chart dll. Tapi saya rasa lebih baik pelajari dulu basicnya, setelah itu pelan2 […]


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: