Oleh: Danny Prijadi | Rabu, 2 Desember 2009

Liburan di Jakarta (Dufan, Seaworld) dengan anak2


Hari Kamis, 26 November, 1 hari sebelum Idul Adha, sebulan sebelumnya kita sudah berencana untuk liburan ke Jakarta sampai dengan 29 november kemarin. Karena anak kami baru 3 tahun lebih dan satunya masih 1 tahun lebih, harapan kami smoga saja tidak ada masalah (umumnya sakit) waktu mendekati hari H-nya.

Tidak terasa waktu tinggal 1 minggu, setiap kali baca status teman2 di facebook, katanya jakarta hujan melulu, banjir dimana-mana. Tiap hari selalu ada status yg mengatakan kalau jakarta hujan, kita sempat bimbang mau pergi atau tidak, kami cuma bisa berdoa saja supaya pada waktu itu cuaca baik dan tidak ada yang sakit.

Tiap malam saya hanya bisa berdoa, berharap agar mulai 26-29 nov cuaca di Jakarta tidak hujan dan smoga tidak ada yang sakit, karena tidak ada yang bisa memastikan kapan adanya hujan, kapan datangnya penyakit, jadi semua rencana ini saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan.

Kenyataannya 3 hari sebelum keberangkatan, dimulai dari Justin (anak ke 2) mendadak flu, hidung terus mbeler, lalu besoknya kimberly batuk2 semalaman (untung tidak panas) dan pengasuhnya yg mau diajak tiba2 sakit mual2, demam, padahal besoknya sudah mau pergi, tiket sudah dipesan, hotel juga sudah bayar. Istri juga sempat pusing, hampir saja mau dibatalkan rencananya, saya sendiri juga pusing mikirin ini sampai asam lambung kumat.

Akhirnya, mau tidak mau, saya langsung antar susternya ke UGD untuk berobat. Setelah itu agak enakan, eh besok paginya sekitar jam 5 saya dibangunin sama istri kalau pengasuhnya masih muntah2, langsung aja tanpa pikir panjang segera saya beli obat anti muntah, untung aja habis minum itu sudah enakan dan kimberly sendiri juga agak enakan, meski ada batuknya sedikit2. Justin juga sama.

Pengalaman naik pesawat bersama Lion Air 737-900ER (Surabaya – Jakarta)

Karena ini pertama kali kimberly dan justin menaiki pesawat, dia kelihatan begitu excited, tiap kali bilangnya mau naik aeroplane…. sedangkan yang kecil sengaja ditidurkan lagipula memang waktunya tidur siang, takutnya nanti di pesawat rewel.

Saya tidak tahu mengapa, untuk berangkat dan pulang, jadwal penerbangannya selalu di delay sekitar 1 jam, alasannya selalu karena operasional, mungkin kalau saya kira, alasan mengapa Lion Air selalu didelay, penumpangnya tidak penuh sehingga digabungkan dgn penerbangan berikutnya, supaya selalu full flight (kenyataannya memang full flight). Kami dapat tempat duduk yang paling belakang sendiri no 37 (minta depan dibilang full flight), jumlah tempat duduknya dikanan 3, dikiri juga 3. pewatnya tipe boeing 737-900ER yang dibilang katanya pesawat baru.

Menurut saya ya standart aja pesawatnya, dibilang jelek juga tidak, bagus juga ngga, kalau saya sarankan minta tempat duduk jangan dibelakang, karena suaranya bising banget lalu sandaran kursi tidak bisa disandarkan dan juga kalau pesawatnya masuk awan dan goyang, dibelakang lebih terasa keras goyang, sampai2 kimberly mukanya pucat, untung aja tidak muntah, org dewasa spt saya gini aja sudah pusing.

Untung aja waktu pulang dapat tempat duduk yang tengah no 17 (dibagian sayap), suara bisingnya tidak terlalu berisik, dan goyangnya juga tidak terlalu keras.

Hari pertama, setelah sampai jakarta

Kami dijemput oleh saudara disana, tapi cuma sopir saja sih, memang disengaja sebab kita ber 5, belum lagi barangnya pasti banyak, jadi kalau ada yang jemput pasti cukup tempatnya :)
Perjalanan dari bandara sukarno Hatta ke Hotel Mercure-Ancol (letaknya dikawasan Ancol) tidak terlalu jauh sih, sekitar 20km dari bandara, untungnya ya ngga terlalu macet juga, juga tidak hujan, padahal kata supirnya sebelum saya datang tadi sudah hujan deras, dan kemarin2nya juga hujan terus di jakarta.

Setelah sampai hotel (sekitar jam 2 pm lebih), anak-anak langsung ditidurkan, sedangkan saya hunting dulu dari mercure ke dufan dan ke seaworld (jalan kaki oei), karena takutnya kalau tidak dihunting dulu bisa nyasar2, tambah cepat capek.

Setelah hunting kira 1 jamman, pertama dari mercure sampai ke pintu masuk dufan ditempuh 8 menit (jalan biasa ukuran org dewasa) kalau sama anak2 bisa 10 menit. Foto kiri diatas itu adalah view dibelakang mercure atau bisa juga dibelakang dufan, kalau mau naik kapalnya, perkapal 80ribu belum dinego, katanya 1 kapal bisa 8 orang an, bakal diajak keliling ke pantai marina yang kelihatan gedung tinggi dibelakangnnya (20 menitan lah perjalanan), kami ngga naik sih, cuma tanya2 doang, lalu saya sharing disini.

Lalu dari mercure ke seaworld, kira2 11 menit jalan org dewasa, kalau sama anak2 bisa 15 menit, kelihatannya cepat yah, tapi kalau hawanya panas terasa lama seperti ngga sampai2 loh, apalagi kalau ngga tau jalan bisa terasa capek. Foto kanan diatas itu foto seaworld sekitar mau jam 6 sore, sudah tutup, ini tampak samping, masuknya mesti mengelilingi lagi sebentar, ntar fotonya ada dibawah. lanjutin aja bacanya.

Saya sarankan kalau mau berpergian di kawasan ancol, download petanya dulu di websitenya ancol lalu print, biar nanti ngga kesasar dan bisa direncanakan mau kemana dulu.

waktu malamnya ini yang susah, terutama cari tempat makan, kalau org dewasa sih masih gampang, tapi kalau buat anak2 ini yang agak repot. Di hotel ada sih, tapi harga soto ayam bisa Rp 60 ribu hehehe, dapat 10 porsi disini :), tapi disekitarnya ancol ada kok, cuma pilihannya ngga banyak

Untungnya di hotel juga ada playground, jadi anak2 juga bisa bermain disana dan tidak bosen di hotel, jadi setelah bangung tidur, kami cari makan di dekat sana lalu pulang hotel mainan di playground, berikut ini foto2nya

Hari kedua 27 nov, pergi seaworld

Karena saya sudah hunting dan sudah tahu jalannya, kami pastikan untuk jalan kaki dari hotel ke seaworld, tapi anak2nya naik kereta dorong (stoller), untungnya saya bawa 2, bener2 berguna loh stoller, kalau ngga mau pakai bisa ditaruh barang2.

Setelah sampai disana ternyata masih tutup, karena hari idul adha maka bukanya jam 11 am, saya datangnya jam 10.30 am, jadi sambil nunggu saya fotoin kimberly, ini nih fotonya:

Foto diatas adalah pintu utama seaworld dan foto sebelahnya adalah tempat pembelian tiket dan foodcourt, yang ada lampu hijaunya itu pintu masuknya yg menggunakan tiket.

Setelah sudah boleh masuk, ternyata ramai juga loh seaworld, padahal cuma lihat ikan2 doang hahaha…mungkin yang membuat tertarik adalah eskalator berjalannya itu sambil lihat ikan2 diatasnya, tapi kalau saya bilang seaworldnya jakarta ini ngga besar2 amat loh, didalam cuma ada beberapa aquarium, foto diatas yang bersama saya itu aquarium terbesar dan kirinya adalah kolam sentuh “touch pool” disitu banyak kura2 besar, lalu masuk terowongan, dah gitu aja, mungkin 10 menit sudah tuntas semua lihatnya.

Setelah dari seaworld, kembali ke hotel untuk tidur siang, memang kita sengaja gituin biar tidak terlalu capek dan bisa bener2 enjoy liburan. Setelah bangun tidur kita rencana masuk kota ke Plaza Indonesia lalu kalau sempat ke Grand Indonesia juga.

O yah sekedar info, kalau mau menginap di mercure, karena itu kawasan ancol jadi tiap masuk harus bayar, untuk tamu hotel mercure, setiap hari karena saya tinggalnya 1 kamar untuk 2 org, diberi 2 tiket free pass masuk (untuk orang) dan 1 tiket untuk kendaraan (bisa ditukar yg untuk orang), selebihnya harus bayar rp 13000/org, anak 2 tahun ngga dihitung sih.

Nah selama perjalanan ke Plaza Indonesia, kami menggunakan taxi blue bird (yang memang didominasi di kawasan mercure) dan lewat jalan tol (biaya masuk tolnya Rp6500), buka pintu taxi, start awal Rp6000 dan kalau saya perhatikan kira2 100meter = rp300, waktu itu saya ke plaza indonesia habisnya rp80000 termasuk tol, untungnya tidak macet sama sekali, perjalanan ditempuh kira2 25 menit.

Saya lihat Surabaya tidak ada apa2nya dengan Jakarta, bedanya seperti bumi dan langit….bukannya jelekin kota sendiri loh. Tapi saya akui kota pusat Jakarta sudah hampir menyamai Singapore, bedanya kalau di Singapore selain banyak malnya, jalanannya bersih, udara bersih, tidak panas, tidak kotor, bisa santai2, pemandangan juga bagus, tapi barangnya lebih mahal dan masalah komplit saya rasa jakarta lebih komplit.

Kalau jakarta pusat, saya lihat mall sudah banyak, cuma kalau dibuat jalan2 disekitarnya rasanya masih ngga bisa deh, masih terasa kotor, panas, banyak asap, debu, tapi kalau sudah di mall sudah terasa nyaman, barang2 komplit.

Makanan di Jakarta juga termasuk mahal, kami makan difood court, rata2 harganya diatas Rp25000, padahal kalau disurabaya untuk kelas foodcourt sekitar Rp15 ribuan.

Foto diatas kiri diambil di Plaza Indonesia, karena mendekati natal maka dihias seperti ini, mestinya ada santa clausenya, ngga tahu bayar berapa, saya ambil foto dari pinggirnya aja :), sedangkan miniapolis itu juga ada di Plaza Indonesia, permainannya lumayan bagus tapi harganya not OK, 70 ribu sepuasnya, plus kartu 10 ribu, dan kalau pakai pendamping bisa tambah 30 ribu, itu untuk bermain yang hideout (foto bawah), ada juga yang naik kereta, keretanya keliling miniapolis, relnya ya yang di ubin itu, jadi keretanya jalan disitu, ini aku lupa harganya berapa, 40rb kalau ngga salah, masih ada yang lain, kira2 4 macam lagi deh kalau ngga salah.

Hari ke tiga 28 nov, pergi Dufan

Selama 2 hari tidur di jkt, kami tidak merasakan adanya hujan sedikit pun, mungkin memang sudah diatur sama Tuhan yah…Tuhan memberkati keluarga kami.
Sekitar jam 10 pagi kami berangkat jalan kaki ke dufan, dibilang capek juga ngga sih, untungnya masih ada pohon2 rindang. Tiket masuk dufan waktu itu rp 120 ribu, tapi karena saya punya free pass discount 50%yang saya download dari internet, waktu itu dufan memang lagi promosi, jadi lumayan murah cuma 60 rb x 3 orang, anak kami tidak dihitung karena masih dibawah 1 meter. Berikut ini foto2 waktu mama antriin tiketnya:

Foto diatas ini adalah foto sudah di area dufan tapi belum masuk, foto kanan bawah itu pintu masuknya kalau sudah membeli tiket.

Waktu didalamnya dufan, pertama kali yang dimainkan adalah naik kuda

Saya pikir kalau cuma naik kuda, untuk anak2 umur 3 tahun kan sudah bisa, tapi ternyata bagi saya pusing juga muter2, padahal itu baru pelan, belum lagi seperti tornado, poci2, dll bisa muntah2 pasti, kimberly ini aja naik itu sudah pucat semua mukanya. Jadi begitu selesai naik itu, kami langsung makan yang didekat situ, kebetulan dekat super bento (makanan masakan jepang), lumayan sih rasanya….pokoknya masih bisa dimakan.

setelah makan langsung main yang di danau naik kapal, saya yg setir, kimberly disebelah bawa tembaknya, dan justin saya pangku, naik ini harus bayar lagi 20 ribu, jadinya ngga perlu antri panjang2.

Setelah itu jalan lagi ada sepeda roda 3, tapi sumbu ash yg depan tidak center, jadi jalannya tidak bisa mulus rata gitu, naik ini juga mesti bayar 10 ribu.

Mestinya mau naik bombom car, tapi ada minimum tingginya 125 cm, jadi kimberly tidak bisa. Akhirnya kita jalan lagi foto2 bentar di area panggung dufan

Lalu foto lagi dengan iconnya dufan dan didepan istan boneka, kalau ngga salah iconnya dufan itu monyet laki dan perempuan ya? Sayangnya waktu itu istana boneka tidak beroperasi karena lagi direnovasi.

Setelah itu lanjut jalan lagi, cari yang bisa dimainin, kita coba rumah kaca dan rumah miring

Foto diatas kiri yang ada gambar 2 rumah itu adalah rumah miring, jadi kalau masuk situ semua serba miring, hati2 terpeleset, kadang pusing juga kalau masuk situ, masuknya dari rumah merah keluarnya rumah hijau.

Foto sebelah kanan itu semestinya view lumayan bagus, cuma motonya agak sulit, atapnya kayu coklat gelap juga banyak orang lewat lalu lalang

Sedangkan foto dibawah itu adalah foto terakhir di dufan, sebelum keluar kami makan hotdog dulu, tuh yg warna kuning tmptnya, lumayan sih buat ganjel perut, kalau mau beli minum disebelahnya ada jual, tapi ingat tiap tokok ngga sama harganya, saya beli botol besar yang 1 Lt cuma 4 ribu, ada tokok yang jual 4 ribu botol 500 ml, sedangkan 1 Lt nya 6 ribu.

Setelah itu kami pulang hotel lalu mandi2 bentar, pikirnya mau tidur siang, tapi nyatanya kimberly ngga bisa tidur, akhirnya kita naik taxi lagi pergi ke Senayan City, karena di hotel ada fasilitas internet, kita searching di internet cari mal yang ada fasilitas mainan anak2, ternyata senayan city merupakan pilihan kami.

karena sudah pengalaman sehari naik taxi blue bird, maka kita naik lagi pakai taxi itu, ternyata tidak semua taxi blue bird itu punya sopir yang pengalaman. ceritanya begini:

Pengalaman yang tidak mengenakkan menggunakan Taxi Blue Bird di Jakarta

Pertama masuk, saya disambut ramah oleh supir taxi, saya lihat foto dengan orangnya sama, taxinya bersih type toyota vios yang baru. Ternyata mau keluar dari ancol saja dia muter2, dia bilang katanya disitu ada jalan keluarnya karena kalau lewat yang satunya mau masuk tol harus muter…..kenyataannya jalan keluarnya tidak ada sama sekali, jadi terpaksa muter lagi sampai saya dan istri saya marah. akhirnya dia akui kalau dia salah dan argonya distop begitu ketemu pintu keluarnya ancol (balik Rp 6000)

Lalu kita lewat tol, jalanan tol tidak macet sama sekali, kita pergi hari sabtu, macetnya cuma waktu masuk tol saja, kira 15 menittan, ya anggap saja menikmati macetnya jakarta. setelah masuk tol jalanan lancar sekali sampai sudah ditengah kota, akhirnya begitu dikota, taxi ini kelihatannya kayak ragu2, mau menggok atau tidak….pokoknya kelihatan kalau ngga tau jalan, sampai masuk ke perumahan segala, wah saya sampai marahin bolak balek, akhirnya saya juga buka peta, saya tanya ini jalan apa, dia jawab tidak tahu….

Akhirnya singkat cerita setelah sampai gelora bung karno, sopir itu juga masih bingung, padahal kalau saya lihat peta harusnya sudah dekat jalan Asia Afrika, dan argonya sudah mencapai 97 ribu, akhirnya waktu pembayaran saya bilang, tidak mau kalau suruh bayar full, dia bilang bayarnya terserah saya, karena dia bilang kalau dia tidak berniat bohongi, memang dia yang tidak tahu jalan. akhirnya saya cuma kasih dia 60 ribu, waktu saya sudah tersita 1.5 jam padahal seharusnya bisa cuma 40 menit (termasuk macet mau masuk tol). Soalnya waktu pulangnya cuma 25 menit.

Hari ke tiga 29 nov, hari terakhir

Hari ke 3 kita sudah tidak ada rencana, jadi sebelum pulang malemnya kita foto2 di hotel, inilah suasana kamar kami hehehe, acak2kan, maklumi soalnya bawa anak2

Kamarnya sih cukup besar, ini type kamar yang deluxe 2 ranjang, 1 ranjang ada 2 susun, saya beber semua jadi bisa 4 ranjang, cukup besar loh sampai sisa2, saya kira untuk 8 orang bisa loh masuk, depannya ranjang masih ada jalan luas buat lari2. lemari bajunya yang disbelah lorong itu, dan dibelakangnya langsung wastafel, lemari baju juga bisa dibuka dari belakang, lalu kamar mandinya cukupan, cuma closet dan bathtub.

Ini pemandangan dari gedung lantai 5, bukan dari kamar loh,  kalau dari kamar bisa sih kelihatan gini tapi ngga semuanya. saya rasa kolamnya cukup bagus, ada mainan slidenya yang cukup panjang.

Sudah yah, sampai sini dulu, kalau ada pengalaman lain ntar bisa disharing lagi.

Sekedar tambahan informasi bagi yang ingin berpergian ke jakarta atau kemana saja, bisa kunjungi agoda.co.id untuk menjadi bahan pertimbangan di acara lliburan anda, baik itu mengenai reservasi hotel, informasi mengenai hotelnya, dan lain-lain, semuanya ada disana.

About these ads

Responses

  1. ya enak dong abis ke plaza indonesia,oh ya pndptku,surbya dgn jakrta,kemajuan kotanya beda 1 tingkatlah,gak trlalu bda,karna di surabya,bngunan tinggi ada,mal gede ada,cnthnya tunjungan plaza dn mal galaxy,trus dpartment store mewah ada yaitu sogo.Jd kesimpulannya perbndingan kemajuan kotanya antara jakrta dn surbya tdk trlalu jauh.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: