Oleh: Danny Prijadi | Jumat, 8 April 2011

Mengapa saya ingin belajar menghitung cepat?


Di jaman modern seperti sekarang ini, mungkin dari anda sudah pernah mendengar semacam kursus hitung menghitung, seperti KUMON, ARITMATIC, SEMPOA, dll. Semua yang diajarkan tersebut hampir seluruhnya berhubungan dengan angka, angka dan angka.

Apakah anda tahu tujuannya dari pelajaran tersebut? Apakah supaya anak kita nanti kalau sudah sekolah di jenjang lebih lanjut dapat menghitung dengan cepat? Ataukah hanya sekedar supaya anaknya paling keren di kelas? Atau supaya suatu saat nanti kalau anak sudah memasuki masa kerja, cara hitungan itu bisa dipakai semuanya? Yah, dari semua pertanyaan diatas, bisa jadi dijawab iya semua.

Tapi kalau menurut saya sendiri, semua pelajaran tersebut sebenarnya tujuan utamanya bukan untuk itu, tetapi untuk melatih otak kita supaya terus bekerja, sehingga secara tidak sadar kalau kita latih terus menerus, tidak menutup kemungkinan
– daya ingatnya bisa lebih kuat
– selalu dapat ide jalan keluar kalau mendapat masalah. Cenderung lebih kreatif.
– membangkitkan rasa percaya diri
– otak kita lebih mudah menghafalkan
– dan masih banyak lagi hal2 positif yang didapatkan dari pelajaran tersebut.
Saya sih belum sempat mencari informasi mengenai kursus2 yang saya sebutkan diatas, tetapi saya yakin 100% kalau tujuan dari kursus tersebut bukan hanya semata-mata supaya anak kita bisa menguasai hitungan dengan cepat.

Saya Danny usia 30 di tahun 2011 ini. Dulunya pada waktu saya masih duduk di sekolah dasar, saya bukannya benci pada pelajaran matematika, justru setiap kali pelajaran matematika, saya selalu konsen dan berusaha untuk mengereti apa yang diajarkan oleh guru, sampai begitu pulang sekolah saya langsung ikut les pelajaran supaya bisa mengejar pelajaran2 yg tertinggal. Tapi kenyataannya, pelajaran itu malah susah sekali untuk dimengerti dan setiap kali ulanganpun ngga pernah dapat nilai bagus, apalagi yang namanya hafalan….wah jangan harap deh dapat nilai 7, 6 aja sudah Puji syukur. Apakah memang pada waktu itu saya tidak punya keinginan dapat nilai bagus? No….justru kebalikannya, lagipula yang namanya belajar itu hampir setiap saat, tapi herannya kok ngga bisa masuk di otak….rasanya susah sekali kalau disuruh belajar, ya gpada akhirnya pikiran saya jadi nglantur bayangin yg lain2 (imajinasi).

Setelah maraknya kursus2 diatas di jaman sekarang, yang sebenarnya ditujukan untuk anak2 yang masih sekolah baik TK, SD, maupun SMP. Saya bukannya punya pikiran mengapa kok kursus seperti diatas itu tidak ada pada jaman saya, tetapi saya justru heran mengapa pelajaran itu kok tidak diajarkan untuk orang dewasa yah? WHY???

Kalau saya pikirkan secara logika, kemungkinan alasannya sbb:
– buat apa belajar seperti itu, itu kan buat anak sekolah yang otaknya masih orisinil.
– merasa sudah tua, otaknya sudah menurun, tidak seperti anak2 yang masih bisa untuk masalah hafal-menghafal
– kerjaan saya sudah cukup padat, tidak ada waktu untuk berlajar lagi seperti itu.
– sudah saya pelajari sebentar, tapi tidak bisa, karena merasa otak saya tidak secanggih dulu.
– dan masih ada 1000 alasan yang membuat kita jadi malas belajar.

Sekitar awal tahun 2011, saya mencoba iseng mencari di youtube mengenai cara menghitung cepat, how to calculate faster. Setelah kata2 kunci saya coba semua, banyak sekali di youtube yang mengajarkan cara2 menghitung dengan cepat.

Singkat ceerita setelah saya lihat2, dan sempat pelajari bentar, ternyata asyik juga loh kalau saya bisa menghitung cepat seperti di youtube. Lalu saya ambil kertas, saya catat semuanya cara2 yg ditunjukkan, memang tidak semua angka yang bisa dihitung secara cepat, karena ada beberapa soal yang memang punya ketentuan2 khusus baru bisa dihitung dengan cepat.

Setelah saya pelajari sekejap, dalam beberapa saat aja saya sudah hafal caranya, apalagi saya juga menyukainya, jadi lebih cepat menangkap daripada kalau saya tidak tertarik dengan pelajarannya. Tapi, ada tapinya nih…..itu berjalan cuma 1 hari, karena saya sudah merasa bisa, besoknya karena tidak saya latih akhirnya lupa juga caranya. Lalu saya latih dan baca lagi, ingat sih… Tapi besoknya saya tidak latihan lagi selama 1 bulanan.

Pada suatu hari di kantor, karena saya setiap hari suka sekali kalau disuruh melihat laporan produksi dan saya selalu ingin tahu hasilnya berapa berapa, selama ini untuk mengeceknya saya selalu menggunakan kalkulator, waktu itu sama sekali tidak ada pemikiran untuk menghitung pakai otak, karena pikiran saya kalau pakai kalkulator selain cepat hasilnya juga akurat, tetapi tidak tahukah anda sebenarnya kalkulator inilah salah satu penyebab malasnya berpikir.

Coba jawab, kalau anda disuruh memilih kalkulator atau sempoa, anda pilih mana?Pernahkah anda berpikir kenapa di jaman modern spt sekarang yg sudah jauh meninggalkan alat yg legendaris itu (sempoa), tapi justru malah dipakai lagi sebagai kursus atau pelajaran extra kulikuler di sekolah2.

tunggu…masih dalam proses pembuatan….

About these ads

Responses

  1. Terima kasih tipsnya…semoga slalu bermanfaat.

    http://kafebuku.com/sempoa-jari-alba-buku-ketiga/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: