Oleh: Danny Prijadi | Senin, 22 Desember 2008

Salah satu cara memotret fireworks


f/22 25" ISO 200, DSLR Canon 350D

f/22 25" ISO 200, DSLR Canon 350D

Dulu saya berpikir, kok bisa ya kembang api begitu cepat bisa terambil sangat bagus di foto. Ternyata memang ada triknya untuk memotret kembang api. Yang paling mudah dgn menggunakan fireworks mode, tapi saya pribadi lebih suka yang manual, karena bisa sesuka hati mau gimana cara ngambilnya, yg penting tahu caranya.

Cara ini untuk yang kamera SLR, kalau digital pocket belum pernah dicoba, mungkin malam tahun baru 2009 akan saya coba, ntar saya bagiin pengalaman saya.

Ok, sebelum fireworksnya dimulai, siapkan dulu tripod, cari posisi terakhir dimana fireworks akan meletus, kalau tidak punya tripod  cari tumpuan buat cameranya supaya tidak goyang waktu tekan tombol rana/shutter, pokoknya jangan tangan kosong.

lalu coba set;

  • ISO 200, semakin tinggi iso semakin peka terhadap cahaya, tapi hasil kurang maksimal.
  • f/22, supaya terlihat lebih detail percikan apinya, kalau dibuat f/2.8 bisa blur percikannya.
  • shutternya 25 detik, ini yang susah kalau ngga pakai tripod, soalnya maksud dari 25 detik adalah waktu dimana anda menekan tombol rana/shutter, aperture akan membuka f/22 selama 25 detik, jadi dalam waktu itu kamera anda tidak boleh goyang sama sekali. setelah 25 detik selesai hasil akan ditampilkan di layar LCD.

Pada saat kapan kita boleh mengambil gambarnya? sebelum itu siapkan dulu titik focusnya (tekan setengah), cari yang kira2 tempat jalannya fireworks, memang agak sulit nyarinya soalnya gelap. Kalau sudah menemukan titik focusnya jangan dilepas, tunggu fireworksnya keluar. Setelah keluar dan masuk di area view finder (keker) langsung tekan tombol rana, diam jangan bergerak selama 25 detik, kalau pakai tripod lepas aja tangannya dan mungkin dalam waktu itu banyak sekali fireworks yang bermunculan. Jadi kalau waktunya sudah selesai hasil fireworksnya tidak cuma 1 tapi ada berapa tergantung waktu 25 detik itu. ngerti yah maksut saya, agak sulit dijelaskan lewat ketikan, enakan praktek langsung🙂

Kalau 25 detik terlalu lama, coba f/nya diturunkan menjadi f/11, lalu shutternya dikurangi misalnya 10 detik. Maksud dari f/11 berarti bukaan aperturenya lebih besar dari f/22, karena lebih besar maka cahaya yang masuk kan lebih banyak, jadi cukup 10 detik aja, kalau terlalu lama bisa over exsposed. tapi ini cuma kira2 loh, belon dicoba, saya cuma mau menjelaskan teorinya aja.

Coba perhatikan foto diatas, fireworksnya kan ada banyak, padahal itu munculnya satu2 loh tidak bersamaan, maklum soalnya daerah perumahan, mungkin kalau di tengah kota bisa lebih bagus dan ngga perlu sampai 25 detik. Masalahnya foto diatas itu foto pertama kalinya motret fireworks, jadi maaf ya kalau masih ada yang salah, mungkin kalau sudah berhasil atau sudah ada yang mencoba bisa berbagi pengalaman.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: