Oleh: Danny Prijadi | Senin, 29 Desember 2008

Batuk itu tidak ada obatnya


The most foul, unholy liquid on the face of the earth!

The most foul, unholy liquid on the face of the earth!

Batuk merupakan suatu refleks tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu dan membantu membersihkan saluran nafas kita, seperti riak, dahak. Memang penyakit satu ini tidak cuma menyerang orang dewasa saja, lebih seringnya justru anak kecil, apalagi kalau dalam satu rumah atau di sekolahnya ada yang terkena batuk, padahal kita sendiri sudah berusaha sebisa mungkin untuk menjaga makanan, menjaga kebersihan, diberikan vitamin, tapi tetap saja isa terkena batuk, mengingat penyebab batuk itu tidak cuma segitu saja, perubahan musim juga bisa menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lemah, seperti sekarang ini kadang siang panas tahu2 sorenya hujan lebat atau mungkin bisa juga disebabkan oleh  alergi.

Jadi kalau anak kita terkena batuk yang pertama perlu diperhatikan adalah mencari tahu penyebab batuk. Pada umumnya, batuk pada anak bisa disebabakan oleh virus atau alergi. Batuk akibat virus flu bisa berlangsung selama 5 hari (3-14 hari rentangnya) tergantung dari daya tahan tubuh dan ada tidaknya penderita flu di rumah/sekolah.

Cara penanganan di rumah

  • Sering-seringlah minum meskipun sedikit-sedikit, karena yang paling dibutuhkan adalah cairan. Minuman dingin seperti jus dapat membuat rasa nyaman, hindari minuman yang bersoda dan asam karena dapat merangsang saluran cerna.
  • Jaga ruangan agar tetap lembab terutama malam hari menjelang tidur, jika ruangan ber AC, siapkan ember berisikan air panas mendidih setelah anak tidur, supaya kelembaban di ruangan tetap terjaga.
  • Apabila malam hari tidak bisa tidur karena hidung tersumbat, berilah tetes hidung (breathy) untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung.
  • Supaya anak dapat tidur nyaman, tidurkan dengan bantal yang agak tinggi.
  • Jika batuk disertai dengan muntah, dilihat dulu, apakah muntah yang berkelanjutan atau hanya sekedar untuk mengeluarkan lendir. Kalau hanya sekedar mengeluarkan lendir, itu dikarenakan lendir yang tertelan kembali dapat menyebabkan mual dan muntah, itu hal yang biasa dan tidak berbahaya, justru setelah dia muntahkan semua riaknya, dia akan merasa lebih nyaman, sebab setiap anak tidak seperti orang dewasa yang bisa membuang riaknya sendiri.
  • bila anak/bayi merasa tidak nyaman dan demam diatas 38.5 derajat celcius, bisa diberikan Paracetamol (obat penurun panas)
  • jika batuk disertai demam tinggi 39 derajat celcius atau lebih tinggi dimana anak tampak lesu dan napasnya cepat. pikirkan kemungkinan pneumonia, kasus ini harus hubungi dokter segera mungkin.
  • INGAT!! jangan diberi antibiotik, kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik.
  • jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya anak kita sering mendapatkan obat racikan/puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.

Salah satu cara terbaik untuk mendiagnosis batuk dengan cara mendengar. Dokter akan menentukan cara penanganannya antara lain berdasarkan bunyi batuknya. Karena sebagian besar penyakit pernapasan disebabkan oleh virus.

NO ANTIBIOTICS

Antibiotika digunakan untuk “mengobati” infeksi bakteri bukan untuk mengobati virus. Pada penyakit batuk yang umum, antibiotika tidak diperlukan karena tidak dapat mempercepat penyembuhan dan tidak mencegah komplikasi, justru penggunaan antibiotika yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika. Obat-obat yang diresepkan atau dijual bebas, mungkin mempunyai efek samping yang tidak menyenangkan dan bahkan berbahaya bagi bayi dan anak kecil. Biasanya yang paling baik ialah dengan membiarkan perjalanan penyakitnya hingga penyakit itu sembuh dengan sendirinya. Kalau memang dokter meresepkan antibiotika, mungkin si anak dicurigai menderita pneumonia atau terkena infeksi bakteri lainnya.

doctor-default-imagePada saat kapan kita menghubungi dokter:

  • batuk selama beberapa jam dan demam tinggi lebih dari 72 jam (untuk bayi diusia kurang dari 3 bulan harus langsung hubungi dokter)
  • sesak nafas, kuku, bibir, wajah, dan lidah tampak biru atau pucat
  • menimbulkan bunyi “whoop” waktu mengambil nafas setelah batuk
  • batuk darah (kecuali jika anak baru saja mimisan, maka biasanya batuk darah tersebut bukan masalah)
  • luar biasa rewel dan luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)
  • tampak lesu

(sekedar sharing, selama saya cari2 obat batuk, di kemasan tidak pernah ada tulisan “dapat menyembuhkan batuk” yang ada “meringankan gejala batuk”. Jadi memang pada dasarnya obat batuk itu TIDAK ADA)


Responses

  1. jika dokter merespka kodein atau dmp itu disebabkan karena kenyamanan pasien saja, tidak ada rumusan baku yang mengatakan bahwa dmp atau kodein tdk boleh diberikan pada anak-anak, kecuali atas petunjuk dokter, gunanya adalah membuat sia anak nyaman karena efek yang terus menerus untuk mengeluarkan dahak bagi anak2 sangat tdk nyaman, obat-obatan seperti guafenisin atau bromhexin jika diberikan ke pasien sangat tdk nyaman karena reflek batuk akan selalu terangsang terus akibat lendir yang harus dikeluarkan itu dalam 1 hari , bayangkan kalo dalam 5 hari seperti itu, bisa-bisa anak kita kurus kering hanya karenanya, jadi teori tidak pernah sama dengan praktek, saya sudah mencoba berkali-kali sebagai seorang praktisi medis.trimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: