Oleh: Danny Prijadi | Minggu, 18 Januari 2009

Keringat banyak sangat mengganggu


Dokter yang terhormat, saya perempuan berusia 18 tahun. Sejak saya kecil, telapak tangan, ketiak, dan telapak kaki sering basah karena keringat. Hal tersebut tentu mengganggu saya di usia dewasa. Saya sudah berusaha memeriksakan diri ke dokter umum, menjalani rekam jantung, namun hasilnya nihil. Dokter mengatakan normal.

Saya periksa ke dokter spesialis kulit. Saya dijanjikan operasi pembakaran kelenjar keringat dengan laser, tetapi hanya disuruh menunggu.

Tolong saya, ke mana saya harus memeriksakan diri untuk menangani penyakit ini? Sebab, keringat yang keluar banyak sehingga saya harus membawa sapu tangan handuk. Hal itu mengganggu rasa percaya diri (psikologis) saya.

Alisa, Somewhere

Keringat dikeluarkan oleh kelenjar di permukaan kulit kita. Itu cara untuk mengeluarkan kelebihan panas dalam tubuh. Apalagi, dalam tubuh manusia, terdapat mekanisme pengaturan suhu tubuh agar tetap berkisar 37 derajat Celsius. Itu suhu optimal untuk aktivitas sehari-hari dan metabolisme.

Banyak kondisi tubuh yang mengakibatkan terjadinya pengeluaran keringat berlebih, yang biasa disebut hyperhydrosis. Penderita dengan kelebihan berat badan cenderung mengeluarkan keringat daripada mereka dengan berat badan lebih kecil. Juga, aktivitas fisik yang meningkatkan pelepasan keringat. Kedua hal itu diakibatkan peningkatan metabolisme dalam tubuh.

Konsumsi makanan tertentu yang menimbulkan metabolisme (lemak, protein hewani) tinggi juga akan meningkatkan pengeluaran keringat. Karena itu, makanan tersebut sebaiknya dikurangi. Selain itu, terdapat penyakit tertentu yang meningkatkan metabolisme tubuh. Sehingga akan meningkatkan pengeluaran keringat, misalnya, penyakit akibat kelebihan hormon thyroid (hyperthyroidism).

Gejala hyperthyroidism yang paling mudah dikenali selain cenderung mudah berkeringat ialah badan kurus (sulit meningkatkan berat badan). Walaupun, penderita hyperthyroidism cenderung banyak makan, tidak tahan di lingkungan bersuhu panas, frekuensi BAB cenderung meningkat, sering berdebar-debar, dapat disertai eksoftalmus (penonjolan kedua bola mata), dan pembesaran kelenjar gondok.

Untuk memastikan, dilakukan pemeriksaan hormon T3, T4, serta TSH (thyroid stimulating hormone). Pada pemeriksaan kadar T3 dan T4 yang tinggi, kadar TSH rendah. Pasalnya, terapi yang baik adalah terapi kausatif. Yaitu, menghilangkan penyebabnya. (*)

dr Heru Wiyono SpPD

Spesialis Penyakit Dalam

RS Spesialis Husada Utama Surabaya

Sumber: Jawapos Metropolis Visite


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: