Oleh: Danny Prijadi | Senin, 19 Januari 2009

Percaya Diri Atasi Gagap


JIKA mendapati anak gagap bicara (stuttering), jangan diolok-olok, apalagi dibentak. Tindakan begitu justru akan menurunkan mental si anak.

”Bukannya jadi lancar, anak mungkin justru ngambek tidak mau bicara,” kata Nur Ainy Fardana Nawangsari SPsi MSi. Gagap, lanjut Nur Ainy, adalah kemampuan bicara yang kurang lancar. Kondisi tersebut bisa dialami anak-anak hingga dewasa.

Penyebab gagap, menurut Nur Ainy, banyak. Pertama, ketidaksinkronan antara proses informasi dan kemampuan berbicara. Ketika berbicara, ada koordinasi antara rangsangan dari otak dengan pita suara, gigi, mulut, dan sistem pernapasan. Normalnya, semua organ itu dapat berfungsi simultan dan otomatis.

Pada penderita gagap, hal normal itu tak terjadi. Terlalu banyak informasi yang ada di otak. Namun, ada kesulitan untuk mengungkapkan secara verbal dengan lancar. Ibarat mobil, untuk menghidupkan mesin, harus menyalakan starter lebih lama. ”Sehingga, pada penderita gagap, tidak mudah berbicara sesuai kecepatan, tekanan, dan ejaan yang tepat,” jelasnya.

Penyebab kedua adalah dinamikan pola asuh. Dosen psikologi Unair itu mengatakan, anak gagap jangan dibuat cemas dan tertekan. Dalam kondisi tersebut, anak tak bisa bicara dengan lancar. ”Makin gugup atau cemas, kemungkinan jadi gagap tambah besar,” katanya.

Adakah faktor bawaan? Nur Ainy mengiyakan. ”Ada faktor genetik, tapi bukan penyebab utama,” ujarnya. Jarang sekali, kata dia, anak tiba-tiba menjadi gagap ketika dewasa. Pasti sejak kecil anak memiliki bakat gagap.

Penanganan gagap, menurut Nur Ainy, bisa dilakukan dengan terapi perilaku. Salah satunya, anak dibuat santai, tidak tegang atau cemas. Kemudian, anak diajak bicara perlahan-lahan. Biarkan penderita bercerita mengenai sesuatu yang disukainya. ”Jangan ada desakan. Itu akan memicu anak jadi gagap lagi,” kata Nur Ainy.

Terapi lainnya adalah membiasakan anak menulis apa yang akan dikatakan. Dengan menulis, lanjut wanita 37 tahun itu, komunikasi anak lebih terarah. Kebiasaan menulis juga mengurangi rasa cemas anak ketika hendak bicara. ”Jika anak pede (percaya diri), sedikit demi sedikit bicaranya akan tambah lancar,” imbuhnya.

Sumber: Jawapos Metropolis Visite


Responses

  1. Bagi yang gagap kami mengundang Anda untuk latihan bersama untuk memperbaiki pola bicara kita, sehingga dapat berbicara lebih lancar.

    http://gagapbicara.wordpress.com/halaman-diskusi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: