Oleh: Danny Prijadi | Rabu, 21 Januari 2009

Belajar fotografi pakai manual mode


image from dpreview.com

image from dpreview.com

Dulu awalnya sebelum mengerti fotografi saya sering menggunakan auto mode atau P mode untuk motret, tapi setelah dipikir-pikir harga kamera DSLR ini tidak murah sayang kalau fungsinya tidak digunakan optimal, akhirnya saya mencoba untuk mempelajari cara menggunakan manual mode.

Tidak sampai sebulan sedikitnya sudah paham meskipun sampai sekarang masih perlu banyak bimbingan dari org yg lebih berpengalaman. Sekarang ini, pengalaman yang dulu saya alami ingin saya bagikan kepada para pemula yang benar2 ingin belajar fotografi, anggap aja mulai dari nol.

Ada beberapa basic step yg perlu dipahami supaya bisa menggunakan manual mode.

I. LENSA

pertama yang perlu dipelajari adalah spesifikasinya lensa, saya ambil contoh lensa kitnya canon 350D yaitu EF-S 18-55  f/3.5-5.6  USM.

Apa yang dimaksud EF-S ?

Lensa EF-S ini hanya bisa digunakan di kamera APS-C salah satunya canon 350D yang harganya jauh lebih murah daripada lensa EF yg digunakan untuk kamera 35 mm Full Frame seperti canon 5D atau 1D. Sebenarnya lensa EF sendiri juga bisa digunakan di kamera APS-C tetapi ada pemotongan gambar istilah kerennya crop factor. Untuk detailnya bisa melihat di artikel saya yang lain atau bisa baca di wikipedia dulu, ini linknya APS-C dan EF-S

Apa yang dimaksud 18-55?

Ini istilah kerennya ‘focal length’ disingkat FL kalau FL nya 18 mm berarti sudut pandangannya(zoom) lebar artinya bisa untuk  foto pemandangan atau foto group, semakin tinggi nilai FL nya semakin sempit sudut pandangnya, 55 mm menurut saya lumayan sempit cocok buat foto portrait. Kalau mau lebih sempit biasanya 70 mm keatas, sedangkan untuk lebih lebar bisa coba 11mm, tapi 18 mm saya rasa sudah lumayan lebar. Semua tergantung kebutuhan.

Apa yang dimaksud 18-55mm f/3.5 – 5.6 yg biasa kita sebut aperture/diafragma istilah kerennya ‘bukaan’

Coba perhatikan angka f/2.8, 5.6, 11 di  gambar bawah, mungkin ada orang yg berpikir kalau 2.8 < 22 maka seharusnya 2.8 bukaan kecil dan 22 bukaan besar. Itu pikiran yg salah, sebenarnya maksud penulisan f/2.8 = 1/2.8 dan f/11 = 1/11, jadi dalam hitungan matematika 1/2.8 > 1/11 yang berarti semakin kecil angka f  semakin besar bukaannya yg biasa kita sebut bukaan besar, sedangkan kalau  angka f-nya semakin besar bukaannya justru semakin kecil.

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang ada orang yang bilang ‘coba pakai f kecil’ dan ada juga yang bilang ‘coba pakai bukaan besar’, Keduanya mempunyai arti yang sama, jadi jangan sampai bingung, pakai salah satu sebagai acuan anda sendiri, kalau saya pribadi lebih senang pakai kata bukaan besar/bukaan kecil.

f28f56f11

Jadi yang dimaksud dari angka 3.5 mm pada lensa kit canon 350D adalah angka maksimum bukaan terbesar pada focal length 18mm, tidak mungkin kalau anda menginginkan FL 18 mm dg bukaan 2.8 (bukaan yg lebih besar) tapi kalau bukaan lebih kecil seperti 5.6  sampai 22 masih bisa, tergantung dari spec-nya kamera. Begitu sebaliknya maksud angka 5.6 pada lensa adalah angka maksimum bukaan terbesar pada focal length 55mm, kalau anda menginginkan bukaan 3.5 pada FL 55mm itu tidak mungkin. Kalau misalnya anda punya lensa EF 24-70 f/2.8L USM, ini berarti FL mulai 24 – 70 bisa menggunakan f/2.8, maka itu untuk lensa seperti ini harganya selangit, bahkan melebihi harga body canon 350D.

  • Sekarang saya ingin menjelaskan sedikit tentang gambar tadi yg diatas. Coba perhatikan gambar kiri yg pertama, camera diasumsikan di tulisan f/2.8 atau gambar aperture. Kenapa kalau lensa yang nilai f-nya semakin kecil spt 1.4 atau 2.8 fixed selalu mahal, memang banyak faktor yg membuat lensa tsb mahal, tapi yg perlu anda ketahui semakin nilai f-nya kecil seperti f/2.8, objek yg di titik fokuskan jauh lebih tajam, detail daripada f/5.6  dan untuk backgroundnya juga jauh lebih blur daripada f/5.6.
  • Sedangkan di gambar ke 2, objeknya masih tajam tapi tidak setajam yang pertama, backgroundnya juga tidak terlalu blur
  • Dan yg terakhir semua objek tajam tapi tidak setajam kedua dan pertama, biasanya selain menggunakan f/11 bisa juga coba f/8.

II. ISO

Hal ke 2 yg perlu diketahui adalah ISO. kata ISO sama dgn ASA seperti pada kamera manual yang memakai roll film. Cuma yg perlu anda ketahui, semakin rendahnya angka ISO seperti 100, tingkat kepekaan cahayanya semakin kecil maksutnya jika memotret di dalam ruangan agak remang2 dengan menggunakan ISO 100 (rendah) maka hasilnya akan gelap, tapi lihat kebutuhan juga karena kadang memang disengaja untuk mendapat hasil yg dramatis, biasanya kalau saya ISO 100 dipakai waktu outdoor dan cuaca cerah.

Begitu sebaliknya semakin tinggi nilai ISO misalnya 1600, semakin besar tingkat kepekaan cahayanya, biasanya ISO 1600 digunakan pada saat situasi terjepit misalnya tidak boleh menggunakan flash dan kondisi ruangan gelap, hasilnya mungkin bisa terang tapi gambar kasar (noise), seperti bintik2 warna warni.

kalau saya sendiri misalnya motret di ruangan, saya pakai ISO 200 juga terkadang 400, untuk 800 dan 1600 sangat jarang, tergantung kebutuhan.

III. Shutter

Hal ke 3 adalah shutter, bahasa kita adalah kecepatan rana. pengertian shutter adalah lamanya waktu aperture buka, maksutnya begini, di manual mode waktu anda set bukaan 5.6 dan shutternya 1oo, ketika anda tekan full tombol rana (click), aperture akan membuka besarnya 1/5.6 spt gambar diatas selama 1/100 detik.

Untuk kamera 350D ada fasilitas BULB, ini maksutnya lama waktu bukaan aperturenya ditentukan oleh kita sendiri, misalnya anda set bukaan 5.6 lalu shutternya BULB, di 350D waktu anda tekan clik penuh, tombolnya jangan dilepas, tahan/hold selama anda mau misalnya 20 detik lalu lepas, hasilnya pasti hancur karena f/5.6 lumayan besar dan 20 detik bukan waktu yg singkat.

Tapi coba aja pada waktu malam hari di atas gedung memotret jalanan yg banyak mobil lalu lalang, lalu set f/22 dan shutternya bulb, lalu click dan hold selama 20 detik, hasilnya mungkin masih bagus, lampu2 mobil di jalan raya seperti kelihatan garis2 mengikuti jalan, tapi dgn catatan mobil yg lalu lalang sedikit, kalau banyak jgn 20 detik, terlalu lama.

hasilnya kira2 seperti ini

hasilnya kira2 seperti ini

Bagaimana kalau shutter tinggi seperti 1/250, coba aja cari objek air terjun/air mancur/paling gampang air kran, yg pertama menggunakan shutter rendah bisa bulb, 10″, 5″ dan yg kedua 1/200, hasil yang pertama airnya kelihatan ngalir terus dan yg ke 2 airnya terlihat seperti berhenti. Kenapa bisa demikian? karena 1/250 merupakan waktu yg sangat cepat sehingga bisa membekukan suatu objek, sedangkan 5″ adl waktu yang lama, sensor kamera mengambil gambar terus-terusan selama 5 detik akibatnya gambar sepertinya bergerak hidup. Keduanya sama2 bagus tergantung situasi, kondisi, dan penggunaannya.

shutter rendah

shutter rendah

shutter tinggi (cepat)

shutter tinggi (cepat)

IV. Flash

Kalau di luar ruangan dan cuaca cerah mungkin flash tidak dibutuhkan kecuali mungkin objeknya terkena bayangan pohon, daun, topi, dll baru flash bisa digunakan sebagai fill in, bisa juga digunakan waktu sumber cahaya berada di belakang objek kecuai kalau mau foto siluet.

Kalau di dalam ruangan internal flash bisa saja dibutuhkan, untuk 350D dilengkapi fasilitas metering cahaya gunanya untuk mengetahui sebelum dipotret apakah nanti hasilnya over expose (terlalu terang) atau under expose (terlalu gelap). Tapi kalau saya pribadi agak ngga begitu percaya dengan meteringnya 350D dan juga saya agak ngga suka hasil foto yang langsung mepakai direct flash. untuk lebih detailnya bisa lihat di artikel saya yg lain mengenai flash.

Manual Mode

OK, sekarang saya ingin bahas mengenai penggunaan pada manual mode di canon 350D, memang ini bisa kita pelajari lewat buku manualnya tapi terkadang masih bingung juga. Ini saya coba jelaskan pakai versi saya sendiri, semoga aja ngga tambah bingung :)

anim_hb_prob_iso

image from dpreview.com

  • Asumsi posisi lensa di FL 18 mm, lalu pilih manual mode dan langsung tentukan ISO, di body 350D ada shortcut tombol ISO berupa panah atas. misalnya posisi anda skg didalam ruangan dgn kondisi cahaya cukup terang pokoknya membaca tulisan masih jelas. pilih ISO 200.

topcontrols1

  • Tekan tombol Av/FE lock (spt gmb diatas) dan hold (tekan terus) lalu scroll ke kiri sampai bukaan terbesar 3.5 untuk lensa kit 350D, angka 3.5 tampak diatas layar LCD, ini menunjukan nilai aperture atau f.
  • Selanjutnya pilih tombol scroll untuk tentukan shutter, coba scroll ke kanan/kiri sampai menunjukkan angka 100 yg berarti shutternya 1/100 sec.
viewfinderview1

image from dpreview.com

  • kalau sudah, coba metering dalam ruangan, caranya bidik salah satu objek kira2 jarak camera 2 meter dari objek, nanti di dalam viewfinder (jendela intip) disebelah kanan angka aperture 3.5 ada exposure comp./level (gmb diatas) di bawah angka -2, maksutnya kondisi  yg hanya terlihat di viewfinder under 2 stop, jadi kalau anda clik hasilnya pasti gelap sekali bahkan mungkin ngga kelihatan, jadi coba scroll ke kiri untuk mengganti nilai shutternya, scroll sampai tandanya tidak ngeblink bahkan kalau bisa scroll sampai panahnya mengarah ke kanan menuju angka 0, yang artinya tidak under dan tidak over, lalu click, tapi awas mungkin shutternya menunjukan angka yang minim seperti 0.3″ artinya waktu anda tekan full click, dalam waktu 0.3 detik kalau bisa tangan jangan goyang atau getar, karena gambarnya bisa kacau, makanya ada lensa yang diberi fasilitas IS (image stabilizer) fungsinya supaya mengurangi getaran pada tangan dan juga ada lensa yang bukaannya besar seperti f/2.8 sehingga dalam kondisi agak gelap tidak perlu sampai selama itu shutternya.

Hasilnya gimana cukup bagus tidak? tapi karena shutternya agak lama mungkin kalau di zoom review gambarnya agak goyang, coba naikkan ISO jadi 400, ingat artinya ISO kan, semakin tinggi ISO semakin peka cahaya. Lalu lihat di viewfinder panahnya pasti ngeblink lagi tapi lebih dari 0, entah lebih 1 stop atau 2 stop, coba kecilkan shutternya sampai di titik 0, kemungkinan shutternya dapat angka 5, pokoknya lebih cepat dari sebelumnya (0.3″). lalu clik, bandingkan hasilnya, dari segi warna sih sama cuma goyangnya mungkin berkurang tapi noisenya tambah mengingat ISO semakin tinggi semakin noise.

Mungkin ada pertanyaan dipikiran anda supaya tidak goyang shutternya harus berapa, kalau menurut pengalaman saya pribadi, kalau untuk foto objek yg tidak bergerak 1/60 cukup, tapi kalau foto org dewasa misalnya foto group bisa 1/80, kalau anak2 yang suka bergerak ringan, misalnya goyang kepala, tangan bisa pakai 1/100 tapi kalau sampai loncat2, lari bisa l/125 bahkan lebih. Tapi ini jangan dijadikan patokan, karena ada juga untuk motret org lari dgn menggunakan speed/shutter rendah supaya hasilnya kelihatan hidup.

Bagaimana dgn settingan aperturenya, saya biasanya pakai bukaan yg paling lebar kecuali kalau memang menginginkan background terang bisa pakai f/8 atau backg ngga terlalu blur f/5.6, tapi kalau pakai f/8, shutternya hrs rendah/lambat, misalnya takut goyang bisa akali pakai flash kekuatan penuh, yg tentunya pakai external flash, karena ada settingan manualnya bisa di tentukan sendiri kekuatan cahayanya.

Bagaimana? kira2 mudah dimengerti pembahasan saya? sekarang coba deh lakukan sekali lagi  mulai dari metering ruangan tapi dengan menggunakan internal flash, bandingkan hasilnya dgn tanpa flash. Kalau punya external flash, coba di bouncing, hasilnya juga beda, bisa lebih bagus, itu menurut saya loh, karena tidak semua orang punya tanggapan yang sama terhadap suatu karya.

Jadi kesimpulannya untuk menggunakan manual mode butuh waktu untuk terus mencoba, pokoknya yg perlu diperhatikan cuma shutter, f, dan ISO, flash (lebih baik external flash), untuk lainnya jangan dulu, pahami 4 macam itu, lama kelamaan jadi terbiasa, sehingga cukup dengan melihat situasi ruangan sudah bisa kira2 mau ISO berapa, bukaan berapa, shutter berapa. Kalau cuma andalkan auto mode saya rasa tantangannya kurang.

Sebenarnya sih masih banyak lagi yang perlu dipelajari seperti metering mode, AWB, Histogram, cara membaca MTF-Chart dll. Tapi saya rasa lebih baik pelajari dulu basicnya, setelah itu pelan2 pelajari yang lain. Kalau ada waktu saya tulis lagi deh, mungkin kalau penjelasan saya ada yang salah tolong dimaafkan, soalnya saya sendiri juga bisa dikatakan pemula dan masih butuh banyak masukan dari kalian pecinta fotografi. Terima kasih

Semoga dapat membantu, oh yah minta tolong polling dibawah diisi yah :)


About these ads

Responses

  1. Sangat-sangat membantu,menambah pengertian…dan semakin senang..memotret…..

  2. Oke ….semakin di pelajari semakin menempel di ingatan,dan semakin mengerti…trimakasih…

  3. yang penting terus blogging!! cuma copi paste memang harus diperhatikan

  4. sangat membantu sekali, sekarang sy sedikit memahami arti ISO, SHUTTER, APERTURE…. terimakasih pak, dan terus berkarya

  5. sore kak,q dewy,,,sye pnya kamera canon D1100
    tp sye tx bisa cara make’y,,
    bisa mnta tolong cara pengaturan buat,,,misal’y fhto” pernikahan,atau fhto seperti di padi”,,nggk,
    place ajarin q ya,,,
    makasih

    • Hau deavy..add me….

  6. Kalau pakai Nikon D7000 gimana ? Masalah flash internalnya sering gak nyala.

  7. sangat membantu Pak,terima kasih sudah mau sharing ilmu…lanjutkan!!!

  8. thnks ya…but artikelnya…skrang sy udah tau kegunaan walaupun bru sbagian kecil…..
    tpi sya udah biza operasikan kamera EOS 550D milik saya…….

  9. Saya mebdi, saya baru membeli canon550d. Sebelumnya saya belum pernah atau tidak mengerti sama sekali dengan kamera jenis ini. mihon bapak2, saudara2, bisa membantu saya untuk mengoperasikan kamera ini

  10. wah terima kasih banyak sekali mas atas artikel sangat membantu sekali
    kebetulan sya juga baru belajar fotografi menggunakan canon 350d :D

  11. Makasih bro tipsnya, soalnya saya baru mulai belajar jeprat jepret, tapi menggunakan kamera saku alias digital, maklum DSLR lum ada budget. jadi sebelum punya DSLR perlu belajar dulu, hehehe…

  12. thx bisa berbagi pngalaman dan pngetahuan ..sngat mmbantu saya yg s’orng pemula :)

  13. Nice article…!
    Senang sekali saya bisa mendapatkan info bermanfaat…terima kasih.

  14. Minta Tipsnya aja untuk foto di pantai siang hari bolong dengan posisi matahari berlawanan dengan lensa, bagaimana settingnya agar obyek foto jelas dan background obyek jelasm terima kasih

  15. saya pemula make canoon eos x4,saya agak kebingungan nih praktekinnya mas,kok kayaknya sama aja hasilnya dengan mode auto

  16. Sy ingin tanya, manakah yg lebih bagus hasilnya jika memotret memakai flash external dan memotret tanpa flash! Shutter speed sekitar 1/4 sampe 1/8?

  17. Keren nih artikelnya, jadi tambah tau. Itung itung nggak jadi ndeso kalo udah pegang dslr canon 60D :D. Rencana mau beli 60D tapi masih bingung gimana perbedaanya Kit I, ll, dan III. Hehehe tolong jelasin dong…..

  18. terima kasih infonya, baru belajar basic pakai slr canon

  19. luar biasa infonya jadi lebih paham dan moga2 membuat hasil foto yg bagus saya tunggu info terbarunya

  20. Saya pemakai camera DSLR pemula, artikel mas Dani sangat membantu dalam mendapatkan informasi tentang teknik fotografi.camera yang saya pake cannon tipe 1000D, iso max 1600., lensa kit 18-55mm. Sy masih kesulitan utk melakukan pemotretan obyek bergerak (obyeknya anak kecil yg aktif bergerak) di ruangan kurang cahaya. Apakah sy harus mengganti camera ke tipe 1100D yg iso maxnya 6400 utk mendptkan shutter speed yg cukup atau ada teknik lainnya. Trims atas infonya.

  21. siiipppppppppp gan INSYA`ALLOH bisa di pahami. thanks yow udah bagi2 keahliannya sama kita-kita.

  22. MSH BINGGUNG

  23. hunting yok.. senjata daku, Yashica FX-3 Super 2000.. buatan 1983, tapi masih manteb.. ada juga nikon f50..jarang2 daku pake.. enakan full manual

  24. thank’s ya masukanx…
    mw d praktekin dulu hehehe

  25. terima kasih.. tp saya br pakai nikon 3100. tentu ada bedanya.

  26. tolong dijelaskan bagaimana setingan sutter pd objek air yg mengalir pada waktu siang hari/pd cuaca cerah. saya pernah mencoba tp hasilnya terlalu terang/tdk jelas. sy menggunakan canon 1000d.
    terimakasih.

  27. artikelnya sangat bagus , saya ingin tanya gimana mendapatkan buku manual camera canon kiss X4 dalam bahasa indonesia ?

  28. mas Danny thanks berat buat artikelnya… sangat membantu buat saya yang newbie….

  29. Mantap tips. … Ni yg saya cari cari

  30. Salam kenal.. saya pemula karena hobi dan pke 550D lensa kit 18-135mm..
    Lg belajar n cari2 referensi photography..
    Bagus banget ulasannya.. Trm ksh..

  31. saya berencana bel canon eos 550 d.kemarin sdh ke prj dengan harapan ada discount.dengan perhitungan kalau ada discount dana yang saya cukup untuk nenteng kamera tuch.ternyata harganya sama saja seperti hari2 biasa karena memamg bukan distributor yang buka stand tapi toko dimangga dua.untuk itu saya mau beli seken saja katanya di metrio atom plaza banyak.tolong rekomendasikan toko mana yang bisa dipercaya.

  32. trimaksh artikelnya, sngt membtu saya, sya mash blajar hanya krna hoby sja, mas dany nulis lagi dong tuk kamera canon 550DT2i,sy br memakinya mash banyk kebingun ,biar ilmunya tmbh nh

  33. Mas Danny, Thanks atas ilmunya, Saya lagi menunggu Nikon D90 yang ingin saya manfaatin ilmu manual mode dari anda.

  34. tks bgt info (ilmu) yg berharga yg di share scr gratis…gbu

  35. Terima kasih bung Dani, tulisan anda sangat membantu saya dalam mempelajari dan mamahami istilah-istilah fotography, semoga terus menulis ya…

  36. sebulan belajar di mbah google tentang kamera Dslr…ketemu dech disini ilmu yg berharga dr mas dani.
    skrg sy baru 3 hari beli canon 60D lsg aja main jepret gak ragu lg. ilmu dasar dari mas dani. thq mas dani..GBU

  37. wah… infonya sangat membantu… makasih p’ Danny

  38. salam kenal..pak dani..makasih atas infonya..membantu bagi orang kaya saya yang seumur2 baru punya kamera dan langsung beli SLR..nentengnya aja masih sering grogi…dan belum berani ambil2 gambar…di tempat umum..thanks..

  39. terimakasih atas infonya om..
    sangat berguna bagi saya yg msh newbie dalam penggunaan fitur2 pada dslr..

  40. mantabbbbb,,,artikelnya,,,,,,,,,,,

  41. keren…detail bgt..
    respect 4 U…

  42. pencerahan bngt……….
    owm dany keren bngt artikelnya, kbtlan saya baru nih pegang DSlr 1000d, kmrn2 saya bingung tanya siap cara penggunaan dan kegunaan tombl2 di kamera saya…
    saya coba otak atik sndiri baca manua book ttp blm nyantol semuanya……..
    stlah baca artikel owm danny sip keren, otak saya langsung kebuka dan ilmunya lngsng keserap semua banyak mudengnya…
    makasih owm dah mau berbagi ilmu…
    kalo ada artikel2 baru lagi untuk lbh meng explore kemampuan jng lupa beritahu saya owm…
    makasih.buanget ..keren habsi deh.

  43. Terima Kasih ilmunya pak, pencerahan yg sangat luar biasa. semakin paham dengan SLR, padahal sudah punya 350D sejak tahun 2008, namun tidak pernah maksimal menggunakannya (maklum kala itu beli karena bernafsu pengen SLR tanpa memikirkan cara penggunaannya yg baik serta maksimal). Izin copy paste mau saya simpan untuk dokumentasi pribadi pak. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, semoga mendapat ganjaran yg setimpal dari Tuhan atas ilmu yg diberikan untuk masyarakat. Tetap menulis pak, saya tunggu artikel lainnya.

  44. Artikel yg bagus mas..
    Kebetulan saya baru beli Canon Eos kiss x4, dg lensa EFS 18-135mm, tapi pengetahuan tentang kemera ini masih nol, artikel mas sangat membantu pengetahuan saya, terimakasih banyak mas..Oya kalau berkenan mohon infonya tentang lensa saya mas..thanks.

  45. bagus banget cara neranginnya..detail banget..
    boleh tanya klo mau beli kamera dslr yg bagus harganya miring dimana tempatnya ya? soalnya lg berminal belajar kamera slr..
    thank u infonya..

  46. Artikelnya bagus bangettt.. bener bener hal dasar nih.. TOP BGT.. kalo sempat om.. tambah-tambahin lagi artikelnya…

    • ya nih, masih ngga ada waktu buat nulis, ntar deh kalo ada sempat saya tambahkan

  47. izin pak artikelnya d copy yaah,.saya jadi semakin minat mau belajar menggunakan kamera DSLR
    tapi pak,klo buat pemula kayak saya tipe kamera yg cocok apa ya pak?
    klo canon 450D sama 350D bedanya apa pak?
    makasih pak.. .

    • ok ngga pa2, copy aja, cuma sumbernya dicantumkan yah.
      kalau untuk pemula sekarang canon sudah meluncurkan 550D kalo ngga salah. tapi kalau tanya bedanya 350 dgn 450, bedanya yang terlihat jauh di bodynya.
      Saya tidak menyarankan beli 350D kalau jari2 tangan anda besar, sebab body 350d terlalu kecil, banyak sekali komplain mengenai itu, jadi kalau megang jari kelingkingnya tidak sampai nyentuh body, akibatnya kamera cuma ditahan dgn 2 jari (jari tengah & manis), telunjuknya untuk pencet tombol, jempol buat nahan body aja. akibatnya tangan cepat capek dan linu. Sebenarnya masih banyak perbedaannya, cuma itu yang paling menonjol.

      • makasih pak informasinya

        tanya lagi yah pak,saya sudah cari-cari d paman google tentang katalog kamera DSLR 450D sama 1000D cocok buat pemula
        tpi masalahnya saya bingung pak mau beli yg mana ???
        yg 1000D atau 450D klo menurut bapak ?

        oyah saya juga nyari yg second aja pak dan harga tipe kamera itu abis-abisnya berapa yah pak???
        maklum pak uang sendri,ga mau banyak nyusahain orang tua

        sekalian pak,klo beli kamera second apa yg harus d perhatikan pak,biar ga dua kali kerjaan????
        makasih pak

        • saran saya kalau memang dananya betul2 terbatas, beli 1000D ngga masalah. Saya sih belum tahu betul ttg 1000D, yang jelas kemampuannya dibawah kelas 450D. Ntar kalo jepret2, INGAT pakai RAW, biar hasilnya kalau jelek masih bisa dibetulin dgn mudah.

          kalau masalah second, kalau memang mau beli yang second, pilih yg 450D, harusnya sudah murah sebab sekarang sudah keluar yang 550D, yg harus diperhatikan shutter countnya (sudah jepret berapa kali), lalu tanyain apa firmwarenya sudah pernah di update, kalau bisa jangan yg sdh di update deh, kecuali kalau memang anda punya komunitas yg benar2 ngerti hal spt itu. Dan yang paling penting batterynya, sudah drop atau tidak, orgnya yg jual gimana, tanyain dia kalau ngecharge gimana, lihat tgl pembeliannya, ada garansi ngga, carilah orang yang jualnya bukan dari org yg kerjaannya fotografer, sebab shutter countnya pasti banyak, bisa cari yang sekedar hobby, seperti saya gini :)

  48. yang foto pada part shutter pake tripod ya pak? soale kadang saya salah setting kameranya lama bgt capturenya! sekitar hitungan detik gitu!

    • pakai mode apa? kemungkinan ruangannya gelap atau tidak menggunakan flash, coba naikkan ISO (tidak berlaku di auto mode).

  49. mas saya butuh penjelasan neh tentang mode P dan Mode auto..tlg ya buat temen2 senior..ksh penjelasan tnks bngt..salam hormat..saya si pemula…

    • ya, sama2 pemula yg niat belajar, setahu saya P mode ini hampir sama dengan auto mode, jadi nilai aperture dan shutternya secara otomatis camera yang menentukan, tetapi kita masih diberi pilihan untuk mengubah ISO, exposure (Ev), dan white balance. Kalau auto sudah semuanya otomatis tinggal jepret.

      • makasih banyak…mas.nambah lg ilmu saya hehehe.

        • yah, sama2, kalau sudah expert jgn lupa bagi2 juga ya hehehe

  50. artikel yang sangat membantu banget bagi pemula yang baru belajar. untuk lebih mudahnya sebaiknya pola pembahasan dengan lebh banyak contoh2 gambar jika asumsi menggunakan variasi shutter, f, iso dan juga lokasinya. thak’s….

    • terima kasih yah masukannya, nanti kalau ada waktu saya akan jelaskan satu persatu, memang sebaiknya dipilah-pilah yah

  51. mas saya sangat terrbantu dengan artikel sampean..klo ada artikel laenya…di tampilin ya…sya sangat antusias…sukses slalu mas…salam hormat dr pemula…

    • OK, mungkin sampean juga punya masukan untuk saya, soalnya saya sendiri terkadang juga bingung mau nulis topik apa hehehe. Mas ahmed bisa masukkan email ke kolom ‘daftarkan saya’ di kolom bagian kanan, ntar kalau ada update bisa langsung diberi tahu lewat email. Thanks yah sudah mampir

      • ok mas…slam hormat saya.

  52. nice article..
    like this lahh..
    hehe

    saya br amatir nih dlm hal pemotretan.
    tlg masukan2nya..
    trs saya mau beli kamera DSLR, mohon sarannya..
    sementara ini pake punya temen dulu (canon 400D)
    hehehe

    • Wah peminat DSLR semakin banyak juga yah, saran saya kalau memang mau beli camera tentukan dulu mereknya, karena ini investasi jangka panjang. Mungkin bisa diperdalami lensa2 apa saja yang ada pada merek tertentu lalu bandingkan dgn merek lain, begitu juga hasil fotonya, tipe warnanya anda suka yang bagaimana.
      Kalau memang suka canon dan mau beli camera entry level, saran saya 500D sdh sangat bagus meski saya belum pernah tahu hasilnya gimana. lalu memory cardnya paling tidak pilih yang 4GB dan gunakan RAW kalau jepret2.
      itu saran saya sih, sebenarnya sih masih banyak, cuma masalahnya pertanyaan anda luas banget jawabannya. hehehe

  53. tolong lebih detail lg dong pak mengenai shuternya thx

    • shutter adalah kecepatan dalam satuan detik yang dihasilkan selama proses pemotretan, bisa dari shutter bold (terserah anda mau berapa detik), 30 detik, 15 detik, bla3….., 0.3″, 1/8″, bla3….., 1/30″, 1/60, dst sampai 1/3000″ atau mungkin lebih tergantung kamera. Gunanya apa? semakin lama shutter cahaya yang masuk semakin banyak, semakin cepat shutter, cahaya yg masuk juga tidak banyak.
      contoh motret cipratan air mancur di siang bolong, karena gerakan air sangat cepat, kalau kita mau memotret supaya airnya kelihatan beku, harus menggunakan shutter cepat 1/200 keatas (tergantung cahayanya juga), kalau memotret supaya airnya kelihatan bergerak (berarti seperti motion blur) baru menggunakan shutter lambat, bisa 1/8, 0.3″, dst…
      semoga membantu, thanks atas pertanyaannya

  54. aku belum paham yang gunain shuternya pak

  55. terima kasih atas infonya

    • terima kasih kembali

  56. kebetulan lg nyari2 artikel ttg fotografi, izin copy ya mas, saya masih newbie di dunia fotigrafi…..makasih .

    • ya silakan copy kalau memang artikel saya dapat membantu, tapi jangan lupa tulis sumbernya dari sini ya :)

  57. Tidak semua orang punya niat berbagi ilmu & pengetahuan dgn orang lain(meskipun dibilang “copyright”….) dan tdk semua orng mau susah2 translate bahasa trus dibagi buat orang lain apalagi Gratis….

    …to mas Danny, saya juga kerja di photography & designer grafis mengenai reviewnya mas Danny sdh sangat bagus olah katanya juga pas, sekali lagi ….punya niat berbagi aja sdh lebih dari cukup apalgi sdh dilaksanakan.
    Terus berkarya mas..

    Terima kasih.
    salam kenal dari BALI.

    • Terima kasih komennya ya pak yudha, salam kenal juga dari surabaya.
      Memang tujuan utama saya memberikan info ini supaya masyarakat punya pikiran terbuka ttg pemahaman fotografi. Masih banyak orang yang senang fotografi tapi tidak memahami dasar2nya alias asal jepret terang ya sudah….

      Di luar negri seperti korea dan jepang, orang menggunakan kamera SLR sudah biasa, tiap kali dimana ada objek wisata tidak pandang tua muda laki perempuan, rata2 sudah banyak orang yg menggunakan DSLR, justru kamera prosumer sudah mulai ditinggalkan. Lain halnya di indonesia yang masih beranggapan kamera DSLR hanya untuk kalangan fotografer. Tapi sekitar seminggu yang lalu saya menghadiri acara wisuda dan anak saya yang kebagian performance, dari sekitar 300 peserta, kira2 ada 10 lebih org tua lebih yang menggunakan kamera DSLR, ada yg memakai lensa kit biasa juga ada yang lensa berkelas, jadi saya rasa ini sudah kemajuan pesat.
      Dan saya yakin kalau orang itu berani membeli kamera DSLR paling tidak dia pasti juga berusaha untuk mengerti dasar pemahaman kamera dan kalau sudah ngerti tidak menutup kemungkinan untuk belajar yang lebih jauh, seperti memakai manual mode, karena dgn pahamnya metode manual, hasil foto yang dihasilkan bisa sesuai selera kita.

  58. artikel yang bagus nih, kebetulan baru mau belajar nih… minta ijin untuk meng-copy artikelnya pak.. thx.

    • ya, silakan…memang saya nulis artikel ini buat org yg mau coba2 manual mode.

      Impian saya, semoga seluruh warga indonesia peduli dengan seni fotografi. Dan kalau motret selalu menggunakan kamera DSLR, jadi kalau kemana-mana membawa kamera DSLR tidak seperti tukang potret hahahaha….

  59. Artikel dah bagus, masalahnya copyright. Tolong, kalo ngambil dari situs orang disebutkan sumbernya. Foto viewfinder diatas ngambil dari dpreview kan ? tolong diklarifikasi, tidak etis kalo mempublikasikan bukan punya sendiri tanpa menyebutkan sumber aslinya. Keep writing – peace !

    • Terima kasih Liong atas komentarnya dan sudah mengingatkan saya. Sebenarnya saya bisa membuat sendiri cuma terkendala waktunya, mengingat saya sudah berkeluarga. Tapi sekali lagi terima kasih, memang salah saya yang seharusnya mencantumkan sumber aslinya.

      salam kenal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: