Oleh: Danny Prijadi | Sabtu, 24 Januari 2009

Apa bedanya full frame dan APS-C? Kamera pocket termasuk yang mana?


Pernahkah anda berpikir;

  • Apa bedanya full frame dan APS-C pada DSLR, sedangkan untuk kamera pocket termasuk yang mana?
  • Kenapa hasil foto cetakan dari LAB mengalami croping jika memakai kamera pocket? maksutnya hasil foto cetakan tidak sesuai spt yg ada di LCD kamera, sehingga harus diperbesar (crop) supaya terlihat semua di ukuran 4R (15 x 10 cm)
  • Kenapa kamera pocket dengan kamera DSLR yang memiliki megapixel sama besarnya tapi hasilnya jauh berbeda? misalnya saya pakai ISO400 dgn f/2.8 pada kamera pocket dan ISO 400 dgn f/2.8 pada kamera DSLR 350D dan hasilnya yg kamera pocket jauh lebih noise drpd DSLR.
  • Kenapa arti angka focal length yg terdapat pada lensa kamera DSLR tidak sama dengan angka focal length yang ada di kamera poket? maksutnya begini, saya ambil contoh lensa kit-nya canon 350D focal length-nya 18-55mm sedangkan kamera poket canon G9 7.4-44.4mm 6x, jadi dalam artian kalau 7.4 < 18mm maka kamera poket memiliki jarak pandang jauh lebih lebar dari DSLR (maksut lebih lebar bisa dibuat motret landscape yg panjang banget atau kalau motret org banyak misalnya 100 orang bisa masuk semua)


Dulu pertama saya beli kamera poket tidak pernah memikirkan hal yg beginian, pokoknya bisa pakai dan menghasilkan gambar ya sudah. Setelah saya punya kamera DSLR, baru timbul pertanyaan seperti diatas, tetapi waktu itu saya ngga ambil pusing, yang penting belajar motret dulu. Akhirnya beberapa tahun kemudian saya punya keinginan upgrade body dari canon 350D ke 50D, tetapi setelah saya pelajari dari internet dan beberapa dari informasi temen2 KD (kamera-digital.com), 350D dengan 50D memiliki ukuran sensor yang sama yaitu sama2 jenis APS-C, sehingga saya pending untuk upgrade.

Untuk menjawab pertanyaan diatas, saya ingin mencoba menjelaskan sedikit, lihat gambar sensor pada kamera dibawah

431px-sensorsizes

  1. Gambar kotak itu menunjukkan area sensor yang ada pada body kamera sekaligus menunjukkan gambar yang ada di viewfinder.
  2. Tulisan baris ke-1 adalah tipe sensor yg ada pada body kamera.
  3. Baris ke-2 adalah ukuran sensornya pada body kamera.
  4. Baris ke-3 adalah luas area sensor (total perkalian)
  • Untuk kamera saya Canon 350D mimiliki jenis sensor APS-C, 22.2 x 14.8 = 329 mm²
  • Sedangkan untuk kamera pocket Canon Poweshot G9 memiliki jenis sensor 1/1.7″, 7.6 x 5.7 = 43 mm², padahal G9 bisa dibilang kemera poket yang tinggi spesifikasi di kelasnya.

Jadi secara tidak langsung satu pertanyaan diatas sudah terjawab, bahwa luas sensor G9 cuma 13% dari DSLR 350D, tapi bukan berarti kualitas gambar juga cuma 13% loh. Saya cuma ingin mengklarifikasi bahwa secanggih apapun kamera pocket tidak mungkin bisa menandingi kamera DSLR, dgn catatan yang memotret sama2 professional fotografer loh, lagipula semakin besar area sensor  pada kamera semakin berat body kamera padahal keunggulan dari kamera pocket selain desainnya minimalis juga keringanan body.

Sekarang saya masuk ke definisi dari tiap sensor;

contoh digital medium format

contoh digital medium format

Medium format:

Merupakan sensor yang terbesar untuk saat ini, bisa 2-6 kali lebih besar dari full frame 35mm, jadi gambar yang dihasilkan memiliki resolusi yang sangat tinggi dan dapat diperbesar dengan warna gradasi yang bagus serta tidak grain/noise. Biasanya medium format ini terdapat pada kamera yang mengunakan roll film tapi skg sudah ada yang memakai digital, biasanya dibelakang body kamera ada tambahan digital back. Harga kamera ini sangat mahal dan disarankan untuk professional photographer. Kalau mau lebih jelasnya bisa baca di wikipedia, googling aja ‘medium format’.

CMOS sensor 35mm

CMOS sensor 35mm

Full Frame:

Kemera Full Frame adalah kamera yang memiliki sensor dgn ukuran 36 x 24. Besarnya jauh beda dibandingkan APS-C yg hanya 22.2 x 14.8, tapi keduanya memiliki kesamaan perbandingan 3 : 2. Makanya bila dicetak di LAB dgn ukuran 4R (15 x 10 cm), tidak ada croping dan ukurannya sesuai dgn apa yang ada di LCD, sebab 15 : 10 = 3 : 2

Contoh type kamera yang menggunakan full frame:

Canon EOS 5D 2005, Nikon D3 2007, Canon EOS 1Ds Mark III 2007, Nikon D700 2008, Sony α 900 2008, Canon EOS 5D Mark II 2008, Nikon D3X 2008

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki kamera full frame, diantaranya

1. Tidak ada crop factor atau nilai crop factor 1, maksudnya kalau saya punya lensa lebar (wide) misal 18 mm lalu dipasang di kamera full frame hasilnya juga 18 mm (1 x 18), sedangkan kalau APS-C yg memiliki crop factor 1.62 maka 18 mm = 29 mm (1.62 x 18), jadi gambar tidak terlihat seutuhnya, spt gambar yang hanya diwarna dibawah ini.

colour + monochrome = Full frame, only colour = APS-C

colour + monochrome = Full frame, only colour = APS-C

Di Canon, lensa yang bisa dipakai untuk kamera full frame hanya tipe EF dan EF-L ( lensa L ditandai dengan ring merah, memiliki kualitas optic yg terbaik). EF-S mungkin bisa dipakai di kamera full frame tp objek terlihat kecil dan dipinggirnya ada border hitam.

2. Keuntungan yang lain dari full frame katanya tidak se-noise APS-C, informasi ini sih saya dapat dari artikel lain, belum pernah lihat sendiri. Jadi misalnya sama2 menggunakan ISO 1600, hasilnya tetep saja noise tapi tidak separah di APS-C.

3. Karena ukuran sensornya besar, kemampuan sensor dalam menangkap cahaya juga semakin baik. Juga bisa mengatasi kondisi cahaya yang terlalu terang dan gelap sehingga tidak akan terjadi kekontrasan warna yang tinggi.

4. Memiliki viewfinder yang besar, sehingga lebih nyaman untuk membidik objek.

Kekurangannya Full frame cuma 1, harganya mahal banget biasanya cocok untuk professional photographer, tapi kalau memang benar2 ingin terjun di dunia fotografi atau ada dana lebih bisa dipikir kembali untuk memilih kamera full frame.

APS-C:

Seperti dijelaskan sebelumnya, full frame memiliki sensor 36 x 24, kamera APS-C memiliki ukuran sensor 22.2 x 14.8. Jika lebar sensor full frame : lebar sensor APS-C = nilai crop factor APS-C, yakni 22.2 : 36 = 1.62, sehingga menyebabkan jarak pandang yang berbeda seperti contoh gambar diatas.

Ada beberapa keuntungan yang didapat pada kamera APS-C:

  1. Harganya terjangkau, cocok bagi pemula yang ingin mendalami fotografi.
  2. Body ringan.
  3. karena crop factor, cocok dibuat tele photo, maksudnya lensa tele 70-300 mm dalam arti sebenarnya 113 – 486 mm, sedangkan full frame tetap 70 – 300 karena crop factornya 1
  4. Semua tipe lensa (EF-S, EF, EF-L) bisa dipakai, apalagi harga lensa EF-S juga terjangkau, sangat cocok buat pemula (seperti saya) yg mau belajar fotografi.

Contoh jenis lensa EF-Ssaat ini memang tidak banyak, sementara yang ada cuma 4 :

  • EF-S 10 – 22 mm f/3.5 – 4.5 USM ( lensa wide banget)
  • EF-S 17 – 85 mm f/4 – 5.6 IS USM ( lensa standard + semi tele (70mm keatas))
  • EF-S 18 – 55 mm f/3.5 – 5.6 USM ( lensa kit standard)
  • EF-S 60 mm f/2.8 Macro USM (lensa macro)

1/1.7″

Pada umumnya kamera pocket memiliki sensor 1/2.5″. Tapi kali ini saya ingin membahas kamera pocket G9 yang memiliki sensor 1/1.7″. Coba perhatikan focal length G9 dibawah ini

kemera saku terbaik menurut saya

kemera saku terbaik menurut saya

G9 memiliki FL 7.4 – 44.4 mm f/2.8 – 4.8, 6x zoom IS.

1. Kenapa kok 6x, darimana asalnya? itu didapat dari 44.4 : 7.4 yg menghasilkan 6 kali pembesaran. Jadi kalau pada lensa DSLR canon tertulis 18-55mm berarti memiliki 3x pembesaran. Sedangkan IS adalah Image Stabilizer yang fungsinya untuk mengurangi gerakan pada tangan saat motret supaya gambar tetap focus (tidak blur).

2. Angka 7.4 – 44.4 itu setara berapa kalau di kamera DSLR? pertama cari dulu crop factornya untuk tipe sensor 1/1.7″, caranya lebar sensor full frame (35mm) : lebar sensor 1/1.7″ yang berarti 36 : 7.6 = 4.73, jadi 7.4 – 44.4 setara dengan 35 – 210 (35mm full frame), kalau disetarakan dgn kamera APS-C bagi aja dengan 1.62 (crop factornya APS-C) = 21 – 129mm.

3. Karena ukuran sensor 7.6 x 5.7 yang berarti mempunyai nilai perbandingan 4 : 3, sehingga berakibat jika dicetak di LAB harus memilih ukuran kertas photo yang sesuai 4 : 3, seperti 10R panjang (ada org bilang 10R jumbo), kalau dicetak ukuran 4R 10 x 15 (3 : 2) akan mengalami pemotongan, supaya objek bisa terlihat semua di kanan dan kiri bakal ada border putih (warna kertas photonya) dan objek gambar terlihat kecil.

Memang hitungan seperti diatas saya rasa tidak perlu karena semua ada di buku manualnya, tapi tidak ada salahnya kalau kita mengerti cara hitungannya. Keuntungannya jika hendak membeli kamera pocket atau lihat punya teman, setidak-tidaknya mengerti maksud dari angka2 yang ada pada lensa kamera, tapi dengan catatan harus hafal ukuran sensornya dan siap kalkulator juga tahu kamera itu memiliki sensor yang mana.

Barangkali kalau mau menghafal nilai crop factornya, jadi tinggal dikalikan saja sama focal lengthnya:

  • Medium format = 0.71
  • Full frame = 1
  • APS-C = 1.62
  • 1/1.7″ = 4.73
  • 1/2.5″ = 6.25

Sebagai penutup, saya ingin mengkonfirmasi lagi kepada pembaca,

  • Kalau anda belum punya kamera mungkin agak sulit memahami penjelasan saya.
  • Kalau hanya punya kamera pocket mungkin tidak terlalu mikir hal yg beginian.
  • Kalau sudah punya DSLR ada kemungkinan sudah paham mengenai ini, kecuali anda baru beli kamera DSLR.

Semoga artikel saya dapat membantu, tolong dimaafkan kalau ada yg salah dan jangan lupa dikasih tahu dimana letak kesalahannya, karena saya sendiri juga baru saja belajar fotografi.

Terima Kasih

Related artikel:

Gimana meminimalkan noise?

Belajar fotografi pakai manual mode


Responses

  1. […] APS-C tetapi ada pemotongan gambar istilah kerennya crop factor. Untuk detailnya bisa melihat di artikel saya yang lain atau bisa baca di wikipedia dulu, ini linknya APS-C dan […]

  2. bagus materinya, lengkap. keren.
    terus posting, mas dab !

  3. mas, saya beli canon 1100d untuk anak saya (kls 3 smp, cewek), saya ga tau sama sekali dlsr, gimana memulainya ? manualbooknya bhs Inggris sih… tlg dong kalo ada referensi untuk belajar 1100d … tengkyu

  4. cukup membantu buat newbie nie…thanks…kayaknya APS-C cocok ya pakai 70-300 mm…

  5. saya mau nanya nih, sy punya nikon d5100 dg lensa std 18 55mm mau beli yg tele zomm merk lens nikon juga uku : 55-300 tapi dupengaruhi penjual utk pilih non nikonlens dg uk : 70-300 katanya lebih jauh, dan lebih bagus, akhirnya sy bimbang pikir dulu sblm beli kuatir merk non nikon gak sebagus nikon, tanya nih apa benar uk 70-300 lebih jauh jangkauannya drpd uk 55-300, kalu disejajarkan dg kamer pocket uk 55-300 kira kira zomnya berapa kali sih, apa bisa 15 X spt kamer pocket, suwun

    • ” man behind the gun “, kayaknya itu yang tepenting deh kakak norashia😀 , 55-300 mempunyai kekurangan af-nya agag lambat dan hasil di focal length 300mm agag soft ,,, tapi dari hasil review third party yang saya lihat juga cukup menarik, ketajamannya hampir menyaingi lens brended walaw tidak semua focal length, bahkan ada lens third party yang lebih baik di focal length tertentu, namun semua hasil yang baik tergantung kita,,, mengenal senjata kita😀 dan ketepatan ,,, jika masih ragu bisa diitung kemampuan lensanya dengan menggunakan DOF Master ni linknya http://www.dofmaster.com/dofjs.html …… maaf kalw engag banyak ngebantu😀

      Om Danny akhirnya saya ngerti juga secara detail😀 soalnya kemaren asal maen tebak aja😀 makasih om sudah memperjelas pemahaman saya😀

  6. Mantab…
    penjelasannya rinci, dalem dan sesuai yang saya cari, cuman di beberapa bagian harus berulang bacanya, biar lebih nangkep.
    maklum nubitol

  7. Begitu rupanya.. bagus banget penjelasannya, sampe tuntas.. pantes gambar yg dhasilkan selalu ter-crop..
    Matur nuwun..

  8. wiih…mantab mas…tp aku tambah bingung..hehehe…

  9. Wah makasi mas atas infonya… info yg sangat berguna untuk saya…

  10. Great n very useful information. tambahan masalah ISO juga berpengaruh pada teknologi Noise Reduction-nya.. semakin banyak level reduksi semakin baik penurunan noisenya…. tapi ISO mengorbankan ketajaman (Sharpness)… semakin tinggi ISO dan Tinggi Noise Reduction semakin soft gambarnya

  11. thx ilmunya..
    pertanyaan saya terjawab🙂

  12. Thqu bgt boss ats infony… Skrg trjawab sudah bedany yg ad d benak saya… Hehhehe

  13. thanks bgt ilmunya om….

  14. thanks, nambah deh wawasan photography saya.

  15. wow…, sangat menambah pengetahuanku tentang detail focal legth n full frame.. Terima kasih sudah berbagi. Ciamikkk….

  16. Thanks banget infonya.. Luar biasa berguna buat yang baru baca2 ttg DSLR

  17. tengkyu penjelasannya ….

    • thanks komentarnya, semoga membantu.

  18. wow d kupas sampai akar2nya mantap mas, pengetahuan saya akan kamera bertambah lagi dan alhamdulillah saya faham meskipun saya belum punya kamera dslr.

    • wah, belum punya dslr tapi sudah paham mengenai ini, salut nih, biasanya org punya kamera dulu baru memahami yang beginian, diikutin sambil jalan. trims ya atas kunjungannya.

  19. […] APS-C tetapi ada pemotongan gambar istilah kerennya crop factor. Untuk detailnya bisa melihat di artikel saya yang lain atau bisa baca di wikipedia dulu, ini linknya APS-C dan […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: