Oleh: Danny Prijadi | Senin, 9 Februari 2009

Cara membaca MTF-Chart pada lensa


Apa itu MTF-Chart? Seberapa pentingkah kita untuk memahami MTF-Chart? Apakah hal seperti ini wajib dipahami?

Yah, awal-awalnya saya dulu saya juga ngga begitu ghubris masalah ini, tetapi setelah saya pelajari, ternyata MTF chart ini bisa dijadikan salah satu panduan untuk memilih lensa sebelum membeli karena dengan MTF chart tersebut kita bisa melihat tinggi rendahnya contrast dan resolusi dari lensa tersebut.

Saya ambil contoh lensa kit-nya Canon 350D, 18-55mm f/3.5-5.6

ef_s18-55_35mtf1

Untuk garis vertikal melambangkan tingkat kontrasnya suatu lensa, yang dimulai dari 0 (0%) sampai 1 (100%), jadi semakin tinggi garis grafiknya semakin bagus lensanya.

Untuk garis horisontal melambangkan jarak dari bagian tengah (center) ke arah ujung-ujung gambar (edges). Maksudnya, angka 0 adalah bagian tengah-tengah lensa (center) dan angka 13 maksudnya 13 mm dari center.

Sekarang mari kita lihat garis-garisnya yang terdapat 8 macam tipe garis, mulai dari tebal, tipis, biru, hitam, dash2. Banyak yah…kalau awalnya memang agak bingung, tapi ikuti aja deh, ternyata gampang juga.

Pokoknya begini

Garis Tebal = garis yang diukur berdasarkan 10 LP/mm atau low resolution

Garis Tipis = garis yang diukur berdasarkan 30 LP/mm atau high resolution

Garis Hitam = diukur berdasarkan lensa tebuka lebar (wide open), dalam kasus ini untuk 18mm= f/3.5 dan 55mm= f/5.6

Garis Biru = diukur berdasarkan lensa dengan f/8

Garis utuh = meridonial

Garis putus-putus = sagittal

Nah sekarang penggunaannya;

Semakin tinggi grafik 10 LP / mm (garis tebal), semakin tinggi kemampuan lensa akan kontrasnya

Semakin tinggi grafik 30 LP/mm (garis tipis), semakin tinggi ketajaman lensa

Yang perlu diingat garis-garis hitam menunjukkan lensa terbuka lebar, sedangkan garis biru menunjukkan lensa stop di f/8, Jadi semakin dekat jarak antara garis biru dan hitam, kinerja kerja lensa akan semakin baik apabila digunakan bukaan lebar (wide open). Dan yang terbaik apabila garis biru dan hitam menjadi satu saling berhimpitan

  • Umumnya lensa yang garis tebal diatas 80% dianggap memiliki kualitas gambar yang “sangat baik”,
  • 60-80% dianggap “memuaskan”
  • dibawah 60% dianggap “baik”

OK, saya berharap setelah membaca penjelasan diatas anda sudah bisa membaca MTF chart.

Mungkin anda pernah berpikir kenapa lensa seri L harganya mahalnya bukan main, sedangkan lensa yg EF-S jauh lebih murah? sebenarnya banyak faktor yg membuat harga lensa itu jauh berbeda, misalnya dari segi kualitas lensanya, vignetingnya, ketingkatan distorsinya, MTF-chartnya yang sekarang ini mau saya bahas.

Saya mencoba membandingkan antara lensa kit Canon 350D EF-S18-55mm f/3.5-5.6 dengan lensa EF 24-70mm f/2.8L

ef_s18-55_35mtf11

EF-S 18-55mm f/3.5-5.6

Coba lihat garis tebalnya biru dan hitam dulu yang berarti semakin tinggi nilainya semakin tinggi tingkat kontrasnya (low resolution).

18mm:

Hitam, untuk bukkan terlebar (f/3.5), sekitar pada value 11.5 mm sudah menunjukkan 80% dan 13mm sudah turun menjadi 60% (baik)

Biru, untuk bukaan f/8, sekitar 10mm grafik sudah menunjukkan penurunan dan pada 13mm sudah menunjukkan 75%(memuaskan)

Sekarang coba lihat garis tipisnya biru dan hitam yang berarti semakin tinggi nilainya semakin tajam gambarnya (high resolution).

Hitam, untuk bukaan lebar (f/3.5), sekitar pada value 0 sudah dibawah 80% dan mulai menurun tajam sekitar 11mm (60%) dan 13mm cuma 25%

Biru, hampir sama dgn hitam tetapi yang jelas lebih baik dari hitam, karena menurut aturan aperture semakin bukaannya sempit ( f/8 ) semakin tajam gambarnya.

55mm:

coba anda sendiri yang menganalisa. Sekarang bandingkan dengan lensa EF 24-70mm f/2.8L dibawah

ef_24-70

EF 24-70mm f/2.8L

24mm:

Hitam tebal = sekitar 18mm menunjukkan 80% dan sebelumnya selalu diatas 95%, sekitar 22mm baru menunjukkan 60%

Biru tebal = sekitar 22mm baru menunjukkan 80%

Hitam tipis = 0mm menunjukkan 75%, sekitar 17mm menunjukkan 60%

Biru tipis = sekitar 19,8mm baru menunjukkan 80% setelah itu drop drastis

70mm:

bisa anda coba sendiri.

Memang perbandingan diatas sebaiknya dengan focal length yang sama, misalnya untuk lensa 18-55 itu seharusnya di tes waktu 24mm bukan 18mm, biar bisa menyamai dgn lensa 24-70mm, lagian karena saya dapatnya dari canon website cuma itu dan juga saya hanya punya pengalaman dengan lensa2 tersebut.

Saya dapat resource dari website lain yang juga menjelaskan MTF chart dalam bentuk histogram yang lebih mudah dimengerti. Ini ada beberapa perbandingan lensa, diantaranya;

  • Canon 18-55mm f/3.5-5.6 USM
  • Tamron 18-200mm f/3.5-6.3
  • Canon 24-70mm f/2.8L
  • Canon 70-200mm f/2.8L IS

mtf_histogram-data

Nilai-nilai dalam tabel diatas telah diuji khusus untuk kamera APS-C tepatnya kamera 350D, datanya saya dapat dari sini, cuma yang saya buat ini gabungan dari 4 lensa langsung, biar bedanya kelihatan lebih jelas. Memang histogramnya sekilas ‘mbingungi‘ tapi ngga juga kok. Data histogram dibawah ini didapatkan dari data excel diatas.

  • Garis Horisontal menunjukan nilai LW/PH (line width / picture height) yang menunjukkan kualitas ketajaman lensa.
  • Garis Vertikal, garis aperture yang telah diuji dari lensa-lensa tersebut.

mtf-histogram

Untuk lensa L series, 24-70 maupun 70-200 nilai LW/PH nya rata2 berkisar di 1500-2000 (sangat baik), sedangkan 2 lensa yang lain rata2 di angka 1000-1500 (baik) untuk f8 baru agak meningkat sedikit.

Kesimpulan

Apakah cukup dari MTF chart ini sudah bisa menentukan lensa itu baik? sebenarnya masih ada lagi faktor2 yang mendukung lensa diantaranya distorsi dan vigneting, cuma saya lagi capek nih, lebih enakan dilihat di websitenya langsung deh.

Terima kasih telah membaca artikel saya, semoga penjelasan saya dapat membantu, kalau ada kesalahan tolong diralat yah letak kesalahannya dimana dan kalau ada yang tidak jelas silahkan tanya di bagian kolom komentar bawah, saya dgn senang hati akan berusaha menjelaskan sebisa saya. Terima kasih, sampai ketemu di lain artikel.


Responses

  1. […] sih masih banyak lagi yang perlu dipelajari seperti metering mode, AWB, Histogram, cara membaca MTF-Chart dll. Tapi saya rasa lebih baik pelajari dulu basicnya, setelah itu pelan2 pelajari yang lain. Kalau […]

  2. […] sih masih banyak lagi yang perlu dipelajari seperti metering mode, AWB, Histogram, cara membaca MTF-Chart dll. Tapi saya rasa lebih baik pelajari dulu basicnya, setelah itu pelan2 pelajari yang lain. Kalau […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: