Oleh: Danny Prijadi | Rabu, 4 Maret 2009

Mecegah Terjadinya Kerusakan pada Transmisi Mobil


Jangan Gantung Kaki di Pedal untuk Transmisi Manual

Mobil dengan transmisi manual atau matik mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Perlakuannya pun tidak boleh sembarangan.

Masalah akibat distorsi pada transmisi kerap muncul tanpa disadari oleh pemilik mobil. Biasanya, tindakan-tindakan yang tidak tepat dapat menyebabkan transmisi tidak awet. Efeknya mungkin tidak terasa dalam waktu dekat. Tapi, pada lima tahun pemakaian, gigi akan langsung bermasalah. Untuk matic, bisa gampang selip. Sedangkan untuk mobil manual, gigi bisa retak.

Tapi tak perlu kita khawatir. Karena Ivan Setyadharma, pemilik bengkel CX Autoworks, akan memberikan solusi untuk tindakan preventif. Baik untuk manual maupun matic. Mudah dan solutif! Berikut beberapa sarannya.

Manual
Ada tip khusus untuk mobil dengan transmisi manual.

  • Usahakan kaki tidak menggantung di pedal kopling. Baik saat gigi sedang masuk atau kondisi mobil berjalan. Sebab, hal itu bakal mempercepat ausnya kopling.
  • Hati-hati sewaktu kita berada di jalan yang menanjak atau macet. Usahakan tidak memainkan kopling dan gas untuk menjaga posisi mobil. Lebih baik gunakan rem tangan sambil menunggu mobil di depan kita berjalan. Hal tersebut di atas dimaksudkan agar kopling tidak bekerja terlalu keras.
  • Jangan lupa untuk melakukan penggantian oli gardan dan kopling secara teratur. Sebaiknya, dilakukan sebelum 15 ribu km.

Matik

Sistem mobil matik tentu berbeda dengan manual.

  • Jangan bermain-main transmisi agar lebih awet. Memindah-mindahkan gigi dalam kondisi tidak jelas bisa mempercepat kerusakan.
    • Misal, tiba-tiba menetralkan posisi gigi atau bahkan memindah transmisi dari D ke N. Biasanya, hal ini sering kita lakukan saat berada di lampu merah. Memang kita berpikir, apa salahnya memindah ini. Toh hanya sebentar. Tapi, hal ini secara tidak disadari dapat mempercepat aus-nya gigi-gigi. Biasanya, hal seperti ini dilakukan orang yang terbiasa memakai mobil manual. Kemudian mereka beralih ke mobil matik.

Jika memang harus menunggu lama di lampu merah, lebih baik menaruh tuas di posisi N. Jika memang hanya sebentar atau dalam kondisi macet, usahakan ditahan dalam posisi D. Sebab, jika terlalu sering dipindah-pindah dari D ke N atau sebaliknya, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, gigi akan aus.

  • Dalam kondisi parkir, orang sering memindah posisi gigi dari D ke R. Padahal mobil belum berhenti 100 persen. Harusnya, mobil berhenti dulu baru tuasnya dipindah.
  • Satu hal lagi yang wajib diingat. Jangan melintasi area banjir ketika memakai mobil matik. Kalau memang terpaksa, lebih baik taruh transmisi di posisi D dan jalankan seperti biasa.
    • Jangan lantas memindah-mindah dari posisi N lalu dikembalikan lagi ke D. Jika kita berpikir agar air nggak bikin mesin mati, justru itu keliru. Sebab, tindakan seperti itu justru memancing air masuk ke transmisi.

(aul/kkn)

Sumber: Jawapos


Responses

  1. om kalau seandainya menetralkan mobil manual saat sedang berjalan itu merusak atau tidak.
    misalnya dalam kecepatan 70km/h itu kita netralkan nah nanti kalo sudah mau 60 atau 50km/h itu kita masuk ke 5 lagi.

    thanks.

  2. bsa nmbhpnthuan dlam mmperbaiki mombil………..tanhk.s

  3. 1. Bagaimana dgn sepeda motor apakah dgn menarik koupling saat runing jg dapat merusak gigi transmisi?
    2. Apakh motor jg bisa rusak transmisinya jika memindahkan gigi transmisi saat naik-turun tanjaan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: