Oleh: Danny Prijadi | Jumat, 8 Mei 2009

Apa itu NOISE? gimana cara me-MINIMAL-kan?


Sebagai pemula photographer, pernahkah waktu anda memotret mengalami seperti dibawah ini;

I. objek dan backg bagus sesuai dengan kondisi di lapangan

biasanya terjadi waktu foto di ruangan terbuka dan cahaya matahari tidak terlalu keras tapi juga tidak menutupi objek (bayangan), hasilnya pasti bagus dan tidak perlu menggunakan FLASH

solusinya: cari spot sebanyak mungkin mumpung cahayanya masih bagus.

II. Terkadang objeknya yang terang (sampai kadang terlalu terang) tapi backgroundnya gelap.

biasanya situasinya gelap dan settingan kamera biasanya di set auto mode, akibatnya kamera otomatis menyalakan flash karena objek yang ditunjuk (point of interest) kekurangan cahaya.

solusinya: gunakan defusser/arahkan flash ke atap plafon, kalau pakai kamera poket coba tutup flashnya pakai tissue, gunakan speed rendah

III. Objek gelap tetapi backgroundnya terang

biasanya sumber cahaya ada dibelakang objek (siluet)

solusinya: pakai direct flash untuk fill-in atau manfaatkan untuk motret siluet

IV. bisa juga objeknya blur/kabur (goyang) tapi backg tidak

biasa terjadi pada kamera HP, kamera poket (tipe agak lama), kalau DSLR kemungkinan settingannya yang salah.

Solusinya: speed dinaikkan supaya objek dapat dibekukan

V. Sebaliknya backg blur/kabur tapi objek terang

Biasanya memang disengaja, karena tehnik ini Point of interest (POI)nya (kameranya) yang bergerak mengikuti objek dan menggunakan speed rendah (umumnya pakai kamera DSLR), yang biasa disebut panning

VI. bisa juga objek dan background sama2 blur

kalau ini kameranya yang goyang, bisa juga disertai objeknya yg gerak.

Solusinya: pakai tripod deh

VII. Hasil photo sepintas terlihat bagus tetapi begitu diperhatikan ada bintik-bintik warna-warni  yang biasa sering kita sebut NOISE.

ini yang ingin saya bahas sekarang.

Kasus no 7 ini bisa terjadi, pertama disebabkan;

situasi ruangan gelap dan tidak menggunakan flash/kurangnya kekuatan flash, mungkin ada pertanyaan ruangan dikatakan gelap seberapa gelapnya? Menurut saya ruangan itu bisa dikatakan gelap kalau sumber cahaya yang terdapat di objek terlalu sedikit/kurang terang misalnya;

  • ruangan 3 x 4 tapi sumber cahayanya cuma lampu 18W yang hemat energy
  • foto waktu sore hari (menjelang matahari terbenam) yang tidak disertai lampu PJU dan flash kamera
  • ruangan yang sumber cahayanya cuma dari 1 jendela (tidak pakai lampu)
  • dan lain-lain

Kemudian yang ke-2, settingan ISO yang tinggi; yakni >=800

yang ke 3, sensor kamera yang terlalu kecil, mungkin ada pertanyaan gimana tahunya sensor kamera kecil atau besar, bisa dilihat penjelasannya di artikel saya yang lain

Jadi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan noise pada photo

Pakai ISO dibawah 800
Kalau memang kondisi ruangan gelap dan tidak diperbolehkan memakai flash, boleh2 aja pakai iso tinggi lalu di reduce noise pakai photoshop CS2 (ada reduce noise function di filter)

Hindari motret di tempat yang gelap
Kalau memungkinkan, beri cahaya pada objek entah itu lampu/senter/jendela dibuka/reflector putih/barang2 bewarna putih (putih bersifat memantulkan cahaya).
Speed jangan terlalu tinggi, kalau objeknya diam bisa gunakan 1/60 (ini tergantung kamera/lensa/DOFnya sih). Kalau memang masih gelap baru pakai software photoshop untuk mengurangi.

Kalau memang sering motret di suasana yang gelap atau menginginkan kualitas gambar yang bagus, lebih baik pakai DSLR kamera.
K
arena DSLR memiliki sensor lebih besar. Meski anda punya kamera poket yang tercanggihpun (untuk tahun 2009) masih tidak bisa mengalahkan besarnya sensor kamera DSLR, contoh:

  • DSLR kelas yang terbawah untuk canon adalah Canon 1000D yang memiliki sensor 22.2 x 14.8 = 329 mm2
  • sedangkan kamera poket Canon G9 (termasuk kamera poket berkelas) memiliki ukuran sensor 7.6 x 5.7 = 43 mm2.

Perbedaan luasnya hampir 8:1, maksudnya sensor kamera DSLR hampir 8 kali lipat lebih besar daripada sensor kamera poket apalagi kamera HP. Jadi kamera yang bagus dan berkualitas tidak hanya dilihat dari ukuran megapixelnya saja

Pakai bukaan terlebar dan speed rendah
Settingan ini bias diatur di mode manual, setiap kamera memliki cara yang berbeda-beda untuk settingannya, bisa dilihat di buku manualnya. Memang ada beberapa kamera poket yang tidak ada fasilitas manual mode

Coba kamera diistirahatkan sejenak (dimatikan)
Karena kamera yang terlalu sering dipakai dapat mengakibatkan sensor menjadi panas sehingga noise juga semakin banyak.

Kalau ada dana lebih dan sudah memiliki DSLR, coba beli lensa yang berkualitas.
Untuk merek Canon yang di lensanya ada ring merahnya, biasa dikatakan lensa ‘L’. Karena lensa ini memiliki optic yang sangat berkualitas.

Kalau merasa harga tidak ada masalah.
Saya anjurkan beli kamera Full Frame dan lensa yang berkualitas, dijamin segala macam jepret hasilnya memuaskan, meski anda set dengan auto mode hasilnya sudah bagus. Karena saya pernah mencoba sendiri dengan kamera Canon 5D mark II (full frame), hasilnya sungguh aduhai…

Atau dibuat se-noise mungkin
Saya pernah melihat album photo pre-wedding yang semua fotonya grainy/noise semua. Pertama saya sempat bingung, ini yang goblok orang yang motret atau yang desain yah, tapi setelah saya lihat-lihat lagi ternyata bagus juga, tinggal tergantung selera masing-masing. Tapi dengan catatan fotonya dibuat se-noise mungkin, karena kalau cuma setengah-setengah malah kelihatan jelek dan tidak professional.

Terakhir diminimalkan pakai software
Banyak sekali software yang dapat meminimalkan noise seperti NeatImage, Noise Ninja and NoiseWare Pro, kalau saya pribadi sih lebih suka pakai photoshop, masih belum pernah coba yang lain.

Saya kasih contoh photo noise dengan settingan semua sama, cuma beda kamera, mulai dari kamera HP, kamera poket, DSLR, DSLR Full Frame. Saya ingin membuktikan kalau ukuran sensor pada kamera sangat besar pengaruhnya.

Macam kamera yang saya gunakan:

  1. HP Sony Ericsson cybershoot C902 (HP dengan kamera 5MP)
  2. Kamera Poket Canon G9 (12MP)
  3. DSLR Canon 350D
  4. DSLR Full Frame Canon 5D Mark II

Karena kalau saya jelaskan disini terlalu sempit, maka saya pindahkan ke web saya yang lama, click disini

Terima kasih telah membaca artikel saya, kalau ada kesalahan mohon diberitahu.

C 902

C 902

kemera saku terbaik menurut saya

Canon G9

350D

350D

5D mark II

5D mark II


Responses

  1. mas, ada contoh yg se-noise mungkin ga? aku pgn liat spt apa…tQ sblmnya ya mas🙂

    • ok, thanks ya masukannya, ntar kalau sudah ada saya kabarin deh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: