Oleh: Danny Prijadi | Kamis, 28 Mei 2009

Merawat Ban agar Tetap Kilap dan Tidak Mudah Tipis


Hindari Sikat Baja, Cermat Pilih Gel Silikon

tyreBan sering dipandang remeh dalam perawatannya. Asal tidak tipis, tampilan ban sering dinomorduakan ketimbang bodi atau interior. Ternyata, ban juga membutuhkan perawatan khusus.

JANGAN anggap remeh perawatan ban. Namun, juga jangan menyoroti ban sebagai prioritas utama. Intinya, merawat ban susah-susah gampang. Hanya dibutuhkan sedikit kejelian, ban bisa menjadi unsur kaki-kaki paling kinclong.

Frengky, pemilik bengkel modifikasi District 99, turut memberikan tip khusus perawatan ban. Menurut dia, tip nomor satu adalah membuang jauh-jauh sikat baja saat mencuci ban. Sikat baja dengan mudah akan mengikis lapisan ban sedikit demi sedikit.

Gerakan menyikat juga kudu diperhatikan. Ban mempunyai tekstur ukiran yang lurus, bukan menyamping. Perlakukanlah putaran searah jarum jam ketika penyikatan ban saat pencucian.

Kedua, dibutuhkan semacam gel khusus untuk menjaga ban agar tetap mengilap. Gel itu berjenis silikon. Namun, patut diperhatikan dalam pemilihan silikon. Pilih gel silikon yang benar-benar kental. Tujuannya, lapisan gel itu bisa awet. Maklum, ban adalah bagian yang selalu bergesek dengan lapisan aspal.

Cermati pula ketika memilih gel silikon. Pilih yang mengandung banyak cairan emulsi. Semakin tinggi tingkat emulsinya semakin bagus. Emulsi berperan penting untuk melekatkan gel pada permukaan kasar ban.

Pemakaian gel juga harus diperhatikan. Kuas menjadi alat yang paling bagus dalam pelapisan itu. Kuas memiliki bulu-bulu halus yang mampu menyentuh ukiran ban menjorok. Celah lain juga akan mudah tertutupi jika menggunakan kuas sebagai alatnya.

Tiada rotan, akar pun jadi. Spon bisa menjadi alternatif alat untuk melapisi cairan silikon. Bentuk spon yang lentur memudahkan jemari menjangkau celah terkecil sekalipun dari permukaan ban.

Namun, ada beberapa alat yang tidak disarankan. Kain, misalnya. Tekstur kain yang tidak mudah lentur dan padat menyusahkan jangkauan hingga celah terkecil.

Ketebalan lapisan permukaan ban juga harus diperhatikan. Alih-alih, ukiran ban bisa menjadi tipis ketika jarang melewati pengecekan. Jika sudah begini, Frengky mempunyai siasat tersendiri. “Biasanya, kita menukar ban yang sudah tipis ke posisi yang tidak gampang menipiskan ban,” ujarnya.

Posisi ban yang mudah tipis adalah ban bagian depan. Sebab, si “garda” itu mempunyai peran membelokkan mobil. Haluan yang dihasilkan membuat ban depan lebih sering berbelok ketimbang ban belakang. Itulah faktor utama yang membuat ban depan semakin cepat tipis.

Perawatan pada ban bisa dilakukan minimal dua minggu sekali. Lebih dari itu, tampilan ban tidak mengilap kembali. Jarang mengecek ketebalan ban juga akan memengaruhi keselamatan pengemudi. Sebab, dengan ban yang tipis, mobil akan mudah mengalami selip.

Sumber: JawaPos


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: