Oleh: Danny Prijadi | Senin, 1 Juni 2009

BI Janji Tak Rem Penguatan Rupiah


Bank Indonesia (BI) berjanji tak akan campur tangan dalam pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini menanggapi kecurigaan bahwa BI menahan penguatan kurs rupiah yang seakan jalan di tempat meski arus dana asing mengalir deras ke bursa saham dan instrumen utang Indonesia.

Direktur Direktorat Pengelolaan Devisa BI Rasmo Samiun mengungkapkan, menghambat penguatan rupiah sama saja mengirim sinyal buruk ke pasar. “Sekali BI menahan penguatan rupiah, maka rupiah akan selamanya sulit menguat,” kata Rasmo kepada Kontan.

Jika BI mengintervensi penguatan rupiah, imbuh Rasmo, maka pasar akan tahu berapa kurs rupiah yang diinginkan bank sentral. Jika ini terjadi, niat pemilik dana di luar negeri membeli aset rupiah bakal redup. “Pasar tidak akan melawan karena dalam intervensi penguatan senjata BI adalah rupiah yang artinya nyaris tak terbatas,” katanya.

Kendati membantah telah melakukan intervensi, Rasmo tak menampik BI mengawal penguatan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. BI merasa perlu mencegah rupiah mengalami gejolak nilai tukar. “Kami baru masuk ke pasar ketika rupiah mengalami bouncing. Melemah kembali setelah menguat,” ujarnya.

Sampai Jumat (29/5), nilai tukar rupiah adalah Rp 10.345 per dollar AS. Jika dibandingkan posisi per 1 Desember 2008 yang sebesar Rp 12.400 per dollar AS, rupiah memang telah menguat banyak.

Bisa capital outflow

Jika BI tak mengerem penguatan rupiah, Direktur Danareksa Research Institut Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, pekan ini kurs rupiah seharusnya menguat di kisaran Rp 9.000-an per dollar AS.

Praktisi pasar valas Farial Anwar menambahkan, BI seharusnya memang tidak menghalangi penguatan rupiah sebab hal itu bisa memicu capital outflow. Pengereman akan membuat investor asing melihat rupiah sudah mahal sehingga mereka merealisasikan keuntungan dengan menjual aset rupiah. “Hasilnya mereka dibelikan dollar dan rupiah jeblok lagi,” ujarnya. (Amal Ihsan Hadian, Moch. Fathoni Arief, Ruisa Khoiriyah, Ade Jun Firdaus/Kontan)

Sumber: Kompas.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: