Oleh: Danny Prijadi | Sabtu, 13 Juni 2009

Akhir tahun 1 USD bisa menyentuh Rp 9800,-


Jakarta – Sampai akhir tahun 2009, rupiah bisa menyentuh level Rp 9.800/US$. Kinerja neraca pembayaran Indonesia yang membaik menjadi faktor utama penguatan rupiah terutama perbaikan pada neraca modal.

Demikian disampaikan oleh Ekonom Bank Danamon Helnmi Arman dalam economic focus yang dikutip detikFinance , Sabtu (13/6/2009).

“Secara menyeluruh kami memperkirakan neraca pembayaran Indonesia akan surplus di tahun ini, sehiingga akan meningkatkan cadangan devisa di akhir 2009 sampai sekitar US$ 62,5 miliar atau lebih tinggi dari perkiraan kami semula yang sebesar US$ 54 miliar,” tuturnya.

Dituturkan Helmi, dengan penguatan cadangan devisa ini maka rupiah akan ikut terapresiasi. “Jadi kami merevisi proyeksi nilai tukar di 2009 menjadi Rp 9.800/US$ dari Rp 10.200/US$,” imbuhnya.

Pada akhir pekan ini nilai tukar rupiah mempertahankan stabilitasnya. Meski aliran modal asing terus mengalir baik ke surat berharga ataupun saham, namun investor kehilangan momentum untuk membawa rupiah menguat lebih lanjut.

Pada perdagangan Jumat (12/6/2009), rupiah ditutup di level 10.037 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.051 per dolar AS. Rupiah sempat menembus 9.993 per dolar AS.

Sementara dolar AS berhasil menahan laju pelemahannya lebih lanjut pada perdagangan akhir pekan ini, karena investor melakukan profit taking menjelang pertemuan negara-negara maju G8.

Dolar AS menguat ke 98,03 yen, dibandingkan sebelumnya di 97,60 yen. Sementara euro melemah tipis ke 1,4098 dolar, dari sebelumnya di 1,4106 dolar.

Menteri Keuangan G8 akan melakukan pertemuan di Italia akhir pekan ini. Para investor mengharapkan ada hasil nyata dari pertemua tersebut terutama terkait dengan kondisi pasar finansial yang mulai stabil.  Pertemuan G8 ini menjadi penting setelah sebelumnya Rusia mengumumkan rencana untuk mengalihkan sebagian investasinya di US Treasury ke obligasi IMF dan simpanan komersial bank. Jika itu terjadi, maka dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas dolar AS.

Sumber:detikfinance.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: