Oleh: Danny Prijadi | Rabu, 21 Oktober 2009

Dulu katanya akhir tahun rupiah bisa 9800, sekarang bisa 9200, mana yah yang betul?


Saya dulu sempat mengcopy article dari detik.com yang bunyinya:

Sampai akhir tahun 2009, rupiah bisa menyentuh level Rp 9.800/US$. Kinerja neraca pembayaran Indonesia yang membaik menjadi faktor utama penguatan rupiah terutama perbaikan pada neraca modal. Demikian disampaikan oleh Ekonom Bank Danamon Helnmi Arman dalam economic focus yang dikutip detikFinance , Sabtu (13/6/2009)

Untuk selengkapnya bisa lihat disini.

Nah sekarang saya baru mendapat informasi dari kompas.com yang mengatakan rupiah bisa mendekati level 9200 pada akhir tahun nanti, apakah ini mungkin terjadi?

Memang tidak ada yang bisa memprediksi secara pasti kenaikan mata uang manapun, saya menulis ini cuma ingin membedakan informasi bulan juli 09 dengan bulan oktober 09.

Berikut article dibawah ini saya kutip dari kompas.com

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan menguat hingga kisaran Rp 9.200 hingga akhir tahun ini. Untuk tahun depan, diperkirakan rupiah akan mencapai angka Rp 9.100. Demikian disampaikan pengamat ekonomi, Fauzi Ichsan, di Jakarta, Rabu (21/10). “Rupiah untuk akhir tahun ini saya rasa akan menguat hingga Rp 9.200,” ujar Fauzi.

Saat ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 9.300. Menurutnya, penguatan rupiah dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor global dan domsetik. Dia menjelaskan, kondisi global saat ini menunjukkan mata uang dollar AS mengalami pelemahan sehingga mendorong penguatan mata uang lokal, termasuk rupiah.

Pelemahan mata uang Negara Paman Sam tersebut terjadi karena adanya defisit ekonomi AS yang besar. Untuk membiayai defisit tersebut, Pemerintah AS menerbitkan surat utang AS dan kemudian dijual ke bank sentralnya. “Bank sentral duitnya dari cetak dollar AS. Otomatis kalau dollar AS dicetak terus, akan melemah. ini faktor globalnya,” ujarnya.

Kemudian, penguatan kondisi ekonomi global yang terasa sejak triwulan II-2009 ini mengakibatkan bursa global semakin menguat. Ini mengakibatkan banyak investor internasional menjual dollar-nya untuk membeli mata uang Asia guna membeli saham di Asia. “Makanya rupee India (mata uang India) menguat, rupiah menguat, won (mata uang China) juga. Ini juga faktor global,” katanya.

Adapun untuk faktor dometik, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif dan berada pada posisi ketiga di antara negara-negara G-20, setelah India dan China. Ini akan membawa sentimen positif dari investor dan mendorong harga saham akan naik, “Dalam aksi ini, rupiah menguat karena mereka juga beli rupiah untuk beli saham,” katanya.

Menurut dia, dengan penguatan rupiah, Bank Sentral akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya atau justru menurunkannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: