Oleh: Danny Prijadi | Senin, 4 Januari 2010

Beberapa cara memotret kembang api (fireworks)


Sebenarnya apa bisa sih saya memotret fireworks seperti diatas? Apakah mungkin didaerah perumahan bisa ada fireworks seramai itu? Jawabannya pasti bisa kalau semua itu sudah direncanakan dengan baik dan hubungan sesama tetangga harus syncron supaya waktu nyalainnya bisa tepat waktu.

Mungkin kalau saya standby di kota atau di luar negri seperti Australia Sydney atau Prancis, hasilnya bisa bagus fireworksnya karena memang sudah direncanakan. Tapi hal ini tidak akan terjadi di perumahan saya, yang sesama tetangga tidak mungkin bergabung untuk merencanakan seperti itu. Yang ada ya satu2 fireworksnya, mungkin bisa terjadi di satu rumah tangga tetapi tidak mungkin bisa syncron dengan tentangga lain yang lebih jauh.

Jadi foto diatas kok bisa pas waktunya itu karena saya gabungkan dari hasil beberapa fireworks ke dalam 1 foto/background. Jadi seharusnya hasilnya seperti dibawah ini:

ISO 200 f/1415s

Kalau foto diatas diperhatikan ada 3 titik dipusat kembang apinya, itu berarti selama 15 detik dengan diafragma f14 (bukaan kecil banget) ada 3 kembang api yang diluncurkan. Seandainya kalau tahu hanya 3 kembang api yg diluncurkan secara berurutan, saya tidak akan menggunakan 15 detik, mungkin aja dgn 6-8 detik dgn bukaan yang lebih lebar misal f 5.6 hasilnya bisa lebih halus.

ISO 200 f/4.51.3s

Ini salah satu contoh fireworks yang kembangnya bewarna hijau, satu2nya loh waktu itu, soalnya rata2 warnanya merah atau kuning. Dan meletusnya juga lumayan besar cuma sayangnya sekali aja meletusnya, tapi untung juga pakai 1.3 detik, kalau terlalu lama jadinya ngga bisa halus kembangnya.

ISO 200 f/1514s

Nah tuh kan, kalau pakai f/15 jadinya kurang meriah kembangnya, tapi memang sih rasanya waktu itu kembang apinya sendiri tidak begitu besar, cuma sayangnya saya ambil waktunya agak lama, kalau saya ambil 4 detik saya rasa terlalu cepat, sebab foto diatas ini lebih dari 4 luncuran secara berturutan langsung, tapi kalau 15s juga terlalu lama. yah, ntar deh tahun 2010 ini saya perhatikan lagi.

ISO 200 f/1030s

nah kalau ini terlalu terang yah, f nya yang kurang tinggi atau bisa juga waktunya yang terlalu panjang, sehingga kembang apinya kelihatan pecah2 padahal cuma 5 shot kalau dilihat dari foto. Tapi memang sih, kembang api yang ini agak kecil kembangannya apalagi lihatnya juga agak jauh.

ISO 100 f/1030s

Yang ini hampir sama seperti diatas, cuma bedanya saya memakai ISO 100 (yg berarti kepekaan thd cahayanya semakin berkurang). Sayang yah lihatnya juga dari jauh juga kembang apinya kecil, kalau besar bisa kelihatan bagus itu.

ISO 100 f/48s

Nah pada saat detik2 terakhir, banyak sekali yang meluncurkan kembang api besar seperti diatas. Ada juga tetangga lain yang meluncurkan seperti itu dan terlihat lebih dekat, jadi kelihatan juga lebih besar. Cuma hasilnya tidak saya upload, jadi foto2 diatas hanya contoh sebagian saja yang saya ambil.

Tapi rata2 tipe2 fireworksnya ya seperti itu aja kalau di rumah2, ada sih model lain seperti bintang2, tapi tidak bagus kalau difoto, yang paling bagus menurut saya ya seperti foto diatas yang terakhir, itu suaranya waktu meluncur seperti bom yg meluncur, dan waktu meledak diataspun suaranya juga mengelegar, kalau org tidur pasti bisa bangun dengar kayak gitu, bener2 kayak perang perangan hehehe…Cuma sayangnya paling cepat 2 kali luncuran, mungkin karena harganya yang mahal jadi disimpan dulu, setelah meluncurkan 1 selesai baru meluncurkan lagi. Kalau seandainya punya 5 batang, dan tiap batang bisa keluar 2, berarti total bisa 10, lalu diluncurkan bersamaan. Saya yakin hasilnya bisa jauh lebih bagus tapi jeleknya ya cuma sekali nikmatinnya, kalau ada dana lebih baru bisa beli banyak.

OK deh sekian dari saya, yang terpenting lagi, semoga ditahun 2010 ini tidak hanya kembang apinya yang bagus, tetapi hidup yg kita jalani bertambah lebih baik.


Responses

  1. mantab infonya om..

  2. […] https://dannyprijadi.wordpress.com/2010/01/04/beberapa-cara-memotret-kembang-api-fireworks/ […]

  3. ahaha bercanda ik,
    yayaya ditunggu :p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: