Oleh: Danny Prijadi | Sabtu, 12 Februari 2011

Persiapan Liburan ke Bali


Rencana untuk pergi ke Bali ini adalah rencana dadakan yang tidak dipikir jauh2 hari sebelumnya, awalnya kami berpikir kalau liburan hari maulud selasa depan ini ditukar di hari sabtu depannya, jadi sama sekali tidak ada rencana pegi jauh2 dari surabaya. Eh nyatanya, karena memang pasar lagi lesu, malahan senin ada rencana diliburkan, jadi lumayan panjang juga nih liburnya, akhirnya kita putuskan untuk pergi ke Bali mulai tgl 12-15 feb, cukup panjang sih perginya kalau pergi 4 hari 3 malam membawa anak2 balita.

Hari H sudah semakin dekat, istri sdh mulai tanya2 travel agen masalah tiket dan hotel  dan sayapun jg tanya ke hotel2 apa ada kamar kosong, juga mulai research di internet mengenai objek wisata di Bali mengingat liburan ini adalah pertama kalinya untuk keluarga kami. Setelah saya cari2, saya punya beberapa pilihan hotel, diantaranya hyatt, westin, discovery dan hard rock. Sy tanyakan pd saat itu masih ada kamar yg kosong untuk tgl 12 tp di suite room, yg standart room sdh habis, tp saya tidak pesan karena memang mahal. akhirnya tanya kesana sini, pilihannya ada tambahan lagi hotel nikko dan bali dynasty.

sebenarnya untuk hotel nikko sy sdh tahu kalau disana pasti mahal dan rasanya agak tidak mungkin untuk ditinggali, tp karena byk jg yg mereferensi akhirnya sy tetapkan aja tinggal disana toh perjalanan ini membawa anak2 yg masih 2 dan 4 tahun, jd rasanya lebih cenderung banyak menikmati suasana hotel drpd jalan2 di sekitar bali. Karena sebenarnya saya sendori mengerti permainan di bali itu rata2 untuk anak yg sdh mau nginjak remaja baru bisa fun.

jadi hari rabu tgl 9 kami sdh konfirmasi nginap di 2 hotel, 1 di kuta hotel bali dynasty, yg mestinya mau hard rock tp sudah penuh, sampai suite roomnya jg tdk ada 1 pun, lalu mercure, discovery juga penuh, kl discovery maaih ada, baik kidz room maupun std roomnya.

setelah hotel ditetapkan pesawat jg ditetapkan dg lion air, semua dibayar lunas. Kami berdoa agar rencana ini bisa berjalan dgn lancar. Kami berdoa agar nanti pada waktu hari H nya tidak ada gangguan sama sekali, entah itu sakit, cuaca buruk atau halangan2 laiyg tidak diinginkan.

tgl 11 jam 3 subuh, 1 hari menjelang keberangkatan tiba2 suhu badan Justin 39 derajat….sy dibangunin mama dan dengar seperti itu sy kagetnya bukan main, pd detik itu jg sy lsg berkata kata2 tdk berkenan berkali-kali ‘mati kon…mateng kon…’ tp untung aja sy lsg ingat di firman Tuhan kalau apa yg engkau ucapkan bisa terjadi demikian, wah sy lsg tobat di dalam nama Yesus, ampuni ucapan saya. Pada waktu itu hati saya sempat bergumul dgn Tuhan. Kenapa….kok terjadinya sekarang pas besok mau berangkat. Padahal seminggu yg lalu si justin jg baru sakit radang, ternyata saya baru tahu, malam kemarin pembantu RT di rumah kemarin merasa ngga enak badan trus main2 dgn justin, mungkin tertylar dari situ jg bisa.

Saya sempat tidak mengerti apa maksud Tuhan memberikan musibah spt ini, tp saya ngga sampai stress banget2 sih, karena kejadian seperti ini kalau orang dunia pasti akan menyalahkan Tuhan, maka itu sy coba lsg putar balik pemikiran konsep spt itu, sy balik demikian, kejadian yg menimpa ini justru malah membuat saya semakin erat hub saya dengan Tuhan. Amin. mengapa? Sy akan jelaskan nanti, sy lanjutin ceritanya dulu.

akhirnya pd waktu itu juga langsung sy tetapkan, nanti pagi bawa pergi ke dokter, bilang aja kalau besok mau pergi ke Bali, gimana boleh tidak pergi. Tapi mama bilang dilihat lagi nanti, mungkin karena kecapekan kemarin. Tp sy mikir kalau cepek ngga mungkin panas sampai 39.

jam 7 pagi, sy sdh mau berangkat kerja, justin masih tidur setelah panasnya turun, habis dikasih obat penurun panas. Tp waktu jam 8 lebih panasnya kembali 38 mendekati 39 lagi, lsg waktu itu jg mama antar pergi ke dokter. Akhirnya sama dokter diberi antibiotik 1 hari minum 1x, setara dgn zitromax, dan kt dokter jg boleh kok ke bali.

jam 3 siang justin masih panas 39 lagi, sy sdh angkat tangan pd wkt itu, tp sy tetap berdoa, urapi obat yg diminum justin agar cepat sembuh, sy berdoa berdoa dan terus berdoa, ada senggang waktu trus berdoa dan percaya kalau memang ini adalah rencana Tuhan. Saya berpikir pasti Tuhan punya maksud lain dgn adanya musibah ini.

Pagi itu, sy masih berangkat kerja, mmg biasanya sy berangkat sambil mendengarkan radio mdc fm 100,5 ttg kotbah org kristiani. Waktu itu tema yg disiarkan ‘bagaimana menjadi org kristen yg normal’ inti dari kotbah pd wkt itu, yg pertama adalah kasih, kedua adalah sukacita, ketiga adalah pengharapan. Dari kotbah itu dijelaskan, kebanyakan manusia kalau sdh terima Yesus tapi tidak mau pikul salib, maunya hidup ini enakkk terus, tidak ada rintangan. Justru kalau ikut Yesus ujian semakin banyak, masalah semakin banyak, tapi kalau masalah yg dihadapai, ujian yg membuat kita tertekan, kalau berjalan bersama Yesus, semuanya akan menghasilkan ketekunan. Seperti di dalam kitab yakobus, ‘anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu mendapat berbagai bagai macam pencobaan, sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan KETEKUNAN’

Dan untuk yg ketiga, pengharapan, kita akan terus berharap kepada Tuhan, kalau mmg berdoa belum dijawab, teruslah berharap dan yakinlah suatu saat pasti akan dijawab, inilah yg bisa membuat kita menjadi sabar dan tekun.

setelah sy mendapat firman itu, sy bangkit, sy akan terus berharap kpd Tuhan, sy tetap puji Dia, dan tetap bersyukur kalau memang justin sakitnya tidak waktu di bali, justru lebih susah lagi kalau di bali, karena ngga tau dokter mana yg bisa cocok dgn justin.

akhirnya jam 9 malam, justin masih summer sekitar 38.4 tapi tetap aja dikasih obat panas biar tidurnya enak. Lalu mama jam 2 bangun untuk melihat justin, dan sy pun terbangun dan tanya gimana keadannya, katanya dingin 37.2…… Wah hati saya mengatakan PUJI TUHANNN….jam 3 sdh ngga panas, karena perkiraanku pd waktu itu pasti masih panas, karena siklusnya justin kalau sakit paling tidak 2 malam panas terus. Lalu ditunggu lagi sampai jam 9 pagi, sy telpon mama dari kantor, katanya jg ngga panas, 37 an, wah bener2 bersyukur deh, yang namanya ‘PUJI TUHAN’ sy ucapkan berkali kali hampir setiap saat dgn muka penuh senyum dan sukacita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: